Sebagaimana telah ramai di beragam pemberitaan, termasuk konfirmasi dari media resmi Daulah Al baghdadi sendiri, bahwa juru bicara mereka Abu Muhammad Al Adnani – yang terkenal karena banyak melakukan kelancangan – telah dijemput maut, informasi yang beredar menyebutkan dia beberapa hari sebelumnya mengalami luka-luka.

Sedikit kita mengingat tentang Al Adnani – terlepas dia sudah benar-benar mati terbunuh ataupun belum -, yang mengorbitkan nama Al Adnani sebenarnya bukanlah semata karena jabatan yang disandangnya, tetapi karena selama masa jabatannya itu dia adalah seorang yang sangat berani mengumbar sumpah serapah, mencaci dan mencela serta melaknat siapa saja yang menolak kelompoknya – yang dianggapnya khilafah -, menebarkan kebencian, menghasut penumpahan darah secara liar, melontarkan ancaman-ancaman pembunuhan dan memutarbalikkan fakta-fakta kebenaran, diantara yang paling terkenal tentang hal itu terkait pengkhianatan Abu Bakar Al Baghdadi kepada  Al Qaeda.

Berikut ini adalah diantara seruan dan instruksi kekerasan tak terkendali dari Al Adnani yang cukup terkenal;

Jika kamu tidak dapat menemukan IED atau peluru, kemudian keluar seorang kafir Amerika, Prancis, atau salah satu sekutu mereka maka pukulah kepalanya dengan batu, atau sembelihlah dia dengan pisau, atau tabraklah dengan mobilmu, atau lemparkanlah dia dari tempat yang tinggi, atau cekiklah, atau racunilah!

Tidaklah engkau kekurangan atau terhina. Jadikanlah sloganmu (mottomu): “Saya tidak akan selamat jika penyembah salib dan anshor thaghut selamat.”

Jika kamu tidak mampu melakukannya, maka bakarlah rumahnya atau mobilnya atau bisnisnya. Atau rusaklah tanamannya!

Jika kamu tidak mampu melakukannya, maka ludahilah wajahnya!

Jika dirimu menolak untuk melakukannya, sementara saudara-saudaramu dibombardir dan dibunuh, dan sementara darah dan harta mereka di mana-mana dihalalkan oleh musuh-musuh mereka, maka kembalilah ke (tinjaulah) agamamu. Maka kamu berada dalam kondisi yang sangat berbahaya karena dien ini tidak tegak kecuali dengan al wala’ dan al bara’…

* * * * * * * * * * * * * *

Tetapi yang paling membuat Al Adnani menjadi terkenal – terutama dikalangan pendukung ISIS yang bahkan kepopuleran Al Adnani mengalahkan Abu Bakar Al Baghdadi sendiri yang memang sangat pemalu untuk tampil – dia telah berhasil “membudayakan” mubahalah baik di kalangan anggota, pengikut maupun para penggembira ISIS.

Dalam banyak diskusi atau perdebatan di beragam media sosial, antara yang pro dan kontra Khilafah ala Al Baghdadi, ibarat sebuah trend dan kewajiban bagi para pendukung ISIS untuk selalu mengajak mubahalah dan meminta lawan diskusi atau debat agar mengaminkan do`anya Al Adnani.

Berikut kami tampilkan juga kutipan mubahalah Al Adnani yang langka tapi nyata secara lengkap;

* * * * * * * * * * * * * *

DOA MUBAHALAH ABU MUHAMMAD AL ADNANY (JUBIR ISIS)

“Ya Allah, sesungguhnya mereka itu telah menuduh kami sebagai Khawarij dan mereka memprovokasi kaum muslimin terhadap kami, sehingga mereka itu dengan sebab fatwa-fatwa mereka membunuhi mujahidin muwahhidin yang telah menadzarkan jiwa-jiwa mereka untuk membela dien-Mu, dan menumpahkan darah mereka untuk meninggikan kalimat-Mu dan menyerahkan potongan-potongan badan mereka untuk memberlakukan syari’at-Mu.”

Ya Allah, sesungguhnya mereka itu dengan perbuatannya ini telah melemahkan mujahidin, membuat senang orang-orang kafir, menguatkan mereka atas mujahidin serta menambahkan dari penderitaan kaum muslimin mustadl’afin.

