Sebuah ma’had di tengah tengah berkecamuknya perang di Suriah, terletak di wilayah yang kurang aman yaitu di tengah kota Ariha, Idlib.

Walaupun begitu, tidak menghalangi semangat calon mujahidin-mujahidin muda ini untuk menuntut ilmu.

Ma’had ini di namakan Arafat Umar, sebagai sebuah penghormatan kepada sosok seorang mujahidin yaitu Arafat Umar.
Beliau adalah seorang mujahid yang berperang melawan kekejaman rezim syiah Basyar Assad, yang akhirnya gugur setelah lehernya tertembus peluru pasukan syiah Suriah.

Detik kematian beliau sangatlah mengharukan, yaitu ketika beliau sujud dalam akhir hayatnya, membuat letupan semangat baru bagi generasi penerusnya.

Sekilas tentang Ma’had ini, Ma’had yang didirikan selepas pembebasan kota Ariha dari tangan rezim tirani Suriah sekitar bulan Mei 2015 lalu. Sampai saat ini telah menampung 25 murid, 10 diantaranya adalah anak yatim. Mereka terdiri dari beberapa belahan kota di Suriah, diantaranya Idlib, Hama, Aleppo dan ada juga dari anak muhajirin.

Ma’had ini memiliki 3 orang pengajar tetap. Ruang belajar mereka ditempatkan di sebuah ruangan bawah tanah, sehingga menjaga konsentrasi mereka dari serangan udara pasukan syiah.

Biaya operasional ma’had ini menggantungkan dari uluran bantuan masyarakat sekitar. Kadangkala santri mengadakan unjuk kebolehan mereka dalam tilawah dan hafalan ke masjid-masjid di seputar wilayah kota Idlib. Bukan tanpa sebab, mereka unjuk kebolehan agar mendapat bantuan dana operasional ma’had.

Tak hanya sebatas itu kesusahan dalam menuntut ilmu, ustadz merekapun tak mendapatkan gaji yang memadai, dan sering tidak mendapatkan gaji bulanan. Tapi mereka tetap semangat, tuk memperbaiki pendidikan generasi Islam, karena itulah tujuan utama mereka.

Ma’had ini adalah salah satu yang mendapat rekomendasi dari Hayah Fath (perkumpulan ulama Jaish Al-Fath).

Ma’had ini juga telah mendapatkan sertifikat bahwasanya ma’had ini tidak memihak kepada salah satu kelompok, ber-Manhaj Ahlush Sunah wal Jamaah, bebas dari bid’ah dan kerusakan akidah lainnya. (tgr/ansharalislam)

Advertisements