Ringkasan dari wawancara bersama Syaikh Abdullah Al-Muhaysini dan Syaikh Ibrahim Shaashu (Pimpinan Mahkamah Syariat di Aleppo) di Masjid Agung Umawwi di kota Aleppo, tentang bagaimana pengepungan berhasil dipatahkan, dan beberapa kejadian dalam pertempuran tersebut.

Hal ini dipertanyakan pada Syaikh Al-Muhaysini, mengapa Mujahidin menunggu 27 hari untuk mematahkan pengepungan di Aleppo?

Syaikh Muhaysini menjawab:

“Untuk mengatur pertempuran akan memakan waktu.”

Lebih lanjut beliau menjelaskan:

“Selama 27 hari Aleppo dikepung dan Mujahidin butuh 7 hari untuk mematahkan pengepungan tersebut. Satu yang perlu dipertanyakan, berapa hari yang dibutuhkan bagi Nusayri untuk lakukan pengepungan Aleppo.

Jika Anda melihat video YouTube Anda akan melihat bahwa sebelumnya, dua tahun yang lalu saya telah memberikan khotbah yang berjudul “Lindungi Aleppo” ketika kami lakukan Ribath di Syaikh Najar. Mereka datang dengan kekuatan mereka dan merebut Mallah. Lalu mereka maju dan mengambil alih Jalan Castello. Tentara mereka merayakan hal ini.

Kemudian pahlawan-pahlawan dari Jaish Al-Fath bangkit. Semoga Allah membantu mereka masuk ke Damaskus dan berkhotbah di dalam Masjid Ummawi seperti halnya kita sekarang di Masjid Ummawi Aleppo. Aamiin.

Ketika Aleppo dikepung, semua orang berkumpul dan berkata Aleppo telah terkepung. Mereka mengatakan mereka akan masuk dari Jalan Castello. Kami katakan tidak, kami akan ajarkan Rawafid sebuah pelajaran dan masuk dari pintu (jalan) yang lain. Aku berada di pertemuan pertama, saudara-saudara bertanya berapa banyak amunisi yang kita gunakan? Mereka mengatakan segala sesuatu telah dibawa maju ke depan.

Dan hanya 20% dari 100% para pejuang Jaish Al-Fath yang keluar yang digunakan untuk mematahkan pengepungan, dan mereka yang tidak bisa berpartisipasi sedih dan mempertanyakan mengapa mereka tidak digunakan untuk ikut mematahkan pengepungan. Insya Allah 80% sisanya akan digunakan untuk pertempuran besar yang akan datang.

Sebelum pertempuran dimulai, dilakukan pertemuan untuk mengingatkan pada seluruh Mujahidin untuk berangkat dengan hati yang ikhlas.

Lima hari sebelum pertempuran beberapa saudara datang dan mengatakan bahwa, pabrik pertahanan merupakan hambatan di depan kami dan kami baru saja selesai lakukan pertemuan untuk membahas tentang hal tersebut. Ketika kami mendengar melalui walkie talkie, Takbir. Pabrik Pertahanan telah meledak.

Saat pertempuran dimulai kami mendengar Takbir melalui walkie talkie, Jet Rusia jatuh. Semua ini karena Kuasa Allah.

Sebelum pertempuran dimulai saudara-saudara mengatakan Sekolah Al-Hikmah akan sulit direbut. Kemudian penyerbuan dimulai dan Demi Allah, dalam waktu 17 menit Mujahidin sudah berada di tengah-tengah Sekolah Al-Hikmah

Mujahidin terus maju dan mereka mengatakan bahwa Akademi Artileri akan lebih sulit lagi dan saya berkata, saya akan berdoa setelah sholat Jumat. Ketika saya pergi shalat Jumat sebelum Khutbah, seorang pria mengatakan kepada saya bahwa dari arah timur dan barat Akademi Artileri ditanam sebanyak 600 ranjau. Jadi aku pergi untuk memperingatkan para komandan militer tentang hal itu dan ketika saya mengatakan kepada mereka, mereka tertawa dan mengatakan bahwa Mujahidin sudah menguasai perguruan tinggi dan kami telah masuk dari timur dan barat dengan aman.

Allahu Akbar! Ini adalah Kuasa Allah.”

Syaikh Ibrahim Shaashu (beliau dikepung di Aleepo selama 27 hari):

“Pengepungan menjadi sebuah sekolah bagi kami, Anda mengenal diri sendiri ketika Anda sedang dikepung, hal itulah yang membuat kami bersatu dan kami merasakan manisnya Jihad.

Sekarang, sebagian besar rakyat inginkan kelompok di Aleepo bergabung dengan Jaish Al-Fath, setelah kami saksikan apa yang mereka capai.” (tgr/ansharalislam)

Advertisements