Pasukan rezim Syiah Suriah dan gerombolan bersenjata ISIS melakukan serangan senjata kimia di negara yang dilanda perang itu selama tahun 2014 dan 2015, menurut sebuah penyelidikan oleh PBB dan pengawas senjata kimia global.

Yang menelusuri fakta-fakta kejahatn perang dan kemanusiaan dengan penggunakaan senjata kimia itu adalah Mekanisme Investigasi Gabungan (JIM) menemukan bahwa pasukan yang setia kepada diktator Suriah Bashar Assad bertanggung jawab atas dua serangan klorin di provinsi Idlib, satu di Talmenes pada tanggal 21 April 2014 dan satu di Sarmin pada tanggal 16 Maret 2015. Dan dikatakan ISIS adalah satu-satunya kesatuan dengan kemampuan, kecakapan, motif dan sarana yang menggunakan gas belerang mustard di kota Marea gubernuran Aleppo pada 21 Agustus 2015.

Pada September 2013, Assad setuju untuk menyerahkan semua cadangan senjata kimia untuk dimusnahkan di bawah persyaratan kesepakatan yang ditengahi oleh AS dan Rusia. Namun, para pejabat intelijen Barat mengatakan Damaskus belum menyerahkan “barang sedikitpun” dari persenjataan kimia seperti yang dipersyaratkan oleh perjanjian.

Pada bulan-bulan intervensi, Rusia dan Cina telah menggunakan Dewan Keamanan mereka untuk memveto resolusi guna melindungi pemerintah Assad dari aksi PBB, termasuk rujukan yang mengarah ke Mahkamah Pidana Internasional. (el/ansharalislam)

Advertisements