Sebuah helikopter yang membawa tiga tentara Prancis jatuh di dekat Benghazi, Libya awal pekan ini. Pemerintah Prancis kemudian mengkonfirmasi bahwa semua dari ketiga tentaranya, bersama dengan rekan-rekan Libya mereka, tewas dalam peristiwa itu. Keadaan disekitar kecelakaan tersebut tetap keruh, tapi mujahidin dan umat Islam Libya telah menggemerincingkan pedang mereka sejak kehadiran pasukan khusus Perancis dikonfirmasi.

Sebuah front baru yang menyebut dirinya Brigade Pertahanan Benghazi (BDB / Benghazi Defense Brigades) dengan cepat mengklaim pengakuan menjatuhkan helicopter itu. Pada 17 Juli, lengan propaganda BDB memposting Infographic (lihat gambar) yang menunjukkan bahwa helikopter itu jatuh oleh tembakan rudal panggul. Infographic ini diterbitkan di situs web resmi BDB dan Twitter feed.

lib0

BDB kemudian menerbitkan empat foto (lihat di bagian bawah) konon menunjukkan reruntuhan helikopter tersebut, yang diidentifikasi sebagai Mi-35 buatan Rusia.

Dua pejabat anonim segera mengkonfirmasi kepada Associated Press bahwa helikopter itu telah ditembak jatuh. AP menggambarkan pejabat tersebut sebagai “seorang perwira angkatan udara yang mengetahui para ‘penumpang helikopter'” dan “seorang pekerja resmi untuk misi Barat di Libya.”

Pemerintah Prancis awalnya menolak untuk mengomentari insiden tersebut, mengingat sifat rahasia dari peran Prancis di Libya. Bangsa Barat memiliki pasukan khusus yang tertanam bersama para pejuang yang setia kepada Jenderal Khalifa Haftar, yang telah melancarkan kampanye sengit melawan mujahidin di Benghazi dan di tempat lain. Namun, Prancis belum mengumumkan hubungannya itu secara terbuka, yang menimbulkan kontroversi tatkala terungkap dengan cepat.

Selama pidato pada 20 Juli, Presiden Prancis Francois Hollande menyebutkan penyebab jatuhnya helikopter mereka yang menyebabkan kematian semua awaknya pada “kecelakaan.”

“Pada saat ini kami sedang melakukan operasi intelijen yang berbahaya [di Libya],” kata Hollande, menurut Reuters. “Tiga tentara kami, yang terlibat dalam operasi ini, telah tewas dalam kecelakaan helikopter.”

Ahmed Masmari, juru bicara Haftar, menimpali pernyataan Hollande. Masmari mengatakan “mungkin masalah teknis” yang menyebabkan kecelakaan itu. Dia juga mengklaim bahwa Prancis “mengumpulkan intelijen tentang para pejuang Boko Haram” yang telah berpindah ke daerah dimana helikopter tersebut jatuh. Boko Haram bersumpah setia kepada ISIS tahun lalu dan merubah namanya menjadi “provinsi” Negara Islam di Afrika Barat.

lib1BDB menolak klaim Hollande. Dan dalam hitungan jam pidatonya, kelompok itu mengancam Prancis. Libya akan berubah menjadi “kuburan bagi Anda sebagaimana tiga tentara Anda” dan hanya seperti itu “adalah untuk Italia sebelumnya (Italia dahulu menjajah Libya, ed),” sebut pernyataan 20 Juli dari BDB. Salah satu ancaman BDB dapat dilihat di sebelah kiri.

Menurut dua pejabat Libya yang tidak disebutkan namanya dan anggota milisi yang dikutip oleh Associated Press, sebuah pesawat perang Prancis membalas dengan membom daerah di luar Benghazi pada 20 Juli.

Kemudian, awal hari ini, BDB men-tweeted foto yang diduga menunjukkan salah satu tentara Prancis yang tewas, mengulangi klaimnya telah menembak jatuh helikopter yang mengangkut mereka.

BDB bukan bagian dari jaringan internasional ISIS. Sebaliknya, kelompok ini cenderung berafiliasi dengan Dewan Syura Revolusi Benghazi (Benghazi Revolusioner Shura Council / BRSC) dan Ansar al Syariah, yang keduanya telah dikenal memiliki hubungan dengan al Qaeda.

Misalnya, satu postingan di situs resmi BDB ini memiliki sebuah artikel pendek memuji komandan BRSC Wissam Ben Hamid, yang telah berjuang bersama Ansar al Syariah selama bertahun-tahun. Ben Hamid dikenal secara internasional setelah ia terkait dengan serangan 11 September 2012 di Benghazi, yang menewaskan empat orang Amerika. Ansar al Sharia Libya, yang berafiliasi dengan al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), telah meniupkan hubungan dekatnya dengan Ben Hamid dalam rilisan mereka.

Sebuah laporan pada 2012 Agustus yang diterbitkan oleh Perpustakaan Kongres, dalam hubungannya dengan “kedai” Departemen Pertahanan bernama Kantor Khusus Program Dukungan Teknis Perang Tidak Teratur Melawan Terorisme, menghubungkan Ben Hamid ke jaringan al Qaeda di dalam Libya.

Para pejabat Al Qaeda telah berusaha untuk mengerahkan pasukan di Benghazi dalam beberapa pekan terakhir. Baik pejabat AQIM dan Sheikh Abdullah Muhammad al Muhaysini, yang berbasis di Suriah, merilis pesan mencoba untuk meningkatkan semangat.

Tokoh lain di Libya juga telah berbicara menentang keterlibatan Perancis dalam konflik multi-sisi. Sheikh Sadiq Al Gharyani, tokoh agama senior yang kadang-kadang digambarkan sebagai “Mufti Libya,” mengatakan bahwa konfirmasi kehadiran Perancis pekan ini sama dengan “deklarasi perang,” menurut The Libya Observer. Tampaknya BDB sejajar dengan Al Gharyani.

“Libya harus bersatu untuk melawan serangan asing, masalah ini jelas sekarang, negara kita sedang diserang oleh negara asing – Perancis memerangi para pejuang di Benghazi,” kata Al Gharyani selama wawancara televisi pada 20 Juli.

Brigade Pertahanan Benghazi (BDB) merilis foto-foto dibawah ini yang menunjukkan helikopter yang jatuh yang mengangkut tiga tentara Prancis:

lib5

lib2

lib3

lib4

Advertisements