Pertempuran selama 3 hari berakhir dengan dikuasainya kubu terbesar ISIS di Al-Rai, Aleppo Utara.

Kelompok bersenjata pimpinan Al-Baghdadi yang selama ini bercokol di Aleppo dan sering menebar teror kepada warga serta melancarkan serangan membokong kepada mujahidin, telah hengkang dari kubu utamanya disana setelah mujahidin mengambil pilihan terakhir dan terbaik dengan menggunakan kekuatan untuk menghalau kelompok yang suka melakukan kekacauan tersebut.

Pertempuran antara faksi-faksi mujahidin Suriah dan organisasi ISIS telah berakhir dan faksi mujahidin menguasai benteng terbesar dari kelompok bersenjata tersebut di pedesaan utara Aleppo setelah terjadi pertempuran selama tiga hari berturut-turut yang ditandai dengan pertempuran saling serang dan saling mundur dari kedua belah pihak.

Faksi (Fastaqem, Sultan Murad, Faylaq Al-Sham, Liwa ‘Mutassim, Jabhah Syamiyah dan Liwa’ Al-Hamza) mengambil alih lokasi strategis kota Al-Rai pada sore hari (17/8) yang merupakan penghubung antara Aleppo utara dan pedesaan di timur, di mana tercatat dalam pertempuran itu mereka telah menewaskan lebih dari 30 anggota bersenjata ISIS dan puluhan lainnya luka-luka, selain itu berhasil menangkap tiga elemen ISIS, sedangkan sisanya melarikan diri ke kota Jarablus, yang hampir terisolasi setelah organisasi ISIS kalah di kota Manbij oleh SDF.

Dilaporkan bahwa, faksi-faksi berjanji untuk terus memerangi pasukan gerilya PKK (Komunis Kurdi), organisasi ISIS dan rezim Syiah Assad.

Dalam konteks yang sama, ruang operasi yang terdiri dari beberapa faksi merilis sebuah rekaman pernyataan yang mengumumkan dan menegaskan bahwa Kota Al-Rai telah sepenuhnya dikuasai dan mereka bersumpah untuk terus melawan organisai Al-Baghdadi di daerah yang tersisa di Pedesaan Aleppo dan gerombolan PKK (yang mengacu pada PYD), serta rezim Assad. (tgr/ansharalislam)

Advertisements