Ribuan warga yang mengungsi mengalir kembali ke kota Manbij di Suriah utara Sabtu (13/8) setelah kelompok pejuang SDF yang didukung AS menghalau pasukan ISIS terakhir dari bekas kubu mereka, warga mengatakan.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan AS mengumumkan pada hari Jumat (12/8) mereka telah menguasai penuh kota yang terletak dekat perbatasan Turki setelah kepergian terakhir dari kelompok ISIS, yang telah menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Ratusan mobil dan kendaraan yang membawa keluarga dan harta benda mereka berbondong-bondong kembali ke kota dari kamp-kamp darurat dan kampung-kampung di pedesaan, di mana banyak warga kota berlindung selama kampanye dua bulan militer, menurut seorang perwira SDF dan kerabat penduduk yang memiliki kontak dengan warga.

Children flash victory signs as they play in Manbij. REUTERS/Rodi Said

“Ribuan orang datang kembali dan toko-toko dibuka. Hari ini adalah hari pertama kehidupan kembali normal,” kata Sharfan Darwish.

Kekuasaan ISIS di Manbij bisa digulingkan setelah dicapai kesepakatan pada hari Jumat (12/8) antara ISIS dan kelompok pejuang dukungan AS, yang menjamin keberangkatan mereka bersama-sama dengan sekitar 2.000 warga sipil, yang diyakini adalah kerabat mereka, menuju benteng mereka di Jarablus dekat perbatasan dengan Turki, seorang warga Suriah dari Manbij yang berhubungan dengan kerabatnya disana mengatakan.

Tidak jelas apakah ISIS meninggalkan para sandera atau para sandera sendiri yang pergi secara sukarela, kata sumber dari pihak Kurdi.

HANTAMAN BAGI ISIS

Hilangnya Manbij, yang diduduki oleh ISIS sejak awal 2014, merupakan pukulan besar bagi kelompok tersebut karena kepentingan strategisnya, melayani sebagai saluran untuk transit para pejuang asing dan persediaan dari perbatasan Turki.

Syria Democratic Forces fighters chat with an injured civilian who was evacuated with others by the SDF from an Islamic State-controlled neighbourhood of Manbij. REUTERS/Rodi Said

Operasi merebut Manbij itu sendiri, di mana pasukan khusus AS memainkan peran penting di darat, menandai kemajuan paling ambisius oleh sebuah kelompok yang bersekutu dengan Washington (yaitu SDF) di Suriah sejak Amerika Serikat meluncurkan kampanye militer terhadap ISIS dua tahun lalu, yang pada hakekatnya berbagai aksi militer Amerika di Suriah justru lebih banyak menyasar kelompok-kelompok mujahidin Suriah daripada ISIS.

Seiring dengan semakin menguatnya peran Rusia dalam konflik Suriah yang mana Rusia juga merupakan sekutu utama Bashar Assad, kekhawatiran AS yang kehadiran militer mereka begitu mendominasi di Timur Tengah semakin mengerucut. AS tentu sangat risau “lapaknya” akan diganggu Rusia.

Namun pada dasarnya kedua negara penjajah tersebut sama-sama ketakutan dengan kekuatan mujahidin yang semakin menggeliat di Suriah khususnya, yang dengan jelas secara fakta mampu menghadapi dengan tangguh kekuatan militer mereka, terutama di darat. AS sendiri selama ini hanya berani melancarkan serangan membokong yang pengecut secara kontinyu dengan pesawat tak berawak kepada mujahidin Syam, sedang Rusia yang paling rajin menebar teror kepada umat Islam Suriah, sudah mulai memaksakan diri menggelar pasukan daratnya. 

Baik bagi Amerika dan Rusia ancaman paling nyata bagi kepentingan mereka tiada lain dan tiada bukan adalah mujahidin Syam, bukan ISIS. Bagi mereka dalam tinjauan dan timbangan strategi, ISIS hanyalah satu kelompok sporadis yang hanya menyeruduk, menubruk dan menyikut kiri kanan siapa pun yang ada di dekatnya. Sangat berbeda jauh dengan mujahidin Syam dan juga Al Qaeda, yang memiliki tujuan dan program komprehensif yang jelas dan matang.

Dengan fakta tersebut, sah-sah saja bila dikatakan perang AS terhadap ISIS adalah kosmetik belaka, apalagi Rusia yang sangat terang-terangan hampir tidak pernah menyentuh posisi ISIS dengan beragam bomnya.

Yang jelas, ada satu hal yang dapat langsung terlihat dari banyaknya perkembangan dalam konflik di bumi Syam dari berbagai sudutnya, yaitu Allah membuktikan sumpah serapahnya Al-Adnani. Beberapa waktu yang lalu dia mengatakan,

“Ya Allah bila Daulah ini adalah daulah khawarij, maka hancurkanlah pilarnya dan bunuhlah para pemimpinnya dan gugurkanlah panjinya serta berilah hidayah bala tentaranya kepada Al Haq.”

Dan sekarang bukti dan fakta di lapangan telah berbicara membenarkan keinginannya. (dbs/ansharalislam)

Advertisements