Rezim Syiah Assad pada Selasa (13/9) melakukan banyak pelanggaran gencatan senjata (baca: drama kepentingan) yang diprakarsai AS-Rusia di Suriah, lapor media-media lokal Suriah.

Mulai dari pedesaan Damaskus, teroris Assad menargetkan kota Madaya dengan senjata mesin 23 mm, menurut Hadi al-Monjaed seorang koresponden media di pedesaan Damaskus.

Di Quneitra, artileri gerombolan penjahat kemanusiaan Assad menargetkan desa Taranja, Jabbata al-Khashab, Ein al-Baida, dan Ofaniya.

Di Suriah tengah, di Hama, tercatat banyak pelanggaran dilakukan oleh pasukan rezim diktator Assad menurut Firas Karam, seorang koresponden di Hama.

Helikopter rezim Syiah Assad pada Selasa malam menjatuhkan bom barel di desa Kokab. Demikian pula, gerombolan teroris Assad, yang ditempatkan di gunung Zainal Abideen, menargetkan Soran, Taibat al-Imam kota, dan desa Ma’ardes, di sebelah utara Hama, dengan senjata mesin kaliber berat. Desa Atshan di pedesaan timur Hama ditargetkan dengan bom barel juga. Selebihnya, Desa al-Zallaqiyat di pedesaan Hama utara ditargetkan dengan bom barel.

Di Homs, enam peluru artileri menghantam daerah pemukiman di al-Ghanto. Meriam ditembakkan oleh teroris Assad yang terletak di desa Jabbourin dan Akrad al-Dasnyya. Kota al-Houleh di pedesaan Homs utara juga ditargetkan dengan dua peluru yang ditembakkan dari tempat yang sama.

Di Aleppo, jet tempur Assad menargetkan kota Kafar Naha di pedesaan barat Aleppo, Ammar Jaber.

Harus diingat bahwa gencatan senjata (baca: drama kepentingan) yang ditengahi AS-Rusia mulai berlaku Senin saat matahari terbenam. Rezim Assad, bagaimanapun, melakukan banyak pelanggaran dari sejak waktu awal gencatan, menargetkan warga sipil dan membunuh serta melukai puluhan dari mereka. (on/ansharalislam)

Advertisements