Sebuah faksi kuat Taliban yang sempat berbeda pandangan dan menjauh dari kelompok utama telah ishlah dan bersumpah setia kepada amir baru Taliban, Mullah Haibatullah. Bersatunya kembali faksi ini, yang dikenal sebagai Mullah Dadullah Mahaz atau Front Mullah Dadullah, adalah keberhasilan terbaru dalam upaya Taliban untuk membawa kelompok-kelompok yang berselisih pendapat dan para komandan kembali ke jamaah setelah sempat ada perbedaan sesudah wafatnya pendiri dan amir pertama, Mullah Umar rahimahullah.

Taliban mengumumkan bahwa keluarga Mullah Dadullah Akhund, seorang komandan yang dihormati, dan saudaranya, Mullah Dadullah Mansour, serta sekelompok komandan dan pejuang telah bergabung kembali dengan Imarah Islam Afghanistan akhir pekan lalu, menurut sebuah pernyataan yang dirilis pada Voice of Jihad. Rekonsiliasi itu dipelopori oleh Mullah Abdul Manan Akhund, seorang saudara dari Mullah Umar rahimahullah.

“Pada hari Kamis (11 Agustus), ayah yang dihormati (Haji Abdullah), anak-anak dan saudara-saudaranya (Sher Agha dan Gran Agha), keponakan (Mullah Ihsanullah), anggota keluarga, komandan (Mullah Muhammad Dawood Akhund, Mullah Muhammad Sadiq Akhund) dan sejumlah pejuang dari pahlawan Imarah Islam, asy syahid Mullah Dadullah Akhund dan Mansoor Dadullah berjanji setia kepada pemimpin Imarah Islam, Amirul Mukminin Syekhul Hadits Mawlawi Haibatullah Akhundzada hafidzahullah setelah sepemahaman dengan pejabat Imarah Islam dan almarhum saudara Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid rahimahullah.

“Keluarga berjanji bahwa mereka akan benar-benar taat dan terus mengabdi di jajaran persatuan Imarah Islam dan akan berusaha untuk yang terbaik dari kemampuan mereka untuk menghadapi musuh-musuh Islam dan tanah air,” lanjut pernyataan itu.

Front Mullah Dadullah (juga dikenal sebagai Mullah Dadullah Mahaz) ini dinamai Mullah Dadullah Akhund, seorang komandan Imarah Islam Afghanistan yang populer dan syahid – insya Allah –  terbunuh oleh pasukan khusus Inggris di provinsi Helmand pada Mei 2007. Amerika dan koalisinya menuduh Mullah Dadullah bertanggung jawab karena merangkul ideologi al Qaeda dalam melancarkan jihad global, dan memasukkan taktik al Qaeda, termasuk penggunaan bom syahid, di medan perang.

Setelah Mullah Dadullah Akhund syahid pada tahun 2007, saudaranya, Mullah Mansour Dadullah, dan Mullah Adbul Qayoum Zakir diasumsikan dalam peran kepemimpinan teratas. Mullah Adbul Qayoum Zakir adalah mantan tahanan Teluk Guantanamo yang telah menjabat sebagai komandan militer Taliban dan sekarang menjadi anggota dewan eksekutif, yang lebih dikenal sebagai Majelis Syura Quetta. Front Mullah Dadullah beroperasi sebagian besar di provinsi Afghanistan selatan Kandahar, Helmand, dan Uruzgan, serta di Zabul, dan dianggap sebagai salah satu dari kelompok Taliban yang paling efektif dan kuat di wilayah tersebut, mereka termasuk kelompok yang dianggap sangat berbahaya bagi koalisi musuh pimpinan AS.

Taliban telah memiliki sejumlah keberhasilan dalam membawa para pemimpin yang dulunya berbeda pandangan kembali lagi bersatu dalam jamaah. Pada bulan April 2016, saudara Mullah Umar, Mullah Abdul Manan Akhund, dan putranya, Mullah Mohammad Yaqub, diberi posisi kepemimpinan senior setelah bersumpah setia kepada Mullah Akhtar Mohammad Mansour. Mullah Manan menjabat ketua Dawat wal Irshad atau Komisi Khutbah dan Bimbingan yang berpengaruh, sementara Mullah Ya`kub diberi kursi di Syura Quetta, “serta kepala militer dari 15 provinsi” dalam struktur Komisi Militer Taliban. Dan setelah Mullah Akhtar Mohammad Mansour syahid dalam serangan pesawat tak berawak di Pakistan pada Mei 2016, Mullah Ya`kub disebut sebagai salah satu dari dua wakil amir Taliban.

Awal pekan lalu, Taliban mengumumkan bahwa Mullah Baz Mohammad, yang menjabat sebagai wakil Mullah Rasul, Mullah Akhtar Mohammad Akhond, seorang komandan di Uruzgan, dan pengikut mereka telah bergabung kembali ke dalam barisan jamaah yang solid. (lwj/ansharalislam)

Advertisements