Anshar Al-Islam

Beliau adalah salah satu sahabat dari Syaikh Turki Bin Ali, ketua Syar’i Daulah baghdadi, bersama-sama. Belajar kepada Syaikh Al maqdisi, berasal dari negara yang sama yaitu bahrain, hanya Syaikh Turki bin Ali jatuh kepada ketergelinciran yang paarah, walau tidak separah seperti Al-Hazimi, sebagaimana dialog beliau dengannya, pendapat-pendapat Turki bin Ali hampir sama dengan apa yang di yakini oleh Aman abdurahman di Indonesia, persoalanya yang terpenting adalah memahami bahwa persoalan di atas adalah ranah cabang yang pendapat tersebut banyak di bangun dengan ijtihad para ulama, seyogyan dalam perkara ijtihad tidak bisa di bangun wala wal barra di dalam nya, berani yakin dalam perkara yang didalamnya banyak di bangun ijtihad adalah sikap berbahaya, bayangkan jika para ulama masih banyak mengkajinya, sementara di satiu pihak ada orang yang membantunya sampai pada kesimpulan

Risalah yang ada ditangan saudara adalah rangkuman dan ringkasan serta dokument, siapa sebetulnya yang menyimpang?  Sebagai orang yang mengenal daulah Iraq, bahkan beliau termasuk sahabat yang dekat dengan orang-orang daulah selayaknya kita mengkaji dan mentelaahnya, sungguh telah begitu banyak surat ditujukan kepada cabang tanzhim Al-Qaeda iraq satu ini termasuk  ketika mereka manjadi klaim Khilafah palsu ditahun 1 muharram 2014 ini, salah satu nasehat yang paling besar adalah kehati-hatian mereka kepada urusan darah kaum muslimin, bahkan syaikh Athiyatullah selalu mengatakan lebih baik program jihad tidak ada jika harus membunuh kaum muslimin tampa haq, urusan darah adalah urusan sensitif bagi urusan jihad yang mulia ini, syariat yang kita cita-citakan sejatinya ditempuh dengan cara-cara yang mulia dan terhormat inilah salah satu tujuan utama kita berjihad, jauh-jauh hari Al-Qaeda melalui para ulamanya banyak menasehati perjalanan Jihad Iraq yang banyak keluar dari maqosidus Syariah itu sendiri, perjalananya yang hampir menyimpang sering kali diluruskan oleh para ulama yang mengawalinya, akan tetapi semenjak jamaah daulah ini menghabisi anasir Al-Qaeda dari ulama muhajirin, para tokohnya serta mengisinya dengan anasir Ba’atsiyun maka dimulailah prahara ini, surat yang kita tuangkan ini adalah sekian dari nasehat-nasehat kepada tanzhim daulah agar jihad nya sesuai rel syar’i yang berlaku, tidak ada kata lelah menasehati mereka kecuali orang-orang yang merasa dirinya cukup. Anshar Al islam media sebagai penyambung ulama kepada ummatnya hadir untuk merilis risalah ini, semoga kita bisa mengambil pelajaran dari risalah ini, selamat membacanya.

KATA PENGANTAR SYAIKH ABU QATADAH AL FALISTINI

Bismillahirrahmanirrahim.

Kepada Allah kami meminta pertolongan.

Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam, sholawat Dan salam atas nabi yang terpercaya, keluarga dan seluruh sahabatnya.

Amma Ba’du:

Sungguh mujahidin merasakan hidup pertengahan jalan dengan keterangan yang jelas dan realita yang kemeangan, dan kekuatan ilmiyah mereka dalam mendasarkan pekerjaan gerakan mereka yang lurus dan dalam kesejahteraan, lalu melalui sisi ilmu dan amal mampu membentuk pemuda menjadi sebuah pasukan meski banyaknya belenggu, rintangan dan seruan-seruan yang melawannya, dan kebanyakan ahlul bid’ah dan sesat hidup terpinggirkan oleh gerak laju yang berbarokah ini Dari para pemimpin, anggota dan tentaranya, dan gerakan jihad tercermin dari para tokoh dan ilmu, hingga dapat merealisasikan sebuah gambaran yang jelas di pikiran manusia, dan tabiat gerakan dan kelompok ini yang menjadi representasi ini adalah peperangan dan perlawanan yang ealita berubah kgerolen tersembunyi atau rahasia di beberapa wilayah. Dan ini sering kali menciptakan kesempatan untuk berkembangnya kerancuan dan tumbuhnya penyimpangan, penyimpangan ini datang dari orang-orang yang terpinggirkan itu, dan pihak itu biasanya tidak bisa menyatu dengan tabiat kelompok ini, khususnya berkaitan dengan sikap ghulu atau ekstrim, kecuali jika ia melepaskan diri dari rukun amal jihad dan dakwah yang dibangun dengan pembentukan pasukan, penyebaran pemikiran dan fiqih ilmu yang benar, dan disebabkan adanya belenggu-belenggu itu maka para ekstrimis mampu melompat ke anjungan dan komandan kapal, namun mayoritasnya bodoh tentang amal jihad dan sejarahnya.

