بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji bagi Allah rabb semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabat beliau. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar * niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [QS Al Ahzab: 71]

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

“Dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” [QS Muhammad: 31]

Kemarin negeri kita tercinta ini mendapatkan serangan yang ganas dan durjana, sehingga menyebabkan jatuhnya korban syahid dan luka-luka, maka kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada saudara kami atas gugurnya para syuhada yang terkena serangan peralatan perang rezim durjana, kami berharap semoga mereka semua diterima di sisi-Nya, dan untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran dan ketabahan.

Kami juga berharap semoga Allah menyembuhkan mereka yang terluka dan memulihkan kondisi mereka yang tertimpa musibah seperti sedia kala, karena sesungguhnya Allah mampu melakukan semua itu.

Selama dua hari terakhir ini tampaknya sudah banyak terjadi pembicaraan baik itu benar ataupun salah, mengenai peristiwa yang barusan terjadi, sehingga para penyembah hawa nafsu memanfaatkan situasi ini untuk menyebarkan fitnah kepada kaum muslimin dan para mujahidin serta memprovokasi mereka.

Maka dari itu kami ingin menjelaskan beberapa hal:

  1. Sesungguhnya saudara kalian di Jabhah Nushrah adalah bagian yang tak terpisahkan dari kalian, kami serahkan jiwa raga kami demi membela kehormatan kalian, kami bersumpah kepada Allah bahwa kami rela menjual jiwa raga kami dengan harga murah demi membela kalian, kami juga rela mengosongkan seluruh markas kami di daerah perkotaan dan menarik diri dari sana demi menghilangkan alasan bagi rezim Nushairiyyah beserta sekutunya yang jika ingin mengebom dan membunuh kalian, mereka selalu beralasan ingin menarget kami. Meskipun begitu, kami infokan kepada kalian bahwa kami masih terus berjuang demi membela kalian dan tidak akan pernah terbersit di dalam benak kami untuk terlibat dalam memusuhi kalian.
  2. Adapun mengenai cerita terbunuhnya pilot yang tertawan, maka ceritanya adalah sebagai berikut, kami menangkapnya setelah Allah menakdirkan pesawat tempur yang ia kendalikan jatuh disebabkan kegagalan teknis pada mesin, dan bukan disebabkan oleh serangan dari siapapun, sangat jauh dari apa yang diklaim oleh pihak tertentu (Jaisy Islam mengklaim telah menjatuhkan pesawat itu – red). Setelah berunding dengan saudara-saudara kami dari beberapa kelompok yang ada, kami pun bertekad untuk berupaya semaksimal mungkin menukar para tawanan kami dengan si pilot ini. Namun sama seperti kalian, kami kaget mendengar bahwa pilot ini telah terbunuh di tangan salah seorang anggota yang ada, ia melakukannya tanpa izin atau order dari komandan atau pimpinan. Walaupun kami sadar bahwa membunuh salah satu pion rezim durjana merupakan bentuk taqarrub kita kepada Allah Ta’ala, namun kami meyakini bahwa memanfaatkan keadaan dan kesempatan yang ada demi terlaksananya sesuatu yang sifatnya darurat di dalam perang yang kita jalani ini merupakan suatu kebijaksanaan, maka kami menolak perbuatan yang menyia-nyiakan kesempatan emas ini, kesempatan yang telah kami tunggu sejak lama, kami juga telah menahan saudara pelaku, menyita senjatanya dan memenjarakannya, langsung setelah kejadian ini, dan berikutnya ia akan diinterogasi dan dievaluasi.
  3. Kami yakinkan semua pihak bahwa kami adalah bagian dari rakyat negeri ini, mereka adalah keluarga kami juga, para tawanan yang ada di pihak rezim adalah saudara kami juga, apa yang membuat mereka senang maka kami juga turut senang, apa yang membuat mereka sedih maka kami juga turut sedih, dan sesungguhnya para tawanan yang berada di balik jeruji besi rezim durjana adalah keluarga kami, sahabat dekat kami, tetangga kami dan putra-putra kami, kami telah bersumpah untuk mengorbankan jiwa raga kami demi membela dan membebaskan mereka.

Hanya Allah-lah yang menjadi motivasi amalan kami, sungguh Dia maha tahu apa yang ada di dalam hati dan Dia lah yang menunjukkan jalan.

Akhir kata, segala puji bagi Allah rabb semesta alam.

Jabhah Nushrah – sektor Qalamun Timur
28 Ramadhan 1437 / 3 Juli 2016

 

Diterjemahkan oleh:

Logo AI

Advertisements