“Bom dan roket Israel menghancurkan ladang dan daerah pertanian di sekitar Bayt Hanun di Gaza utara,” kata seorang saksi mata.

Sekitar tiga roket Israel juga jatuh di daerah irigasi dan pertanian di utara daerah tersebut.

Sumber dari kementerian kesehatan di Gaza mengatakan sedikitnya dua warga sipil dirawat di rumah sakit karena cedera serius. Salah satu sumber dari pihak Israel mengatakan bahwa roket balasan yang ditembakkan dari Gaza menyerang pemukiman Sderot, tetapi tidak ada korban.

Setelah serangan roket tersebut, jet tempur Israel melancarkan beberapa pemboman acak ke Jalur Gaza.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas sebuah roket yang ditembakkan ke kota Israel selatan, Sderot.

Tentara Israel telah menembakkan rudal ke Jalur Gaza utara. Sebuah roket yang ditembakkan dari kantong wilayah Palestina ke Israel selatan, tidak menyebabkan cedera atau kerusakan.

photo_2016-08-22_19-52-55

photo_2016-08-22_19-52-59

Seorang juru bicara kementerian kesehatan Palestina mengatakan dalam sebuah postingan media sosial bahwa pemuda Palestina berusia 17 tahun mengalami cedera ringan akibat pecahan peluru dalam kakinya selama serangan Minggu malam di beberapa daerah di utara Gaza.

Juru bicara militer Israel Peter Lerner mengatakan pasukan Israel “membalas” atas serangan roket dengan menargetkan gerakan Hamas.

“Dalam menanggapi serangan roket dari Jalur Gaza, IAF (Angkatan Udara Israel) dan tank menargetkan dua pos Hamas di Jalur Gaza utara,” kata Lerner dalam sebuah pernyataan, menurut kantor berita AFP.

photo_2016-08-22_19-53-01

photo_2016-08-22_19-53-04

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas roket yang ditembakkan ke kota Israel selatan Sderot.

Pada tanggal 2 Juli, serangan udara Israel menghantam empat lokasi di Gaza setelah sebuah roket menghantam sebuah bangunan di Sderot.

Tidak ada korban dilaporkan dalam kejadian itu.

Israel mengakhiri kehadiran militer permanen di Jalur Gaza pada tahun 2005 dalam apa yang disebut sebagai “pelepasan Gaza”.

Namun, daerah itu secara efektif tetaplah diduduki karena Israel mempertahankan kendali wilayah udara, pinggir laut dan semua akses kendaraannya, menghalangi perdagangan dan pergerakan bebas bagi wilayah berpenduduk dua juta jiwa tersebut. (dbs/ansharalislam)

Advertisements