DINAMIKA KONFLIK JAISYUT TAHRIR LAWAN JABHAH NUSHRAH: WAJAH POLOS PEJUANG FSA

Medan konflik Suriah telah diakui sebagai medan jihad paling rumit yang pernah ada di dunia ini. Setidaknya demikianlah yang disepakati oleh orang-orang yang mencermati pertempuran Suriah yang telah memasuki tahun kelima ini. Kompleksitas medan jihad ini meliputi musuh prioritas seperti rezim Bashar Assad, para pendukung musuh seperti Rusia dan Amerika serta kekuatan Salibis sekutunya, termasuk kekuatan para penganut agama Syiah yang berpusat di Iran yang semakin diperparah dengan pengkhianatan Khawarij yang senantiasa merampas dan menghancurkan hasil-hasil jihad.

Selain itu, Mujahidin pun masih menghadapi kenyataan bahwa kaum Muslimin Suriah adalah kaum Muslimin yang lemah, secara dien maupun dunia. Sebagai akibat dari kekuasaan rezim thaghut yang bertahun-tahun menguasai dan mencabut Islam dari otak-benak kaum Muslimin Suriah. Akibatnya, yang tertinggal adalah orang-orang awam yang mencintai Islam dan ingin membela Islam namun tidak tahu bagaimana seharusnya mereka bertindak sesuai tuntutan syariat Islam.

Inilah wajah para pejuang dari penduduk asli Suriah, wajah gerakan-gerakan perlawan di Suriah (atau yang biasa dikenal dengan brigade-brigade yang berada di bawah payung FSA). Meski setelah memasuki tahun kelima ini, banyak dari mereka yang kemudian belajar serius mendalami Islam dan memurnikan bendera perjuangannya demi tegaknya Laa ilaaha Illa Allaah.

Akan tetapi terkadang kepolosan, kebodohan dan ketidakberdayaan sebagian yang lain dari mereka (karena memang status brigade-brigade di dalam FSA ini tidak bisa disamaratakan) ini dimanfaatkan oleh Amerika dan sekutunya untuk melawan para Mujahid Al-Qaidah yang telah matang. Akibatnya, mereka pun menumpahkan darah para Mujahid senior dan memancing pertempuran dengan para Mujahid yang telah teruji dalam berbagai medan tempur.

Namun, ada sisi perbedaan mendasar antara FSA dengan ISIS ditinjau dari sisi bagaimana mereka menjaga kesatuan dan persatuan jihad di Suriah. Perbedaan itu adalah, FSA masih mau dan tunduk memenuhi panggilan Mahkamah Pengadilan Syariah Islam Independen yang diselenggarakan oleh para Ulama. Hal ini sangat berbeda dengan ISIS yang hanya mau mengadakan Pengadilan “Syariah” tetapi tidak pernah mau diadili di Pengadilan Syariah Islam. Sebagaimana yang terjadi pada kasus sikap ISIS dalam merespon Inisiatif Penyelesaian Sengketa Antar Faksi Jihad Suriah dan Proses Ishlah antara ISIS dan Jabhah Nushrah tahun 2014.

Sebagaimana yang terjadi pada konflik antara Jaisyut Tahrir (salah satu elemen besar di FSA) dan Jabhah Nushrah, yang bahkan sampai memakan korban tokoh-tokoh penting dari kedua belah pihak. Dan telah tersebar kenyataan bahwa Amerika berada di balik perilaku menyimpang sebagian tokoh Jaisyut Tahrir demi menghancurkan Jabhah Nushrah. Akan tetapi, segala keruwetan dan problematika itu segera sirna manakala para Ulama cepat-cepat menyeru kedua elemen perjuangan itu untuk duduk di Mahkamah Pengadilan Syariah Islam. Jaisyu Tahrir (FSA) pun dengan bersegera menyambut seruan Mahkamah Pengadilan Syariah tersebut.

Dan berikut ini kami sajikan terjemahan lengkap seruan Dewan Ulama Suriah untuk mengajukan persoalan tersebut ke Mahkamah Pengadilan Syariah Islam dan Jawaban dari Jaisyut Tahrir (FSA) terkait seruan tersebut.

Semoga Allah menyatukan seluruh Mujahidin!


