Libya – Anshar Al-Islam

Mufti Libya Syaikh Sadiq Al-Gharyani, berbicara pada saluran TV Tanasuh pada Rabu malam (20.07.16) mengatakan bahwa, Menteri Pertahanan Perancis dengan bangga mengumumkan tentang kematian tiga tentara Perancis-nya di Benghazi Barat adalah jelas merupakan sebuah deklarasi perang di Libya.

Mufti menyerukan agar seluruh warga Libya turun ke jalan untuk mengecam dan memprotes intervensi terang-terangan Perancis di Libya.

“Libya harus bersatu untuk melawan serangan asing, masalah ini jelas sekarang, negara kita sedang diserang oleh negara asing. Perancis telah memerangi revolusioner di Benghazi” tambah Mufti.

Beliau juga meminta agar semua kelompok revolusioner membuang konflik mereka dan melawan serangan ini pada negara mereka, mendesak pada orang-orang yang mendukung kesepakatan politik -terutama di Tripoli – untuk mengakhiri dukungan mereka dan berhenti melindungi Dewan Kepresidenan sebagai keputusan dari semua yang mendukung Khalif Haftar dan para pengikutnya.

Mufti menegaskan kembali bahwa operasi Brigade Pertahanan Benghazi datang untuk menghentikan pelanggaran Haftar dan milisinya serta untuk membuat para pengungsi kembali ke kota mereka Benghazi dengan aman, menunjukkan bahwa apa yang dilalui di Libya tidak lebih dari kejahatan yang berusaha dibuat oleh Intelijen dan dieksekusi oleh masyarakat internasional dengan restu dari partai-partai politik yang seharusnya disebut sebagai revolusioner.

Mufti Libya, Syaikh Sadiq Al-Gharyani.

(AR/tgr/AnsharAlIslam)

Advertisements