Hampir 120 demonstran dan segelintir polisi terluka dalam bentrokan Jumat saat pasukan India berusaha untuk memblokir pawai yang disebut “kelompok separatis” yang menentang kekuasaan India, kata para pejabat.

Sebuah jam malam terus berlaku di sebagian besar wilayah untuk hari yang ke-22 berturut-turut, Sabtu (30/07).

Sekolah dan bisnis tetap tutup dan layanan internet ditangguhkan, meskipun jaringan mobile sebagiannya telah dipulihkan.

Kashmir telah dibagi oleh penjajah Inggris dan diperebutkan antara India dan Pakistan sejak dua negara itu merdeka dari Inggris pada tahun 1947. Keduanya mengklaim wilayah itu secara keseluruhan.

Beberapa kelompok mujahidin, termasuk Wani Hizbul Mujahidin, telah berjuang selama beberapa dekade, sebuah perkiraan 500.000 tentara India dikerahkan di wilayah bergolak, menuntut kemerdekaan bagi wilayah atau bergabung dengan Pakistan.

Puluhan ribu, sebagian besar penduduk sipil, tewas dalam pertempuran sejak tahun 1989 ketika perjuangan bersenjata menghadapi kekuasaan India (yang secara teknis merupakan penjajahan karena warga Kashmir sendiri tidak menghendaki adanya India hadir di negeri mereka) di Kashmir di wilayah Himalaya mulai.

India secara teratur menuduh Pakistan mempersenjatai dan mengirim gerilyawan melintasi perbatasan de facto yang dikenal sebagai Garis Kontrol, untuk memulai serangan terhadap pasukannya.

Islamabad membantah tuduhan itu, dan mengatakan mereka hanya memberikan dukungan diplomatik dan moral untuk perjuangan rakyat Kashmir guna mendapatkan hak untuk menentukan nasib sendiri.

Rakyat Kashmir sendiri yang hampir semuanya beragama Islam menolak penguasaan paksa oleh pemerintah Hindu India – yang terkenal tak berperikemanusiaan – atas negeri mereka. Mayoritas rakyat Kashmir menghendaki bergabung dengan Pakistan dan sisanya menginginkan berdiri sendiri. (wb/ansharalislam)

Advertisements