 

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

PEMBENTUKAN MAHKAMAH INDEPENDEN UNTUK MENYELESAIKAN KASUS ANTARA JABHAH NUSHRAH DENGAN JAISY AT TAHRIR

 

Segala puji bagi Allah yang telah berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [QS An Nisa’: 65]

Dan

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. [QS An Nur: 21]

Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah, beserta keluarga dan para sahabat beliau.

Sesungguhnya kami para ulama yang menandatangani pernyataan ini mengikuti perkembangan perseteruan antara para ikhwah dari Jabhah Nushrah dengan  Jaisy Tahrir dengan perasaan sedih yang mendalam, apalagi perseteruan ini terjadi bersamaan dengan operasi penaklukan yang penuh berkah terhadap wilayah pantai Suriah, dan kedua belah pihak yang berseteru turut andil dalam pertempuran pembebasan pegunungan-pegunungan yang ada di wilayah pantai Suriah yaitu pegunungan Al Akrad dan At Turkman.

Berdasarkan fakta yang telah dipaparkan barusan, serta berdasarkan keinginan untuk melaksanakan tanggung jawab yang Allah limpahkan kepada pada ulama ketika terjadi perseteruan antara kaum muslimin, yang mana Allah Ta’ala berfirman:

وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar Perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar Perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah..” [QS Al Hujuraat: 9]

Para ulama berkata: perintah ini adalah perintah yang Allah tujukan kepada orang-orang beriman diluar dari dua kelompok yang berseteru untuk mengajak kedua kelompok tersebut membawa perkaranya untuk diputuskan dengan syariat Allah, apabila salah satu dari kelompok tersebut menolak ajakan itu maka ia adalah pembangkang (bughot), dan apabila keduanya menolak, maka keduanya sama-sama bughot.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tadi, maka kami mengajak kepada Jabhah Nushrah dan Jaisy Tahrir untuk tunduk kepada mahkamah syariat yang akan memutuskan perkara dari perseteruan ini, sehingga hak-hak dapat dikembalikan kepada yang berhak, dan syariat Allah dapat diberlakukan kepada diri kami dan seluruh kaum muslimin.

Anggota dari mahkamah syariat ini adalah sebagai berikut:

  1. Syaikh Abdur Razzaq Al Mahdi
  2. Syaikh Abu Al Harits Al Mishri
  3. Syaikh Abdullah Al Muhaisini
  4. Syaikh Ayman Harush
  5. Syaikh Abu Ayyub Al Mishri
  6. Syaikh Abu Muhammad Ash Shadiq
  7. Syaikh Abu Ash Shadiq Al Hamawi

Kami menunggu kelompok terkait untuk mengeluarkan pernyataan menerima ajakan mahkamah syariat dalam waktu 24 jam dari dikeluarkannya pernyataan ini.

Kami juga mengajak kepada seluruh mujahidin yang berjuang di jalan Allah baik itu secara kolektif maupun pribadi, untuk merujuk kepada mahkamah-mahkamah syariat yang ada sebelum terjadinya perseteruan, bukan sesudahnya, karena dengan itu pertumpahan darah dapat dihindari, syiar-syiar Allah dapat diagungkan dan posisi agama ini dapat terjaga.

Senin pagi (Waktu Damaskus): 29 Ramadhan 1437 / 4 Juli 2016

IMG-20160704-WA0005

JAWABAN RESMI JAISYUT TAHRIR TERKAIT SERUAN ULAMA UNTUK MENYELESAIKAN PERSOALAN DENGAN JABHAH NUSHRAH DI MAHKAMAH PENGADILAN SYARIAH

Bismillahirrahmanirrahim

فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” [QS Ghafir: 44]

Kami menuntut para anggota mahkamah syariat untuk mengeluarkan komandan umum Jaisy Tahrir, Muhammad Abdul Hayyi Al Ahmad (Al Ghabiy) dari penjara Jabhah Nushrah di hari-hari penuh berkah ini untuk membuktikan niat baik para anggota Jabhah Nushrah, sehingga ketika Idul Fitri tiba mereka dapat ikut merasakan gembiranya kemenangan dari pertempuran di wilayah pantai Suriah. 

Kami juga siap membentuk komite syariat yang beranggotakan para ahli ilmu yang ada di Jaisy Tahrir, demi mempermudah tugas para syaikh yang terhormat, dan bersama-sama mengawasi seluruh kasus yang berkaitan dengan perseteruan ini. 

Hanya Allah-lah yang menjadi motivasi kami. 

4 Juli 2016

Diterjemahkan oleh:

Logo AI

Advertisements