Sebuah cerita singkat dari seorang ikhwan Suriah yang digembleng di Jerman dan syahid – insya Allah – Kamis (14/07).

Abu Walid berasal dari Deir az-Zor yang terletak di timur Suriah, setelah Jihad pecah di Suriah, Abu waleed bermigrasi ke Jerman untuk mencari kehidupan mewah yang menyenangkan dan apa yang dianggap akan lebih baik untuk masa depannya yang sedikit dia tahu bahwa itu adalah kebohongan di depannya. Setelah tiba di Jerman, Abu waleed mengatakan kepada saya betapa sulit baginya untuk menyesuaikan diri dengan gaya hidup baru dan bahwa banyak hal berubah menjadi lebih buruk daripada saat dia di Suriah.

Dia kemudian melanjutkan untuk memberitahu saya bagaimana dia terkejut ketika menjumpai kaum Muslimin di Jerman yang putus asa untuk bergabung dengan barisan Mujahidin dan bersedia mengorbankan semua yang mereka miliki agar dapat mencapai Suriah. Allah telah menuntun Abu waleed melalui saudara-saudara tersebut saat ia mulai mengembangkan cinta untuk Jihad, Abu Walid kemudian mulai untuk membantu para pemuda Muslim untuk melakukan perjalanan ke Suriah dan dia pun segera bergabung dengan kafilah mujahidin.

Setelah Abu Waleed tiba di Suriah ia bergabung dengan mujahidin Jabhah Nusra, Abu waleed terlibat dalam membantu dan mencari Mujahidin yang terluka dan membantu kebutuhan mereka. Dia tinggal dengan Abu Muad Al jazrawi (tulisan tentang beliau di bagian bawah).

syahid, abu walid

Abu waleed mendaftarkan namanya untuk operasi syahid karena ia sangat ingin menjadi syuhada di jalan Allah. Dia pernah mengatakan kepada saya bahwa ada banyak saudara dalam daftar dan bahwa mungkin diperlukan beberapa waktu sebelum ia mendapat gilirannya, Setelah itu ia memutuskan untuk bergabung dengan pasukan khusus Inghimashi dan syahid dalam pertempuran kedua di Lattakia. Kami meminta kepada Allah untuk menerimanya dan menganugerahkannya tempat di Firdaus serta menggabungkan kami dengannya, aamiin.

 

* * * * * * * * * * * *

 

syam1Abu Muadz telah berhijrah ke bumi Sham dari Arab Saudi, Dalam salah satu pertempuran di Kessab (Lattakia) dua tahun lalu Abu Muadz terluka parah di kedua kakinya setelah kena hantam sebuah rudal tank. Kaki kirinya remuk menjadi potongan-potongan dan beberapa jari kaki kanannya hilang. Akibatnya ia tidak pernah bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda, meskipun ini telah menjadi kondisinya hal tersebut tidak menghalangi dia dari jihad atau cintanya kepada syahadah.

Abu Muadz telah terdaftar namanya dalam daftar untuk melakukan operasi syahid sebelum dia terluka, karena cederanya itu Abu Muadz itu dapat mengemudikan tank tetapi sebaliknya dia punya mobil yang khusus dirancang baginya untuk melaksanakan operasi. Dia telah berusaha lebih dari lima kali untuk melaksanakan operasi namun karena beberapa alasan tidak dapat dilaksanakan, telah ditulis bahwa hari ini (hari dimana beliau melaksanakan operasi istisyhad) akan menjadi hari ia mendapat kesempatan untuk akhirnya dapat melancarkan operasi dan itu berlangsung pada hari terakhir kedua Ramadan.

Kami meminta kepada Allah untuk menerima dan memberinya peringkat tertinggi di Jannah dan untuk menggabungkan kami dengannya, ini bukanlah apa-apa melainkan sebuah deskripsi singkat tentang keteladanan serta keperwiraan dari seseorang yang betul-betul mengharapkan syahid dan ridha-Nya. (Abu Bilal al Muhajir/Facebook)

Lampiran foto:

syam2
Abu Muadz, akibat luka-luka pertempurannya dia harus terduduk di kursi rodanya.
syam3
Operasi bom syahid yang dilancarkan oleh Abu Muadz rahimahullah.
Advertisements