Dalam ruang pertempuran Operasi Omari Mujahidin lakukan penyerangan untuk membebaskan Ibukota Tarkinkot, Provinsi Uruzgan dan saat ini Alhamdulillah Tarinkot telah jatuh ke tangan Mujahidin Imarah Islam Afghanistan.

Pada saat pertempuran yang dimulai Kemarin (07.09.16), pasukan Afghan berusaha menghindar ke bandara. Mujahidin menyerukan pada pasukan Afghan di Tarinkot agar menyerahkan diri sebelum mereka dibunuh. Kemudian komandan Akbar Khan dan 40 anak buahnya menyerahkan diri pada Mujahidin beserta sejumlah besar senjata dan kendaraan.

Mujahidin juga berhasil masuk ke penjara di ibukota provinsi tersebut. Dilaporkan Mujahidin berhasil bebaskan tawanan yang terdiri dari warga sipil dan Mujahidin yang dipenjara secara tidak adil oleh pemerintah Afghan.

Mujahidin menyerang sekitar 6 markas pasukan Afghan dan sebanyak 32 pos pemeriksaan berhasil di rebut Mujahidin di wilayah strategis dari Pie Nawa, Gara Aab, Kshata Darweshan dan Marabad. Sedangkan di wilayah distrik Dehrawod, Mujahidin berhasil bebaskan 18 pos pemeriksaan dan memperoleh banyak rampasan perang.

Dalam pertempuran ini puluhan dari pihak musuh yang tewas dan terluka. Seorang Mujahidin syahid insya Allah dan satu orang Mujahidin lainnya terluka dalam pertempuran di Tarinkot.

photo_2016-09-09_17-03-59

Saat semua jalur utama menuju Tarinkot ditutup oleh Mujahidin Taliban. Keadaan kota saat itu benar-benar akan direbut.

Dilaporkan juga pasukan Sraa Qita atau Pasukan Unit Merah Imarah Islam Afghanistan turut dalam pertempuran di pusat Uruzgan dan dipimpin oleh Komandan Haji Nasir. Pasukan Sraa Qita inilah yang menyerang ke dalam penjara di ibukota provinsi Uruzgan.

Mereka dibentuk dan bekerja seperti pasukan khusus, tetapi lebih disiplin, teratur dan dilengkapi dengan peralatan/persenjataan yang lebih baik.

Pasukan Sraa Qita atau Pasukan Unit Merah Imarah Islam Afghanistan.
Pasukan Sraa Qita atau Pasukan Unit Merah Imarah Islam Afghanistan.
Advertisements