Setidaknya 10 warga Palestina terluka dan lainnya mengalami lemas sementara karena kekuangan oksigen selama bentrokan Selasa (16/8) dengan pasukan penjajah srael di Tepi Barat yang dicaplok.

Pasukan Israel melancarkan serangan ke kamp pengungsi al-Fawar dekat kota Hebron, mencari beberapa rumah dan menahan paksa seorang warga Palestina, menurut saksi mata.

Para saksi mengatakan serangan itu telah memicu bentrokan dengan warga Palestina yang melempari batu sedangkan pasukan penjajah Israel menggunakan peluru berlapis karet, gas air mata dan peluru tajam yang mematikan.

Menurut Red Crescent Society Palestina, sepuluh warga Palestina terluka oleh peluru tajam selama aksi kekerasan Israel itu.

Tidak ada komentar dari penjajah Israel atas bentrokan tersebut.

Pasukan Israel sering melancarkan serangan ke wilayah Palestina di Tepi Barat berdasarkan klaim “hendak” menangkap warga Palestina.

Sementara itu, buldoser Israel telah menghancurkan delapan rumah penduduk Palestina rata dengan tanah di kota Seir, sebelah utara Hebron, mengklaim bahwa rumah-rumah itu dibangun tanpa izin dari otoritas mereka, menurut warga setempat.

Warga juga menambahkan bahwa lebih dari 55 warga setempat mengungsi, termasuk 27 anak-anak. (aa/ansharalslam)

Advertisements