Banyak orang menderita sesak napas pada hari Ahad (28/8) setelah gas, diyakini klorin, dijatuhkan dalam bom barel oleh penjahat kemanusiaan reaim Assad di lingkungan Qaber al-Engleze, Aleppo, menurut sebuah rumah sakit dan kelompok penyelamatan lokal.

Minggu lalu, sebuah laporan rahasia oleh PBB dan pengawas senjata kimia global telah mengatakan bahwa rezim Assad melakukan setidaknya dua serangan gas beracun terhadap warga sipil di Suriah.

Penyelidikan itu menemukan ada informasi yang cukup untuk menyimpulkan bahwa helikopter Assad rezim menjatuhkan perangkat yang kemudian melepaskan zat beracun di Talmenes pada tanggal 21 April 2014 dan Sarmin pada 16 Maret 2015, keduanya di gubernuran Idlib. Kedua kasus serangan gas itu menggunakan klorin. (on/ansharalislam)

Advertisements