Ya Allah, sesungguhnya mereka itu duduk di negeri yang jauh; mereka tidak melihat dengan langsung dan tidak mendengar langsung, namun mereka melontarkan berbagai tuduhan semaunya kepada kami tanpa bukti dan tanpa pengakuan.

Ya Allah, sesungguhnya mereka telah memecah belah barisan mujahidin di setiap tempat.

Ya Allah, sesungguhnya mereka itu melakukan suatu perbuatan dan kemudian menuduhkannya kepada kami.

Ya Allah, sesungguhnya mereka itu menghalalkan darah kami dan membolehkannya serta membunuhi kami, bila kami membiarkan mereka maka mereka membinasakan kami dan bila kami membela diri dan membalas mereka, maka mereka menangis di berbagai media dan mencap kami sebagai Khawarij.

Ya Allah, tanyakan kepada mereka kenapa mereka tidak menangisi Syaikh Abu Abdil Aziz rahimahullah, kenapa mereka tidak memprovokasi untuk menyerang pembunuhnya atau menuntut darahnya, bukankah ia menghabiskan umurnya seraya berpindah-pindah dari berbagai front dan berbagai penjara?! Apakah dikarenakan telah terbukti bahwa Daulah bukan yang membunuhnya?! Dan apakah mereka itu akan diam bila tidak diketahui pembunuhnya?! Ataukah mereka akan menuduh Daulah?!

Ya Allah, tanyalah mereka kenapa mereka tidak mengecam para pembunuh muwahhidin di Sinai?! Kenapa mereka tidak memprovokasi manusia untuk memerangi mereka? Dan kenapa mereka memuji-muji thaghut mereka dan mendoakannya?!

Ya Allah, sesungguhnya mereka itu tidak membedakan antara mujahidin dengan Shahawat, para perampok dan para penjahat, mereka samakan seluruhnya dan semuanya mereka namakan sebagai Ummat, dan mereka sebut semua sebagai mujahidin, mereka mendukungnya, mereka menyokongnya serta mereka membantunya, sehingga mereka itu memundurkan jihad puluhan tahun ke belakang.”

……..

Ya Allah bila Daulah ini adalah daulah khawarij, maka hancurkanlah pilarnya dan bunuhlah para pemimpinnya dan gugurkanlah panjinya serta berilah hidayah bala tentaranya kepada Al Haq.

Ya Allah bila ia itu Daulah Islam yang berhukum dengan Kitab-Mu dan Sunnah Nabi-Mu serta menjihadi musuh-musuh-Mu, maka teguhkanlah, jayakanlah, menangkanlah dan berilah baginya tamkin di muka bumi, serta jadikanlah ia sebagai khilafah ‘alaa minhaj an nubuwwah.

Katakanlah; “Amiin” wahai kaum muslimin.

Ya Allah berilah hukuman kepada setiap orang yang memecah belah barisan mujahidin, mencerai-beraikan persatuan kaum muslimin, membuat bahagia orang-orang kafir, membuat dongkol kaum mu’minin serta memundurkan jihad bertahun-tahun ke belakang.

Ya Allah bongkarlah rahasianya, tampakkanlah niat buruknya, dan turunkanlah kepadanya kemurkaan-Mu dan Laknat-Mu, serta perlihatkanlah kepada kami keajaiban Qudrah-Mu.

Katakanlah wahai kaum muslimin: “Amiin”.

[Selesai]

Di awal mubahalahnya, Al Adnani memutarbalikkan fakta dan memfitnah Mujahidin dengan terang-terangan dan tanpa malu. Tidak akan ada yang terkecoh kecuali orang-orang yang baru mengenal informasi pergerakan Islam di masa-masa kemunculan ISIS, atau yang sepemahaman dengan ISIS (ghulat takfir) ataupun yang tertipu dengan propaganda media mereka yang sangat gencar. Kelompok Al Adnani-lah yang pertama kali mengkhianati mujahidin, mereka pun menghasut umat Islam untuk membenci mujahidin global, terutama Al Qaeda dan Taliban. Mereka juga mengingkari baiatnya kepada Syaikh Ayman bahkan menghina beliau kemudian, mereka pun menghunuskan pedang dan menebaskannya kepada mujahidin dimanapun mereka mampu, apakah itu di Suriah, di Afghanistan, di Libya dan beberapa tempat lainnya.

