Daerah Aleppo timur yang dikuasai mujahidin kembali terputus setelah gerombolan Syiah rezim Assad merebut kembali komplek militer di al-Ramousa.

Setengah kota Aleppo di utara Suriah yang berada dibawah kontrol mujahidin sekali lagi dipotong pasukan rezim Syiah Bahsar Assad, setelah sebelumnya mereka melakukan pengeboman berat dengan gencar dan berulang kali berupaya untuk mendorong mujahidin keluar dari wilayah yang mereka ambil bulan lalu.

Gerombolan bersenjata pro-rezim, yang didukung oleh serangan udara Rusia yang sengit, pada hari Minggu (04/9) merebut kembali kompleks militer strategis di kawasan Ramousa di pinggiran barat daya Aleppo, menurut media rezim Suriah dan sebuah pemantau.

Mujahidin telah merebut kompleks itu bulan lalu dalam serangan yang menerobos pengepungan rezim di lingkungan timur Aleppo yang dikuasai mujahidin – rumah bagi sekitar 300.000 orang.

Pengambilalihan daerah itu oleh gerombolan Syiah Suriah secara otomatis memberlakukan kembali pengepungan di lingkungan yang dikuasai mujahidin di kota ini.

Dengan perkembangan terbaru ini faksi mujahidin mengatakan bahwa mereka akan bersatu kembali untuk melancarkan serangan balik guna mematahkan lagi kepungan Assad kali ini.

Al-Ramousa sangat penting bagi semua pihak. Itu penting bagi rezim karena akan membuka jalan bagi mereka untuk mengelilingi daerah yang dikuasai mujahidin. Daerah ini juga penting untuk mujahidin karena merupakan satu-satunya jalur suplai.

Pernah menjadi kota terbesar di Suriah, Aleppo telah dibagi antara kontrol rezim Syiah di sebelah barat dan kontrol mujahidin di sebelah timur sejak pertengahan 2012.

Gerombolan Syiah Suriah untuk saat ini bisa merasakan sedikit kegembiraan dengan terebutnya kembali komplek militer di al-Ramousa, namun itu hanya sementara – insya Allah – mujahidin akan kembali melancarkan operasi pembebasan dengan upaya yang lebih dahsyat lagi.

Wahai kaum muslimin! Jangan lupakan mujahidin didalam setiap do`a kita. (ajz/dbs/ansharalislam)

Advertisements