Dengan adanya realita ini maka berlakulah sunnatullah pembunhan dai, imam dan para senior, serta mengkaburkan sosoknya, karena pemimpin pengganti tidak akan bisa berkembang kecuali setelah mengosongkan pemimpin sebelumnya, dengan ini maka jadilah tuduhannya bahwa pemimpin terdahulu menyimpang, dan bahwa para syaikh telah menjual prinsip, agar mereka memiliki jalan untuk keluar dari bantahan, dan inilah perkara saudara-saudara mereka sepanjang sejarah islam seluruhnya, dan diantara makar Allah atas mereka, adalah mereka muncul dengan kemampuannya dalam mencuri kesempatan yang ditunggu-tunggu dan melemparkan suara dengan kata-kata yang besar dan menarik para pemuda, yaitu fitnah rabbaniyah seperti seluruh fitnah yang diiringi dengan indahnya hiasan yang dapat menipu orang-orang lemah dan bodoh, kemudian impiannya yang besar itu berbalik menjadi butiran-butiran penderitaan dan sedihnya penyesalan.

Begitulah perkaranya para ekstrimis baru:

Mereka mulai dengan tuduhan penyimpangan pada lawan seterunya, dan menyerang sejarah hidupnya, mentakwilkan perkataan-perkataannya, dan juga memeriksa ijtihad-ijtihadnya, baik yang benar maupun yang salah sebagaimana perkara itu terjadi pada setiap aktivis dan mujtahid, itu terjadi dengan cara menampakkan diri mereka sendiri sebagai kebenaran mutlak, dan terlepas secara sempurna dari seluruh kesalahan, bahkan mereka itulah hakekat agama islam, hingga ada pada mereka sebuah perkataan: Sesungguhnya yang memerangi mereka berarti memerangi kebenaran, dengan warna-warna yang mencolok inilah orang-orang bodoh itu menghimpun untuk mempersenjatai manusia dan muncul begitu kuat pada awalnya, kemudian mengalami kesedihan dan penderitaan.

Tuduhan penyimpangan para tokoh, dan berdusta terhadap lawan yang berselisih bahwa ia telah merubah dan mengganti agama, sebaliknya amal-amal yang sebenarnya itu juga dia lakukan seperti yang mereka tuduhkan kepada lawan seterunya, akan tetapi karena mereka adalah yang benar, yang tidak ada kerancuan dan kebathilan di dalamnya maka perbuatan mereka itu memiliki kekhususan yang berlaku bagi mereka adanya kebolehan yang bersifat khusus, itu karena yang lain adalah najis dan pengganti agama yang tidak bertolak kecuali dari kekufuran dan kesyirikan, atau bid’ah atau menyimpang, sedangkan mereka maka mereka adalah yang benar, dan selanjutnya mereka memiliki sumber menafsirkan sebuah perbuatan untuk mencela kebenaran.

Dan begitulah klaim kebenaran mutlak pada mereka menjerumuskan mereka kepada setiap penyimpangan yang mereka tuduhkan kepada lawan mereka. Kemudian reaksinya semakin keras dan serangan semakin sengit hingga kembali kepada asalnya, yaitu yang mengklaim sebagai pelindung atasnya, lalu mulailah menuduh nilai-nilai pertama sebagaimana mu’tazilah menuduh para sahabat, dan perkaranya tidak berhenti pada penyimpangan semata, atau khlafa merubah agama salaf bahkan para salaf sendiri mereka mendapatkan komentar dan dasar mereka tidak bersih.

