Al-Adnānī (jubir resmi ISIS) berkata,

“Kami akan mencerai-beraikan jamaah-jamaah dan kami akan pecah belah barisan tanzhim-tanzhim!”

Akan tetapi kenyataannya….

Tanzhimnya di Afrika Barat terpecah belah setelah pemecatan Abu Bakar Syaikū dan Syaikū menuduh amīr (pemimpin) yang baru melakukan perbuatan syirik dan kufur akbar. Dia telah mengirimkan hujjah-hujjah, dasar-dasar, dan penjelasan-penjelasan tentang hal itu kepada qiyādah (para pemimpin) Daulah Khawārij Al-Baghdādy, namun mereka tidak menanggapinya. Ini adalah awal peperangan dan perpecahan yang terjadi wilayah Afrika Barat.

Tanzhimnya di Yaman terpecah belah setelah kelompok Shuhaib Al-‘Awlaqī membelot dan menolak untuk mematuhi perintah qiyādah Daulah Khawārij di Yaman dengan tetap setia kepada qiyādah pusat. Meskipun demikian qiyādah pusat tidak ridha kecuali dengan memberikan lampu hijau kepada qiyādah Yaman untuk menggelar operasi pembersihan dan pembunuhan. Hal itu mendorong orang-orang yang membelot untuk mengumumkan pembelotan mereka dari jamaah dan mengatakan, “Sesungguhnya kami tidak bergabung dengan front tertentu.”

Tanzhimnya di Khurāsān terpecah belah setelah salah seorang qiyādah senior mereka, Abdurrahīm Muslim Dost mengeluarkan surat yang berjudul: Surat kepada orang-orang yang tidak peduli. Dalam surat tsb dia mengumumkan pembelotannya dan mengajak untuk mencerai-beraikan barisan mereka di wilayah Khurāsān.

Realitas di lapangan mengatakan firman Allah Swt,

وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِه

“Makar yang buruk tidak akan kembali kecuali kepada pembuatnya.”

Oleh karena ini para ulama mengatakan, “Balasan yang akan didapatkan oleh seseorang sesuai dengan amal yang mereka lakukan.”

Segala puji bagi Allah yang telah menyatukan barisan Mujahidin dan memberikan kemenangan demi kemenangan melawan musuh-musuh mereka serta mencerai-beraikan barisan kaum Khawārij Daulah Al-Baghdādy. (tgr/ansharalislam)

Advertisements