Libya – Anshar Al-Islam

Ribuan pengunjuk rasa yang marah berbaris di sejumlah kota di Libya pada Rabu (20.07.16) untuk mengecam serangan udara Perancis yang menargetkan Brigade Pertahanan Benghazi (Saraya Difa) dan diamnya pemerintah yang dibentuk oleh UN, dipimpin oleh Fayaz Sirraj.

Di Tripoli, para pengunjuk rasa berkumpul di Lapangan Syuhada meneriakkan slogan-slogan anti Prancis dan slogan-slogan anti pemerintah bentukan UN.

Protes serupa juga diadakan di Misrata, Gharyan dan Zawiya.

Para pengunjuk rasa menyerukan penggulingan pemerintah Sirraj dan pembentukan sebuah dewan yang lebih tinggi bagi kaum revolusioner.

Komandan Senior Dawn Libya, Salah Badi selama protes di Misrata menyatakan bahwa pejuang revolusioner Libya akan kembali ke tempat kejadian dengan kekuatan penuh untuk melindungi revolusi 17 Februari.

Brigade Salah Burki, salah satu brigade yang paling kuat di Tripoli, mengecam serangan udara dan intervensi Perancis di Libya. Hal ini disebutkan dalam akun resmi Facebooknya dan mengatakan agar seluruh revolusioner Libya bersatu melawan intervensi ini.

Serangan udara juga telah memicu kemarahan di media sosial. Banyak aktivis telah mengubah gambar profil mereka menjadi gambar anti Perancis untuk mengekspresikan kemarahan mereka.

“Pergilah Ke Neraka Wahai Perancis” kalimat yang tertulis di dalam gambar-gambar tersebut.

Pada hari Rabu warga Libya di Tripoli dan Misrata turun ke jalan  untuk lakukan demonstrasi.

Demonstrasi ini bentuk perlawanan warga terhadap intervensi Perancis yang secara terang-terangan masuk ke dalam konflik Libya dan ikut berperan dalam perang di Benghazi bersama pasukan penjahat Khalifa Haftar.

(AR/tgr/AnsharAlIslam)

 

 

Advertisements