Begitulah yang dilakukan oleh orang-orang sesat dari orang-orang yang menyimpang pada zaman ini:

Mereka berteriak bahwa mereka yang palinh bertakwa, dan bahwa mereka pengemban panji islam, bahwa mereka yang paling pantas untuk bergabung, kemudian para aktor yang pada masa awalnya hidup terpinggirkan mulai menuduh para senior mereka, dan ini realita yang sangat jelas. Kamu tanya mereka: Bukankan orang-orang itu sama dengan orang-orang yang dulu kalian ikuti? Mereka menjawabmu: Kami tidak pernah tahu adanya penyimpangan-penyimpangan ini!!! Kamu katakan kepada mereka: Sesungguhnya orang yang kalian bergabung dengannya dan kalian akui kepemimpinannya tiada lain murid masa depan kalian yang masih hidup, akan tetapi penilaiannya itu dengan menghilangkan suatu kaum dan menetapkan kaum yang lain, bukan karena alasan kebaikan orang yang sudah meninggal atas yang ditinggalkan, maka ketika itu mulai menampakkan keburukan orang-orang terdahulu.

Perkara ini menimbulkan sebuah pertanyaan bagi setiap orang yang mengkaji: Siapakah yang menyimpang?

Bersama penulis kitab ini membuat dirimu untuk membaca dengan penuh perhatian agar dapat menentukan dengan benar, ilmu dan adil siapakah yang menyimpang.

Aku telah berbicara hal ini dengan salah seorang mereka, dalam rangka berusaha untuk memahamkannya bahwa ia tidak berhak untuk bergabung dengan jalan ini, bahkan kalian menjadi seperti orang asing, dan tidak ada ajaran salaf pada kalian, oleh karena itu kalian bisa saja berkata: Sesungguhnya kami memiliki ijtihad baru dan prinsip baru, oleh karena itu cukuplah kalian di pasar-pasar kedustaan dengan datangnya para pengikut dan yang baru datang, aku tidak tahu akah engkau dapat memahami ini, karena dia pergi dan tidak kembali.

Semoga Allah membalas seluruh lembaran yang bagus ini dalam menjelaskan siapa yang benar dalam menisbatkan dirinya kepada jalan ini dan siapa saja orangnya, semoga Allah memberi manfaat bagi orang yang adil dan pengikut kebenaran yang berlepas diri dari hawa nafsu dan kebodohan.

Dan Allah pemberi petunjuk bagi setiap kebaikan.

Saudara kalian abu qotadah

KATA PENGANTAR ABU WADH-HA AL-BAHRAINI

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah, sholawat serta salam atas nabi yang paling mulia dan tuan para rasul, keluarga dan seluruh sahabatnya, amma ba’d:

Sungguh aku sangat ingin pertama kali mengucapkan terima kasih kepada Anshar Al Islam Institute, atas persembahan mereka dengan menerjemahkan kitabku, karena nabi saw bersabda: “Tidak bersyukur kepada Allah siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia. HR. Ahmad dan di Shohihkan oleh Al Albani).

Dan setiap orang yang berusaha mencoba atau bekerja dalam menerjemahkan, melihat adanya kesulitan dan keberatan dalam pekerjaannya, dan bahwa risalah dan makalahnya sama terkadang menghabiskan waktu yang lama, lalu bagaimana dengan satu buku? Maka aku memohon kepada Allah agar memberi berkah kepada mereka dan membalasnya dengan sebaik-baik balasan.

Dan saya beritahukan kepada mereka berita gembira bahwa kekekalan ilmu dan keberlangsungannya serta penyebarannya adalah termasuk sedekah jariyah yang ditulis bagi pelakunya dan juga yang menyebarkannya secara bersamaan, disebutkan dalam hadits (Jika anak Adam meninggal maka terputuslah amalanya kecuali tiga) kemudian beliau menyebutkan diantara dari tiga itu adalah (ilmu yang bermanfaat), dan juga disebutkan dalam riwayat Muslim: (Barangsiapa yang menunjukkan sebuah kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan itu), diantara bentuk memberi petunjuk adalah pekerjaan menerjemahkan ke bahasa kaumnya agar mereka memahaminya.

