Kaum Muslimin terbunuh karena tentara musyrik India menembaki mereka ketika berdemo di Kashmir.

Bentrokan di Kashmir yang dijajah oleh India terjadi pasca pemakaman massal untuk seorang pejuang kemerdekaan Burhan Wani (semoga Allah menerimanya sebagai syuhada).

Terjadi kekacauan di bagian selatan Kashmir setelah pasukan India menembaki ribuan demonstran, menewaskan sedikitnya delapan orang Muslim dan melukai puluhan lainnya selama pemakaman massal untuk seorang pejuang yang syahid.

Shiv Murari Sahai, seorang pejabat polisi India, mengatakan bahwa delapan orang dari distrik Kashmir selatan tewas selama protes, termasuk dari salah satu pemuda yang tenggelam di sungai setelah dikejar oleh pasukan para-militer.

Puluhan ribu orang menentang jam malam di beberapa bagian Kashmir pada hari Sabtu untuk memberi penghormatan kepada Burwan Wani, seorang pejuang kebebasan dan disebut “ikon baru” perlawanan Kashmir, yng mengakibatkan bentrokan dengan polisi dan paramiliter.

Wani ditembak mati bersama dengan dua pejuang lainnya oleh pasukan keamanan dan polisi di desa Bumdoora Jumat, 85 km sebelah selatan dari Srinagar, mendorong massa turun berkabung di lembah tempat asal mereka.

Menurut para pejabat, karena berita pembunuhan tersebar di lembah pada hari Sabtu, bentrokan meletus di beberapa kabupaten di Kashmir selatan, ribuan warga melemparkan batu ke arah pasukan India, yang menanggapi dengan menggunakan peluru tajam, senjata karet dan gas air mata.

Bentrokan juga menyebar ke Srinagar, ibukota Kashmir yang dikuasai India, ribuan orang mencoba untuk melampiaskan kemarahan mereka di jalan-jalan.

Shams Irfan, seorang wartawan lokal yang melakukan perjalanan ke Tral, di mana pemerintah telah memotong listrik, jalan diblokir dan internet diputus, sebagai bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap para demonstran, dia mengatakan bahwa protes di Kashmir selatan adalah “yang terbesar yang pernah dilihatnya”.

Sebelumnya, ribuan polisi bersenjata dan tentara paramiliter di siapkan sebelum kerusuhan menyebar di sebagian besar kota dan desa. Mereka meletakkan kawat berduri dan barikade baja didirikan di jalan-jalan dan melewati pemukiman, dan mereka memperingatkan warga untuk tinggal di dalam rumah.

Wani, di awal umur 20-an, telah menjadi wajah ikon perlawanan Kashmir selama lima tahun terakhir.

Sebagai anak seorang kepala sekolah, dia secara luas dielu-elukan untuk menghidupkan kembali perlawanan bersenjata di Kashmir, menggunakan media sosial seperti Facebook untuk menjangkau orang-orang muda di Kashmir.

Inspektur India yang busuk Jenderal Syed Javaid Mujtaba Gillani menggambarkan pembunuhan itu sebagai “kesuksesan terbesar melawan militan” dalam beberapa tahun terakhir.

Kebanyakan orang di Kashmir telah lama membenci kehadiran India, dan mendukung tuntutan pemberontak untuk Kashmir yang merdeka atau penggabungan dengan Pakistan. Lebih dari 68.000 orang telah tewas dalam pemberontakan dan penumpasan militer oleh India di Kashmir yang terjajah.

Pejabat India, takut bahwa pembunuhan itu dapat menyebabkan protes kekerasan di wilayah ini menjadi kuat, ziarah tahunan Hindu ke gua gunung yang menarik sekitar setengah juta orang setiap tahun sekarang ditangguhkan.

Para pejabat juga menangguhkan layanan ponsel di bagian selatan Kashmir dan memblokir internet seluler di seluruh wilayah untuk mencegah mobilisasi demonstran anti-India. Toko, pusat perdangangan dan kantor-kantor pemerintah ditutup menyusul situasi keamanan dan pemogokan massal yang digalang separatis anti-India. Pihak berwenang juga menunda ujian sekolah dan perguruan tinggi dan menangguhkan layanan kereta api.

Seorang pejabat India mengatakan bahwa meskipun diberlakukan jam malam, “setiap kematian akan memprovokasi lebih banyak orang untuk keluar dan akan mengakibatkan siklus kekacauan tanpa akhir.”

Semoga Allah membantu saudara-saudara Muslim kita yang tertindas di Kashmir, di Turkistan, di Burma dan di Suriah, di Palestina dan di setiap tempat .. Aamiin. (dbs/ansharalislam)

Galeri foto :

IMG-20160711-WA0001

IMG-20160711-WA0002

IMG-20160711-WA0003

IMG-20160711-WA0004

IMG-20160711-WA0005

Advertisements