Rezim Assad mengumumkan pada hari Kamis (22/9) melakukan operasi militer di lingkungan timur Aleppo yang dikepung, ketika jet tempur Rusia mengintensifkan serangan mereka pada beberapa lingkungan yang telah dibebaskan.

Media teroris Assad pada Kamis menyiarkan pernyataan “menasihati” warga sipil di lingkungan timur Aleppo untuk menjauh dari para “militan,” mengatakan bahwa gerombolan Assad akan mengambil langkah-langkah dan memfasilitasi untuk membantu mereka (warga) yang telah tertipu (baca: Assad memfitnah warga telah ditipu oleh mujahidin).

Pernyataan itu bertepatan dengan serangan intensif Rusia di lingkungan Aleppo yang terkepung dan di pedesaan Aleppo dengan menggunakan bom cluster, fosfor, dan bom vakum di samping bom barel (bom cluster & fosfor adalah yang dilarang penggunaanya oleh Internasional, namun aturan itu sama sekali tidak berlaku bagi sesama kafirin Internasional).

Serangan-serangan udara ini dianggap sebagai serangan udara Rusia paling sengit pada lingkungan Aleppo di bulan ini, menurut aktivis.

Dalam rincian, lingkungan al-Sukkari Aleppo dijadikan target oleh jet Rusia. Lingkungan itu juga dihujani bom barel, sementara artileri dan peluncur roket turut digunakan untuk bombardir. Ini menyebabkan tewasnya 15 warga sipil, yang kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak, dan mencederai puluhan lainnya.

Dalam konteks yang sama, jet tempur Rusia melakukan serangan udara, menggunakan bom cluster dan fosfor, di lingkungan Bestan al-Qasr, merenggut nyawa 10 warga sipil.

Serangan udara lainnya menargetkan lingkungan al-Ramoseh, al-Ameryya, al-Kallasa, dan al-Ansari.

Selebihnya, 7 warga sipil tewas oleh serangan udara Assad-Rusia yang menargetkan kota Khan al-Assal dan al-Houteh di pedesaan Aleppo barat.

Di sisi lain, seorang pemimpin di Jaisyul Fath memperingatkan gerombolan teroris Assad dan para begundalnya milisi Iran terhadap konsekuensi menyerang warga sipil yang terkepung di lingkungan timur Aleppo.

Dalam sebuah pernyataan singkat kepada media, pemimpin di Jaisyul Fath menekankan bahwa faksi Jaisyul Fath masih bisa mengambil inisiatif di Aleppo, menunjukkan bahwa persiapan untuk mematahkan pengepungan warga sipil di lingkungan Aleppo Timur masih terus berlangsung. (ornews/ansharalislam)

Advertisements