Dalam kisah singkat ini, akan menceritakan kisah tentang Abu Zaid, ia berasal dari kota Hama, yang mana kota tersebut sekarang dikuasai oleh pasukan Assad.

Suatu ketika disaat Jihad telah dimulai di Suriah, Abu Zaid memutuskan untuk bermigrasi ke Belanda, seperti apa yang dirasakan yang menjadi pilihan terbaik baginya, namun Abu Zaid tetap terus mengikuti berita-berita tentang Suriah sambil ia menjalani hidup normalnya di Belanda.

Suatu hari, secara tidak sengaja Abu Zaid mendengarkan sebuah ceramah dari Syaikh Muhammad Al-Arifi. Syaikh meriwayatkan dari sebuah Hadis, dan Hadis tersebut mengubah kehidupan Abu Zaid, selamanya. Inilah penyebab yang menyebabkan ia dapatkan petunjuk.

Hadis tersebut mengatakan tentang, ‘Malhama’ yang akan berlangsung di bumi Syam – (Hadis lengkap bisa dilihat dalam Hadis Muslim 2987). Bagian dari Hadis mengatakan:

“Mereka kemudian akan melawan dan 1/3 (bagian) dari tentara akan melarikan diri, yang Allah tidak akan pernah memaafkan. Sepertiganya akan Gugur (Syahid) dengan kesyahidan sebaik-baik kesyahidan di mata Allah, dan 1/3-nyalah yang akan memenangkan peperangan dan tidak akan pernah kalah, dan merekalah yang akan menjadi penakluk Konstantinopel.”

Setelah mendengarkan bunyi hadis tersebut, Abu Zaid menyadari bahwa mungkin ia merupakan bagian dari pasukan ke-3 yang akan melarikan diri karena ia bermigrasi dari Suriah disaat Jihad telah dimulai.

Segera setelah itu, Abu Zaid memutuskan untuk mengemasi barang-barangnya dan segera bergabung ke dalam barisan Mujahidin.

Kami memohon kepada Allah untuk menerima kesungguhan dan Jihad Abu Zaid.
Aamiin

(tgr/ansharalislam)

Advertisements