Setelah pertempuran terakhir antara gerombolan rezim Assad dan organisasi PYD di daerah yang dikendalikan Kurdi, gerakan Nuruddin Al-Zanki menyatakan pada hari Senin (22/8) membuka koridor untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan dan medis bagi warga sipil yang dikepung rezim Assad di lingkungan Sheikh Maqsud di Aleppo.

Mujahidin Nuruddin Al-Zanki mengatakan dalam sebuah pernyataan video bahwa, “Setelah mengamati aksi militer, antara pihak yang bertikai di Hasaka (antara rezim Assad dan pejuang Kurdi – PYD), yang mencapai Aleppo – khususnya kawasan Maqsud Sheikh – dan menyebabkan pengepungan oleh rezim teroris Assad, kita, dari Nuruddin Al-Zanki – sektor Aleppo, mengumumkan membuka koridor kemanusiaan ke kawasan Sheik Maqsud.” Pernyataan ini memperlihatkan bagaimana mujahidin selalu mengedepankan sisi kemanusiaan walaupun dalam situasi kondisi berkecamuknya pertempuran.

Menurut pernyataan itu, koridor kemanusiaan bagi warga sipil itu mulai dari lingkungan Sheikh Maqsud menuju lingkungan Aleppo timur yang telah dibebaskan, bertujuan agar memungkinkan bantuan kemanusiaan dan medis bisa masuk.

Pembicara dalam pernyataan itu memaksudkan “mereka yang didalam kontrol” di lingkungan untuk memfasilitasi dan bekerja sama guna membuka koridor sehingga warga sipil dan yang terluka dilindungi.

Hal ini layak untuk diingat bahwa pasukan teroris rezim Assad telah menargetkan kawasan Sheikh Maqsud dengan roket, sementara Unit Perlindungan Rakyat (PYD) membalas dengan menargetkan rezim yang mengendalikan jalan Kastello jalan dan mencegah kendaraan ke arah masuk-keluar dari lingkungan yang dikuasai rezim. Buntut dari perseteruan antara rezim Syiah Assad dan pejuang komunis Kurdi PYD berimbas kepada warga sipil di daerah yang menjadi ajang pertempuran dua pihak anti Islam tersebut. (on/ansharalislam)

Advertisements