Dan saya secara pribadi tidak bisa menyebarkan kitab tersebut dan menerjemahkannya ke beberapa bahasa, namun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Rusia, Somalia, Swahili dan sekarang Indonesia ditambah lagi disebarkan dengan bahasa aslinya yaitu bahasa arab, dan semua ini atas karunia Allah semata.

Mungkin di sana ada beberapa bagian yang belum saya paparkan dalam kitab itu, yaitu memahami rusaknya metode para khowarij itu, bukan hanya dengan melihat kepada kitab ahlul ilmi dan jihad saja, namun juga dengan melihat langsung, pengalaman dan penelitian, saya sendiri teman sangat dekat sekali dengan Turki Bin’ali, dan ia adalah penanggung jawab dewan syareat sebelumnya bagi Daisy, dan aku menyaksikan sendiri secara langsung beberapa perkara yang sangat jelas bagiku akan kerusakan metode mereka dan kesesatannya.

Para ekstrimis pada umumnya, adalah orang yang paling banyak mempengaruhi dan menentukan banyak alat dalam diskusi mereka, yaitu senjata (harus), karena mereka sangat longgar sekali dalam menyatakan tuduhan dan membagikan piagam penyimpangan atas orang lain! Sehingga di sana terjadi sikap memaksakan diri dalam menjatuhkan lawan seterunya, dan di sana ada sebuah kaedah dalam  bab ini: yaitu setiap semakin seseorang banyak menambah dan mempersempit jarak masalah-masalah khilafiyah (yang diperselisihkan), maka akan semakin mudah untuk mengharuskan adanya lawazim atau konsekwensi, metode ini sebelumnya telah terjadi antara Ibnu Abbas dalam diskusinya yang terkenal dengan khowarij, dimana mereka berkata bahwa sahabat telah menetapkan berhukum kepada manusia dalam agama Allah sebagai ganti dari berhukum kepada kitabullah, maka datanglah Ibnu Abbas dan bersaksi dengan ayat ini (Dan jika kalian khawatir adanya  perpecahan antara keduanya maka utuslah seorang hakim dari keluarga laki-laki dan keluarga wanita) untuk menetapkan bahwa tahkim kepada manusia itu boleh dengan nash al qur’an.

Atas hal itu maka saya akan menggunakan metode itu dalam kitab ini untuk berdiskusi dengan mereka.

Dan orang yang melihat kepada apa yang dikatakan oleh para ekstrimis dalam bahasa selain arab akan melihat di sana adanya kedustaan yang jelas, dan penukilan yang mengkaburkan kelompok-kelompok jihad, karena para ekstrimis mengetahui bahwa kelompok ini tidak memiliki suara yang berbicara dengan bahasa-bahasa itu untuk membela dirinya, maka mereka membuat-buat kedustaan! Dan membuat tuduhan atas mereka hingga sampai batas kekafiran, pengkhianat dan bekerja sama dengan kaum kafir!!!

Contohnya adalah rilisan (Wa laa tantadziru) yang dirilis oleh yayasan Al Hayat yang berafiliasi kepada Daisy dan itu yayasan khusus disebarkan mayoritasnya dengan bahasa inggris, membuat slogan Jabhah Nushrah (yang Amerika masih terus mengebom mereka secara beruntun), dan Anshorusy Syariah di Libya yang mana para pejuangnya terbunuh dalam pengeboman Amerika di Ajdabiya pada bulan ke enam tahun lalu, bahwa mereka adalah termasuk barisan pertama di belakang Amerika dalam rangka memerangi islam!!! Maka engkau jika mendapati gambaran ini dan engkau tidak mendapati bantahan pihak lain, maka apa yang akan kalian hukumi (terhadap Jabhah Nushrah dan Anshorusy Syareah)? Maka engkau akan berkata bahwa pernyataan ini benar dan engkau mempercayainya, oleh karena itu engkau harus berhati-hati dalam menerima apapun yang keluar dari jama’ah ini dalam menghukumi pihak lain. Karena jama’ah ini sangat mudah berdusta demi menjatuhkan lawan seterunya, meskipun ia bersaksi atas kekafiran dan kemurtadan lawan seterunya.

Sebagaimana disebutkan dalam muqaddimah shohih muslim dari Ibnu Sirin dia berkata: (Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agama kalian), dan bahwa ilmu tentang pengkafiran adalah ilmu yang masuk dalam agama ini, maka hendklah seseorang melihat dari siapa dia mengambil ilmunya, apakah dia sosok yang berhati-hati dan berhujjah serta tidak mengkafirkan kecuali dengan dalil-dalil yang lebih terang daripada sinar matahari? Atau ia sangat mudah dan meremehkan dalam takfir dan berdusta demi mengkafirkan lawan seterunya?

