Lima penjaga perbatasan Saudi tewas pada Senin (25/07) dalam bentrokan dengan kelompok bersenjata yang ingin masuk dari Yaman, televisi pemerintah Al-Ekhbariya melaporkan, mengutip kementerian dalam negeri Saudi.

Sebuah pernyataan kementerian menambahkan penjaga perbatasan mendeteksi upaya oleh kelompok-kelompok “musuh” bersenjata untuk menyeberangi perbatasan di beberapa bidang wilayah si selatan Najran pada Senin pagi. Delapan jam bentrokan pun terjadi.

Pernyataan itu tidak mengidentifikasi kelompok-kelompok bersenjata, tapi pasukan Saudi dan gerakan pengacau keamanan dari gerakan Houthi Yaman ini telah saling baku tembak lintas perbatasan selama perang 15 bulan lebih di Yaman.

Pembicaraan perdamaian di Kuwait antara pemerintah Yaman dan Houthi untuk mengakhiri konflik telah berlangsung selama lebih dari dua bulan dengan beberapa hasil yang nyata. Gencatan senjata yang dimulai pada tanggal 10 April telah mengendorkan peperangan, tapi pertempuran terus terjadi hampir setiap hari.

Arab Saudi dan sekutu Teluk Arab-nya telah ikut campur dalam perang Yaman pada Maret 2015 atas nama pemerintah yang didukung secara internasional dari Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. konflik telah menewaskan sedikitnya 6.400 orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan.

Dalam insiden terpisah, koalisi militer pimpinan Saudi mengatakan sebuah helikopter Apache jatuh di kota Marib Yaman, sebelah timur ibukota Sanaa karena cuaca buruk, kantor berita negara SPA melaporkan. (ea/ansharalislam)

Advertisements