Pertempuran sengit dan bentrokan antara pasukan rezim dan para pejuang mengguncang tepi timur ibukota Suriah pada hari Jumat (16/9), seorang koresponden AFP dan sumber militer mengatakan, meskipun telah ada gencatan senjata yang rapuh di seluruh negeri.

“Tentara Suriah memblokir serangan oleh kelompok-kelompok bersenjata (mujahidin, ed) yang mencoba memasuki timur ibukota melalui Jobar … memicu bentrokan sengit dan serangan roket,” kata seorang sumber militer kepada AFP.

Sebuah rentetan tembakan roket dan meriam terdengar datang dari distrik Jobar, pinggiran timur yang dikuasai para pejuang di Damaskus.

Distrik itu telah menjadi medan pertempuran selama lebih dari dua tahun dan hampir semua penduduk di masa pra-perang telah mengungsi.

Kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk HAM juga melaporkan bentrokan itu dan mengatakan lebih dari 21 peluru dan roket menghantam bagian Jobar.

Dua tembakan meriam juga menerjang kawasan Bab al-Sharqi tetangga Damaskus tetapi tidak menimbulkan jatuhnya korban, kata Observatorium.

Rami Abdel Rahman, yang mengepalai kelompok pemantau-berbasis di Inggris ini, mengatakan dua faksi mujahidin Faylaq al-Sham dan Jabhah Fath asy-Sham hadir di Jobar.

Dia tidak memiliki informasi segera mengenai korban.

Berdasarkan kesepakatan (drama) “gencatan senjata” yang dinegosiasikan oleh Moskow dan Washington, yang mulai berlaku pada Senin malam, tidak begitu terlihat adanya akibat yang signifikan, rezim Assad-Rusia tetap melanjutkan pemboman darat dan udaranya ke wilayah pemukiman penduduk di daerah-daerah yang dikontrol mujahidin, sehingga korban jiwa dan terluka pun sudah berjatuhan, bahkan Assad mulai menebar para penembak jitu untuk membunuhi warga sipil. (ea/ansharalislam)

Advertisements