Anshar Al-Islam.

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya.” [QS Al Anfal: 30]

Segala puji bagi Allah yang telah mengangkat derajat, memuliakan dan menyanjung siapa saja dari kalangan hamba-Nya yang Ia kehendaki, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang telah bersabda:

لَوَدِدْتُ أَنِّي أَغْزُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأُقْتَلُ ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَلُ ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَلُ

“Sesungguhnya saya ingin sekali berperang di jalan Allah, kemudian saya terbunuh, lalu saya berperang lagi lalu saya terbunuh, setelah itu saya berperang lagi dan terbunuh. [HR. Muslim No.3484].

Sesungguhnya perebutan kekuasaan antara kebenaran dengan kebatilan, para wali Allah dengan para wali setan, para pengikut Anbiya’ Alaihimus Shalat was Salam dengan bala tentara thaghut adalah kekal hingga datangnya kiamat,

ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ ۗ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ

“..Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. [QS Muhammad: 4]

Di dalam perang ini (dakwah kepada kebenaran dan jihad di jalan-Nya) Dia-lah yang memilih, meluluskan dan menguji siapa saja dari kalangan hamba-hamba-Nya, dan Ia pula yang akan mengakhirinya dengan akhir yang baik, karena ia percaya terhadap janji Allah, dan tujuan awalnya lurus.

Di antara bentuk penghinaan yang Allah berikan kepada para pengikut kesyirikan adalah bahwa mereka tidak bisa mendapat pencerahan dan menyimak dakwah para Nabi serta tidak bisa mengikuti dan mencari petunjuk darinya, mereka justru memusuhinya, memeranginya dan ingin membunuh para pembawa dakwah tersebut dengan anggapan bahwa mereka akan memadamkan dakwah tersebut,

 وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَّأَسْمَعَهُمْ ۖ

“Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar..” [QS Al Anfaal: 23]

Sampai ketika mereka kehabisan alasan dan dalil untuk menghadapi dakwah tadi, maka..

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَن قَالُوا اقْتُلُوهُ أَوْ حَرِّقُوهُ

“Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan: “Bunuhlah atau bakarlah dia”..” [QS Al Ankabuut: 24]

قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ

“Mereka berkata: “Bakarlah Dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”.” [QS Al Anbiya’: 68]

Inilah perlakuan yang biasa orang-orang kafir berikan kepada setiap Rasul, pembawa petunjuk dan pendakwah kepada kebenaran.

مَّا يُقَالُ لَكَ إِلَّا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِن قَبْلِكَ ۚ

“Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang Sesungguhnya telah dikatakan kepada Rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Rabb-mu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih.” [QS Fushilat: 43]

Sesungguhnya kaum Rafidah majusi yang agama mereka didirikan oleh Ibnu Saba’ telah mengumumkan perang terhadap ahlus sunnah secara keseluruhan sejak lama, dengan targetnya yaitu orang islam yang sesungguhnya, yaitu ahlus sunnah wal jamaah, mereka tidak puas dengan melakukan kejahatan di luar negeri Persia saja, bahkan di dalam negeri perang terhadap ahlus sunnah juga dilancarkan secara dahsyat sejak era thaghut dedengkot mereka yaitu Ismali Ash Shafawi, hingga zaman setan besar mereka yaitu Khameini yang nasabnya majhul, dialah sang antek Yahudi dan nashrani berdasarkan dokumen terbaru yang dibocorkan oleh para walinya.

Kejahatan terbaru yang dilakukan oleh cucu Ibnu Alqami di Iran adalah mengeksekusi sejumlah pemuda islam ahlus sunnah,

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” [QS Al Buruuj: 8]

Para anak keturunan Ibnu Nashiruddin Ath Thusi itu mengira bahwa mereka mampu menghalangi cahaya kebenaran untuk sampai kepada mahkluk, mereka tidak tahu bahwa darah orang-orang yang terzhalimi dan tertindas akan membangkitkan umat ini dengan izin Allah Ta’ala, dan dalam waktu dekat gema jihad ini akan sampai di negeri mereka, sebagai balasan yang setimpal karena mereka telah mengobarkan api peperangan di negeri-negeri islam.

Ahlus sunnah secara umum harus menjadikan kejahatan ini sebagai momen untuk sadar dari kelalaian mereka akan eksistensi sekte riddah yang ada, terkhusus sekte Rafidah, yang lebih rendah dari seluruh manusia dan jin.

Terlebih hari ini mereka tidak lagi bertaqiyyah dan dengan pede menampakkan kejahatan mereka di negeri islam, disamping pemerintah boneka yang ada, mereka adalah penyebab utama sehingga musuh bisa menguasai negeri kita.

Yang sangat diherankan adalah kaum muslimin tidak memberikan respon melalui corong media mereka terhadap kejadian besar dan dahsyat ini sedikitpun, bayangkan ini adalah peristiwa eksekusi terhadap sekumpulan para pemuda ahlus sunnah yang beriman.

Karenanya kami mengucapkan belasungkawa kepada saudara-saudara para syuhada, semoga Allah memberikan ganti yang lebih baik kepada umat, keluarga dan kerabat mereka, membebaskan kaum muslimin yang tertawan di penjara-penjara para thaghut di mana saja, meneguhkan pendirian mereka di atas kebenaran, memberikan mereka ketentraman dan keikhlasan, menampakkan kepada kita balasan kemurkaan-Nya yang ditimpakan musuh-musuh-Nya, serta memenangkan para wali-Nya dari mereka, karena semua itu bukan hal besar bagi Dia.

Maha suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan, Kesejahteraan dilimpahkan atas Para rasul, dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Jamaah Anshar Islam
Rabu, 29 Syawwal 1437 – 30 Juli 2016

(AR/ AnsharAlIslam)

Advertisements