Amaaq, media milik organisasi ISIS mengumumkan kematian komandan militer organisasi ISIS Omar al-Shishani di dekat kota Mosul, Irak.

Media ini mengutip dari sumber yang disebut sumber militer, tentang berita kematian “al-Shishani” selama pertempuran di daerah Sharqat di dekat Mosul, karena mereka menggagalkan kampanye militer terhadap organisasi ini di wilayah tersebut.

Umar Chechen atau yang dikenal sebagai Omar al-Shishani sebelumnya adalah seorang perwira tentara Georgia, dan dia adalah salah satu pemimpin yang paling penting di jajaran tinggi dalam organisasi ISIS dan diangkat sebagai komandan militer pada pertengahan tahun 2014.

Para pejabat militer Amerika telah membuat pernyataan tiga bulan yang lalu, mengabarkan tentang tewasnya “Omar al-Shishani”, tewas dalam serangan udara oleh salibis Amerika di dekat kota Shaddadi, Suriah.

Umar Syisyani adalah salah satu orang yang bertanggung jawab atas kematian ratusan Mujahidin di Deir Al-Zour dan Syu’aytaat.

Ia juga adalah salah satu orang yang berkata pada Salahuddin Syisyani ketika Beliau (Salahuddin Syisyani) menyampaikan penawaran gencatan senjata dari Jabhah Nusrah :

“Kami tidak melakukan gencatan senjata dengan murtadin”

Umar Syisyani pernah mendapatkan perintah dari Syaikh Sulaiman Al-Ulwan untuk meninggalkan Al-Baghdadi, namun ia menolak….

Tangan Umar Syisyani telah berlumuran darah ratusan Mujahidin dan kaum Muslimin di Deir Al-Zour, Hasakah, Raqqah dan Aleppo.

Sekarang, ia harus berhadapan dengan Allah.

Lantas ….
Apakah Adnani atau Al-Baghdadi akan bermanfaat baginya?
Akankah para hakim syariah yang telah meng-halal-kan darah kaum Muslimin di sana dapat ia gunakan sebagai alasan baginya?

Semoga Allah membimbing mereka yang meninggalkannya dan semoga Allah memberikan balasan yang setimpal atas perbuatannya.

Sepertinya mubahalah yang sering didengungkan oleh al Adnani dan para pendukung fanatik ISIS yang minta pada Allah agar ISIS dihancurkan bila mereka salah, mulai menuai hasilnya sendiri, Allahu a`lam. (tgr/ansharalislam)

Advertisements