Mujahidin Al-Shabab mengatakan bahwa seorang mantan anggota parlemen Somalia yang telah dituntun oleh Allah Ta`ala ke jalan Islam adalah pelaku bom syahid. Salah Nuh Ismail dan rekannya penyerang yang kedua menargetkan markas utama pasukan AU uni Afrika pada Selasa (26/07), yang menewaskan sedikitnya 13 orang.

Seorang mantan anggota parlemen Somalia adalah salah seorang di balik dua pelaku serangan dahsyat bom syahid yang mematikan terhadap pasukan kuffar internasional di dekat bandara internasional Mogadishu, menurut kelompok bersenjata al-Shabab.

Syaikh Salah Nuh Ismail, yang juga dikenal sebagai Salah Badbado, dan seorang penyerang satu lagi yang belum diungkap identitasnya meledakkan mobil yang sarat dengan bahan peledak di gerbang markas utama pasukan Uni Afrika (AU) pada Selasa pagi.

Serangan di pangkalan AMISOM Halane adalah yang terbaru oleh al-Shabab, yang ingin menggulingkan pemerintah rezim boneka yang didukung oleh koalisi kuffar internasional.

Mujahidin Al-Shabab secara teratur menyerang AMISOM, yang terdiri dari sekitar 22.000 personel militer dari Uganda, Kenya, Ethiopia dan negara-negara Afrika lainnya yang membantu untuk mendukung pemerintahan rezim dan tentara Somalia.

Dalam pesan rekaman audio yang dirilis pada hari Rabu oleh stasiun radio pro-Shabab Andalus, Syaikh Ismail – rahimahullah – mengatakan: “Ini adalah pesan terakhir saya untuk saudara-saudara muslim saya. Saya siap untuk meluncurkan serangan terhadap orang-orang kafir dengan harapan kesyahidan dari Allah..”

Beliau meninggalkan pemerintah pada 2010 untuk bergabung dengan mujahidin al-Shabab setelah sebelumnya menjabat sebagai anggota parlemen selama satu dekade, beliau membongkar praktek-praktek pemerintahan rezim Somalia yang secara terang-terangan mengabaikan prinsip-prinsip agama.

Syaikh Ismail, yang berasal dari Somaliland, bergabung dengan parlemen pada tahun 2009 sebagai salah satu dari 275 Islamis yang dicalonkan oleh Sheikh Sharif Ahmed, presiden Somalia kemudian.

Ledakan kendaraan

Syaikh Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer al-Shabab, mengkonfirmasi keikutsertaan Syaikh Ismail dalam serangan itu.

“Salah membelot dari parlemen pada 2010, bergabung dengan kami dan bertobat, dan ia menjadi syuhada hari ini,” kata Abu Musab pada kantor berita Reuters.

Yang disebut anggota parlemen pemerintah Somalia hari ini harus mengikutinya. Kami mengatakan kepada mereka untuk mengambil bagian dalam jihad melalui prosedur yang sama.”

Sementara telah diketahui setidaknya 13 orang musuh tewas dalam ledakan Selasa.

Beberapa bangunan digunakan oleh PBB di dekat Bandara Udara Internasional ibukota Adde Aden, seperti barak yang digunakan oleh pasukan AU, yang berada di Somalia untuk membantu pemerintahan rezim memerangi mujahidin al-Shabab.

“Tiga belas orang tewas dalam dua ledakan kendaraan bunuh diri,” Abdifatah Omar Halane, juru bicara pemerintahan Banadir, pemerintah daerah, mengatakan kepada Al Jazeera melalui telepon dari lokasi ledakan.

“Sembilan dari mereka yang tewas adalah petugas keamanan untuk PBB (tiga lainnya selain petugas). Lima orang juga terluka dalam ledakan.”

Terperangkap dalam ledakan

Polisi mengatakan penyerang pertama meledakkan sebuah bom mobil dan yang kedua berusaha menyerbu pangkalan dengan berjalan kaki.

Tiga penjaga keamanan terperangkap dalam ledakan itu ketika mereka mengawal personil PBB ke markas.

Pada Desember 2014 mujahidin al-Shabab menerobos perimeter keamanan markas Halane sebelum menyerang tentara dalam baku tembak yang berlangsung beberapa jam dan menewaskan sedikitnya beberapa tentara koalisi uni Afrika.

Pasukan AMISOM, dikerahkan di Somalia sejak tahun 2007, dengan “kemenangan” semu mereka yang selalu dibesar-besarkan telah berhasil mendorong al-Shabab keluar dari Mogadishu, yang mana itu sebenarnya merupakan taktik gerilya jitu mujahidin al-Shabaab.

Dan terbukti hingga hari ini, mujahidin masih terus menguasai sebagian besar wilayah Somalia dan sering melancarkan serangan gerilya yang sangat membuat kewalahan pasukan boneka Somalia dan Uni Afrika. (ajz/ansharalislam)

Advertisements