Mereka memurtadkan Mullah Umar, Taliban, Syaikh Ayman, Syaikh Abdullah Azzam dan banyak alim ulama lainnya. Mereka mencela dan memurtadkan HAMAS tanpa membantu muslimin Palestina sama sekali kecuali pernah mereka menyebarkan VCD/DVD untuk mengajak warga Gaza berbaiat kepada Al Baghdadi.

Mereka membunuhi muslimin dan mujahidin dengan keji dan biadab; meledakkan bom di tubuh mereka, menyembelih mereka, memenggal, menyalib, meledakkan kepala dengan bom dan lain sebagainya, itu semua mereka rekam dan disebarkan sendiri dengan penuh bangga…. kelompok yang sangat haus darah.

Hampir semua manusia yang berakal tahu, bahwa sejak dahulu Amerika Serikat dan pasukan salibnya serta kekuatan Zionis internasional telah berusaha sedemikian keras untuk membungkam, memfitnah, memburu, memerangi dan membunuhi mujahidin Al Qaeda dan Taliban. Begitu besar kebencian dan permusuhan mereka kepada Al Qaeda dan Taliban, namun kini semua manusia menyaksikan bagaimana ISIS memiliki agenda dan tujuan yang sama dengan Amerika dan Zionis, sama-sama memusuhi dan memerangi mujahidin Al Qaeda dan Taliban. Itu fakta yang tak terbantahkan.

Kemudian di bagian akhir mubahalahnya, Al Adnani dengan jelas sekali meminta kepada Allah agar menghancurkan pilar-pilar Daulahnya, membunuhi para pemimpinnya, menggugurkan panjinya serta memberi hidayah kepada balatentaranya. Dia pun meminta pada Allah agar diberi hukuman kepada yang memecah belah mujahidin, yang mencerai-beraikannya dan seterusnya.

Dalam waktu yang tidak begitu lama, kubu-kubu utama ISIS jatuh satu persatu, benteng pertahanan mereka rontok di banyak wilayah bak kayu rapuh, pasukan mereka melarikan diri dari “istana-istananya”, wilayah pendudukan mereka porak poranda – meskipun dari awal juga ISIS tidak memiliki wilayah “khilafah” yang jelas dan tetap, secara faktual mereka bisa disebut khilafah nomaden – para pemimpin utamanya pada mati terbunuh, panjinya tercoreng tidak bebas lagi berkibar di banyak tempat di muka bumi ini, para prajuritnya beriringan membelot karena terkuak kenyataan yang tak serupa dengan janji dan harapan. Disaat persatuan mujahidin kuat dan solid, ISIS mencabut paksa diri dan memecah persatuan itu – ISIS dibentuk April 2013, baru beberapa tahun kemarin berbeda jauh dengan mujahidin yang sudah puluhan tahun berjihad fie sabilillah – serta berusaha kuat mencerai beraikannya dengan melakukan propaganda siang-malam untuk merayu umat agar berbaiat pada mereka dan pada saat yang sama menghasut umat agar membenci dan memerangi mujahidin.

Sekiranya benar kabar kematian Al Adnani ini seiring dengan diperlihatkannya oleh Allah bukti-bukti mubahalah Al Adnani yang lain, ini merupakan suatu rahmat dari Allah SWT bagi setiap muslim yang memiliki akal jernih untuk dapat melihat dimana al-Haq itu berada, dan juga suatu pertolongan dari Allah bagi mereka yang tertipu dan terperangkap dalam tipu daya propaganda Daulah Baghdadi sehingga mereka dapat menemukan hakikat jati diri sebenarnya dari kelompok ekstrem ini.

Saatnya bagi para pendukung Daulah Baghdadi yang masih memiliki akal sehat dan qalbu yang masih hidup untuk segera bertaubat dan meninggalkan penyimpangan agar tidak terjerumus semakin dalam ke jurang kesesatan. Sungguh semakin hari yang tersisa dari para pengikut dan pendukung ISIS tinggalah mereka yang paling taqlid buta, lemah akal, panjang angan-angan dan buruk adab serta mereka yang benar-benar terputus akan kabar kenyataan yang sebenarnya tentang kelompok ini.

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan.” (Hadits shahih riwayat At Tirmidzi (no. 3537), Al Hakim (IV/257), Ibnu Majah (no. 4253). Lafazh hadits ini menurut Imam At Tirmidzi)

Advertisements