Pemimpin Jabhat Fath asy-Syam Syaikh Abu Muhammad al-Jaulani mengatakan hari Sabtu (17/9) bahwa perjanjian Rusia-Amerika di Suriah bertujuan untuk melindungi daerah-daerah yang dikuasai rezim Assad dan menargetkan aksi-aksi perjuangan di Suriah, dan Jabhat Fath asy-Syam berada di urutan teratas daftar sasaran mereka. Kemudian, Amerika akan menargetkan pihak lain seperti Ahrar al-Sham dan Jaysh al-Islam untuk melaksanakan proyek politik di kawasan itu.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, syaikh al-Jaulani mengutuk perjanjian Rusia-Amerika baru-baru ini, menuduh Washington, Moskow, dan Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, berkolusi dengan rezim Assad.

Syaikh al-Jaulani juga menganggap bahwa tujuan rencana ini adalah agar rezim dapat mengepung Aleppo, maka diikuti dengan perjanjian Rusia-Amerika, dan akhirnya de Mistura akan mengumumkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Pemimpin Jabhat Fath asy-Syam (JFS) menggambarkan kesepakatan antara Moskow dan Washington sebagai perjanjian militer murni, menekankan bahwa itu mengarah ke penyerahan kelompok perlawanan bersenjata Suriah dan agar mereka meletakkan senjatanya. Dia menambahkan bahwa negosiasi yang diumumkan de Mistura juga akan mengarahkan agar para penentang Assad di Aleppo khususnya untuk menyerah.

Syaikh al-Jaulani menunjukkan bahwa umat Islam berada dalam keadaan rugi dan mempertahankan eksistensi terhadap apa yang ia sebut “Proyek Rafidhiyah”, memperingatkan akan konsekuensi dari keberhasilan proyek tersebut dan penolakan atasnya di seluruh wilayah.

Sehubungan dengan pernyataan dari faksi FSA yang mengecam penargetan Jabhat Fath asy-Syam oleh koalisi pimpinan AS, syaikh al-Jaulani menunjukkan bahwa faksi itu sangat mengetahui bagaimana perkembangan di arena pertempuran setelah JFS dijadikan target. Beliau mengucapkan terima kasih kepada semua faksi untuk sikap mereka.

Syaikh al-Jaulani menganggap bahwa Amerika bersikeras menargetkan Jabhat Fath asy-Syam meskipun JFS telah mengambil tindakan seperti mengakhiri hubungan dengan al-Qaeda. Desakan JFS dengan menjadi kekuatan yang aktif di medan perjuangan, dan fakta bahwa ia berdiri kokoh sebagai batu penghalang di depan proyek yang ditujukan agar rakyat Suriah menyerah adalah alasan di balik penargetannya, kata syaikh al-Jaulani. Faksi-faksi lain yang melakukan peran seperti itu, akan menghadapi nasib yang sama, tambahnya.

Dalam hal menargetkan Abu Omar Saraqeb, Komandan Jendral Jaisyul Fath, oleh Assad atau pesawat tempur koalisi pimpinan AS, syaikh al-Jaulani menunjukkan bahwa serangan-serangan udara menargetkan ruang operasi untuk mematahkan pengepungan Aleppo oleh Assad, bukan hanya Abu Omar Saraqeb pribadi .

Tujuannya adalah untuk benar-benar mengepung Aleppo, penyelidikan awal menunjukkan bahwa pesawat tempur koalisi pimpinan AS-lah yang melakukan serangan, tandas syaikh al-Jaulani. (on/ansharalislam)

Advertisements