Beberapa kelompok warga Darayya mencapai kota Suriah utara Idlib setelah mereka dipaksa untuk meninggalkan kota asal mereka dengan kampanye pemboman darat dan udara secara nonstop oleh rezim Syiah Assad termasuk penggunaan senjata terlarang bom napalm, kata koresponden media lokal Mohammad al-Faisal.

5 bus yang sarat penumpang, sekitar 280 orang mencapai Puri al-Madeeq di pedesaan Hama pada Sabtu dini hari (27/8), sebagian besar dari mereka adalah perempuan, anak-anak dan orang lanjut usia.

Penduduk setempat di Puri al-Madeeq menunggu selama berjam-jam dan menyiapkan kegiatan untuk menyambut kedatangan rekan-rekan Suriah mereka yang tiba saat mereka ditemani oleh mobil dari Bulan Sabit Merah Suriah.

Pada hari Jumat (26/8), kelompok evakuasi pertama dari warga sipil meninggalkan Darayya ke pinggiran Damaskus Sahnaya. Puluhan ibu dan pejuang oposisi berkumpul di alun-alun utama kota asal mereka sebelum jam keberangkatan datang.

“Kami ingin melihat pemandangan terakhir dari saudara-saudara kami dan makam kaum kerabat sebelum deportasi paksa oleh rezim Assad dilaksanakan,” salah seorang penduduk setempat mengatakan.

Gerombolan rezim Assad mengepung Darayya sejak tahun 2012 dan hanya satu pengiriman bantuan yang telah mencapai kota sejak saat itu. Konvoi bantuan yang memuat beberapa kotak vaksin dan obat-obatan.

Selama bertahun-tahun mereka yang tinggal di Darayya telah mengalami pemboman terus menerus, serta menderita kekurangan makanan, air dan listrik. Pasokan listrik terputus lebih dari tiga tahun yang lalu.

Setelah 4 tahun bertahan rakyat Daraya akhirnya terpaksa harus menyerah karena keadaan kelaparan yang sangat buruk akibat blokade dan penindasan yang dilakukan oleh rezim Bashar Assad.

Daraya, adalah tempat lahirnya perlawanan damai selama bertahun-tahun bahkan sebelum dimulainya revolusi Suriah.

Daraya, adalah tempat pembantaian yang dilakukan rezim Bashar Assad yang menewaskan lebih dari 700 jiwa dalam waktu 4 hari pada tanggal 25 Agustus 2012 lalu.

Daraya, melawan rezim dengan mawar dan air. Mereka dibiarkan sendirian melawan tank-tank dan pengepungan. Rakyatnya terlalu baik untuk dunia yang buruk.

Semoga Allah merahmati masyarakat Daraya yang melawan kekejaman rezim selama mereka mampu melawan, sebelum akhirnya terpaksa menyerah demi anak-anak mereka, dan mereka tak akan terlupakan.

Rakyat Daraya akan tetap menang di hadapan Allah. Sedangkan para pecundang adalah mereka yang telah mengkhianati rakyat Daraya.

Daraya dan rakyatnya akan menjadi bagian dari sejarah bagi kekuatan dan keberanian seperti kota lainnya di Grozny, Fallujah, Kabul dan lainnya.

Saat warga sipil Daraya dan para pejuang beserta keluarganya memulai keberangkatan mereka untuk meninggalkan kampung halaman dan rumah mereka, salah satu wilayah yang dituju adalah Idlib.

photo_2016-08-27_19-13-28

photo_2016-08-27_19-13-38

photo_2016-08-27_19-13-35

photo_2016-08-27_19-13-32

photo_2016-08-27_19-13-58

Pejuang Ahlusunnah dan warga Daraya ucapkan perpisahan untuk yang terakhir kalinya sebelum meninggalkan Daraya.

Mungkin mereka tidak pernah lagi bisa mengunjungi makam para pahlawan dan keluarga yang telah mendahului mereka kembali kepangkuan Allah karena kelaparan, pengepungan dan pembunuhan tanpa henti oleh rezim Assad.

photo_2016-08-27_19-14-04

photo_2016-08-27_19-14-01

(dbs/ansharalislam)

Advertisements