Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan PKK-yang terkait YPG terlibat dalam pembersihan etnis di Suriah, dan mengkritik mereka karena menentang operasi anti-ISIS oleh Turki di wilayah tersebut.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Belanda Bert Koenders di Ankara, Cavusoglu mengecam keras afiliasi YPG Suriah, PKK karena gagal untuk mundur kembali ke timur dari Efrat sebagaimana janji mereka sebelumnya.

“YPG perlu mundur kembali ke timur dari Sungai Efrat, karena mereka dan Amerika Serikat sebelumnya telah berjanji, dan akan menjadi sasaran jika mereka tidak bersedia melakukannya,” dia mengingatkan.

Cavusoglu mencatat bahwa Operasi Perisai Efrat yang diluncurkan oleh Turki bertujuan untuk membersihkan Daesh/ISIS dari daerah itu dan mendorong gerombolan bersenjata tersebut menjauh dari kota yang sebelumnya mereka kuasai.

Dia menekankan bahwa sebagai Turki sebelumnya menyatakan, tidak mungkin untuk mengalahkan Daesh/ISIS dengan serangan udara saja dan operasi darat yang efektif diperlukan untuk membersihkan gerombolan haus darah itu dari Suriah dan Irak.

Angkatan Bersenjata Turki (TSK) menghujani sasaran YPG dengan meriam Kamis (25/8) yang dilaporkan mencoba untuk bergerak ke arah selatan kota Suriah, Jarablus dari utara Manbij meski ada peringatan dari tentara.

Tentara Turki telah memperingatkan PYD selama Operasi Perisai Eufrat untuk mundur ke Sungai Sajur, yang berasal di Turki dan mengalir ke sungai Eufrat di Suriah.

Terlepas dari peringatan ini, kelompok itu meneruskan gerak majunya, tapi harus kembali ke Sungai Sajur setelah TSK menghujani daerah tersebut.

PYD – afiliasi Suriah dari kelompok komunis PKK Kurdi – telah memperluas dominasinya di sebelah barat Sungai Eufrat sejak akhir Desember tahun lalu, memperkuat kehadiran mereka di wilayah ini dengan menggunakan dalih memerangi ISIS. (ts/ansharalislam)

Advertisements