Dan penutup bahwa permasalahan kita dengan Daisy bukanlah tentang mengkafirkan para thaghut dan bukan dalam memerangi tentara mereka juga bukan dalam menerapkan syareat dan menegakkan agama, serta bukan juga dalam mengambil jihad sebagai jalan untuk menhilngkan kehinaan atas umat ini akan tetapi permasalahan kita dengan mereka adalah sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang syaikh: (Maka dasar perselisihan kita dengan mereka ada lima perkara: Pengkafiran tanpa cara yang benar, membunuh tanpa alasan yang benar, berdusta, bodoh, dan tidak memelihara siyasah syar’iyyah (politik berlandaskan syareat) dalam amal jihad).

Aku memohon kepada Allah agar meneguhkanku dan para saudaraku di Indonesia berada di atas kebenaran, dan mengakhiri hidup kita dengan kesyahidan di jalan-Nya, dan menjadikan kita berkhidmat untuk membela agama kita, dan akhir dakwah kami, alhamdulillahirrabbil alamin.

Saudara kalian

Ahmad Al Hamdan / Abu wadh-ha Al-Bahraini

MUQADDIMAH

Kitab ini sebenarnya adalah serial dari makalah yang telah aku tulis sejak 22 April 2014 hingga 3 Mei 2015 M, dan saya kumpulkan dalam satu kitab setelah disaring, diralat dan ditambahi. Di situ saya menjelaskan pokok perbedaan antara dua organisasi (daulah) dan (al qaedah) dari satu sisi, dan di sisi lain kami bertanya-tanya dalam kajian ini! Apakah klaim – kalim yang dikatakan (Daulah) terhadap (Al Qaedah) adalah kepajangan dari masalah yang sudah lama atau itu adalah penyimpangan yang muncul baru-baru ini!!! Karena Daulah mengaku bahwa al Qaedah Usamah berada di atas manhaj yang benar dan Al Qaedah Aiman telah menyimpang dari jalan Al Qaedah pertama!.

Kami sekali-kali tidak akan mengkritisi kebenaran klaim ini dari kacamata syareat, akan tetapi kami akan mengkritisinya dari sisi dampak – dampaknya dan konsekwensi – konsekwensi dalam menghukumi kelompok – kelompok salafi jihadi secara umum, berdasarkan ijtihad – ijtihad atau pandangan-pandangan yang dikeluarkan oleh tandzim daulah. Dan diskusi ini akan berdasarkan adab-adab serta sumber-sumber rujukan dari dua kelompok tersebut.

Saya akan mengambil dalil dari rekaman audio atau video kemudian saya membuat catatan nomor halaman, ketauhilah saya sangat berusaha untuk mengarsipkan file-file materi ini, disertai dengan peringatan bahwa sebagian makalah yang telah saya kumpulkan dalam kitab ini telah aku tulis sebelumnya dengan judul Musta’ar.

Saya ketika ditengah – tengah penulisan, ada seseorang yang mengusulkan kepadaku agar menerjemahkan kitab ini ke bahasa inggris, dan benar-benar saya terjemahkan kitab itu dengan judul “Methodological difference between ISIS and Al Qaeda dari pihak yayasan (Al Muwahhidun)

Peringatan: Ketika aku membantah pernyataan atau klaim daulah bukan berarti aku mendukung seluruh pernyataan dan aksi-aksi Al Qaedah, adapun yang ada dalam kitab ini hanyalah sekedar diskusi yang tidak lebih dari itu.[1]

Abu Wadh-hi Al Bahraini

 [1] . Seorang pemikir untuk masa depan yang tidak mau pemikirannya menjadi kerdil atau terbagi untuk memikirkan sebuah jama’ah itu sendiri, karena jika ia lakukan maka ia akan menjadi seorang tawanan, dan akan kehilangan kredibilitasnya, dan tidak akan bisa mengatakan “kamu salah”, oleh karena itu dia menolak dengan semacam ini secara mutlak.

Bersambung…..

(AR/AJ/AnsharAlIslam)

Advertisements