Sebagai bagian dari operasi militer Turki yang sedang berlangsung di Suriah utara, dua kelompok dukungan AS di sisi yang berlawanan dari operasi telah bentrok di dekat kota Jarabulus di provinsi Aleppo utara. Jaysh al Tahrir, sebuah kelompok pemberontak yang beroperasi di bawah naungan Tentara Pembebasan Suriah dan konon telah menerima beberapa rudal TOW anti-tank dari AS, mengklaim telah merebut dua desa dari Pasukan Demokratik Suriah Kurdi yang dipimpin (SDF) di selatan Jarabulus. SDF telah menerima dukungan-US yang cukup, termasuk serangan udara dan pasukan operasi khusus yang tertanam dalam kelompok itu.

Dalam salah satu video, pejuang dari Jaysh al Tahrir dapat terlihat berjalan melewati komplek salah satu desa dekat kota Al Amarnah. Seorang pejuang kemudian ditampilkan sedang mengacungkan bendera SDF yang diambil dari daerah setempat. Di lain video (sekarang telah dihapus), Jaysh al Tahrir mengklaim telah mengambil tawanan “lebih dari delapan” pejuang SDF dalam operasi dekat Al Amarnah. Video itu juga menunjukkan para pejuang SDF yang tewas dalam gambar-gambar di Twitter feed mereka.

Jaysh al Tahrir bekerja bersama beberapa kelompok yang didukung Turki dalam operasi Turki, Perisai Eufrat. Operasi ini secara nominal untuk melindungi perbatasan Turki dari ISIS, meskipun begitu, juga dimaksudkan untuk mendorong kembali SDF ke daerahnya. Kelompok yang paling kuat dalam SDF adalah Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang merupakan cabang Suriah dari organisasi yang AS tunjuk sebagai teroris yaitu Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Ketika SDF merebut kota Manbij dengan dukungan berat dari AS, Turki diminta untuk mempercepat intervensi guna mencegah kemajuan yang lebih jauh dari Kurdi.

jai1
Foto Jaysh al Tahrir dengan tawanan yang diklaim merupakan SDF.
jai2
Para Pejuang Jaysh al Tahrir setelah merebut Al Amarnah dari SDF.

(lwj/ansharalislam)

Advertisements