Tentang Pengeboman di Istanbul:

“Larilah, Sebelum Tangan Kalian berlumuran darah kaum Muslimin !”

Oleh: Syaikh Abu Mahmud Al-Filistini

Apakah pemboman di Istanbul adalah penerjemahan sebenarnya dari artikel yang ditulis oleh Abu Maysarah Asy-Syami (mufti ISIS,red) berjudul “Pemusnahan simbol ” di mana ia menyatakan bahwa salah satu doktrin ISIS adalah Takfir Individu terhadap setiap pencoblos pemilu? Dari sinilah kejahatan itu mulai memicu.

Doktrin ISIS antara kain Takfir (vonis kafir,red) pada pencoblos pemilu sesuai pengakuan mereka sendiri yang dinyatakan dalam artikel Abu Maysarah Asy-Syami. Dan saya katakan dalam tanggapan saya untuk bandit Khawarij ini, bahwa pernyataan ini adalah awal dari Takfir terhadap masyarakat Muslim dan penghalalan darah mereka. Pengikut ISIS ini mengikuti hawa nafsu dalam masalah Takfir dan tidak akan berhenti.

Ada potongan video dari Syaikh Atiyattullah Al-Liby, yang menjelaskan bahwa Jamaah Islamiyah Musallahah/Group Islamic Army Aljazair (GIA) mengkafirkan rakyat Aljazair, karena rakyat Aljazair memberikan suara (mencoblos) pada pemilihan parlemen, lalu GIA mulai membunuhi mereka dan mengambil perempuan mereka sebagai budak. GIA memulai hal itu melalui pengkafiran berantai sampai mereka mengkafirkan semua orang kecuali orang-orang yang berada satu manhaj dengan mereka. Bahkan mereka juga membunuhi orang-orang yang telah bergabung dengan mereka, namun tidak setuju dengan GIA, bahkan karena orang tersebut hanya tidak setuju dengan satu masalah dengan GIA.

ISIS memandang semua pencoblos Pemilu sebagai orang kafir, sementara kita tahu sebagian besar masyarakat terlibat dalam pemilu demokrasi. ISIS pun menghukumi secara umum semua masyarakat sebaga kafir, sehingga menurut ISIS hukum asal manusia adalah kafir. Oleh karena itu, mereka membunuhi orang tanpa perlu mengajukan pertanyaan apapun (mencek apakah target adalah Muslim,red).

Dan kalau memang bukan begitu keyakinan mereka, lalu apa hubungan antara vonis kafir pada pemerintah Turki dengan membunuhi orang-orang di bandara ; yang umumnya dikunjungi oleh umat Islam, dan bahkan mungkin ada anggota atau pendukung ISIS di dalamnya?

Kekafiran pemerintah Turki tidak memberikan kalian hak untuk membunuhi masyarakat di jalan, bandara, atau hotel , dan lain lain Karena kebanyakan mereka adalah Muslim di negara itu (Turki).

Itulah sebabnya saya katakan sebelumnya, bahwa masalah Islam atau kafirnya pemerintah Turki bukan syarat untuk operasi militer di Turki dan bukan syarat untuk melancarkan pemboman di tempat-tempat umum di Turki dimana kebanyakan di sana adalah orang Muslim. Tapi ISIS memandang para pencoblos sebagai orang kafir, dan kebanyakan orang di Turki terlibat pencoblosan pemilu. Sehingga dalam pikiran Khawarij ISIS kekafiran penduduk Turki adalah pertanyaan yang sudah selesai. Syariah bagi mereka seperti masalah matematika.

Seorang gadis kecil salah satu korban dari serangan bom bunuh diri ISIS di bandara Istambul, Turki.
Seorang gadis kecil salah satu korban dari serangan bom bunuh diri ISIS di bandara Istanbul, Turki.

Kami mengkritik mereka melalui mulut mereka sendiri. Ketika mereka mengatakan bahwa para pencoblos pemilu adalah kafir, sementara mayoritas masyarakat adalah pencoblos pemilu(berdemokrasi), maka secara ilmiah konsekuensi dari pernyataan mereka adalah hukum asal masyarakat adalah kafir. Dan jika tidak begitu, berarti pondasi utama keilmiahan teori takfir mereka tidak berlaku. Dan aku menyaksikan perdebatan antara pendukung bandit ISIS di salah satu forum, di mana mereka memperingatkan bahwa prinsip Takfir ISIS telah diterapkan, terutama Takfir terhadap Syaikh Ayman Azh-Zhawahiri.

Organisasi ini telah memperlihatkan berlebihannya mereka dalam fokus pada Takfir, bahkan mereka begitu cepat mengaitka setiap perselisihan dengan Takfir terhadap orang yang tidak setuju dengan mereka, sampai-sampai mereka mulai membunuhi orang-orang yang bocor harga dan nilai tukar dengan tuduhan murtad (mata-mata).

Akhir manhan Takfir yang dikenal : Pengkafiran terhadap semua umat Islam kecuali orang-orang yang memeluk satu pemahaman dengan mereka. Dan ini adalah manhaj dari Khawarij sebelumnya dan manhajnya kelompok GIA. Jadi akankah Turki Ben ali (Ulamanya ISIS,red) dan Al-Hunayti memahami ini ?

Manhaj dan aqidah Khawarij adalah pengkafiran terhadap satu sama lainnya. Setiap kali sebuah kelompok dari golongan mereka dianggap melenceng, mereka pun mengkafirkan satu sama lainnya, dan hari ini kita melihat bagaimana (ulama ISIS) Hazimi mengkafirkan Turki Bin ali ( keduanya berkonflik “mazhab” dalam ISIS ).

Dan para pengikut Bin Ali membunuh pengikut Hazimi, dan di sini mereka bergantian mengkafirkan satu sama lainnya serta saling membunuh. Sementara ‘para pejabat ISIS’ tidak campur tangan dalam perdebatan Takfir ini kecuali jika mereka atau otoritas mereka disentuh olehnya. Para pejabat ISIS hanya bersama dengan pihak yang menguntungkan mereka.

Hari ini mereka membunuhi pengikutnya asal Tunisia, karena si Tunisia mengkafirkan ISIS, dan ada banyak pendukung Hazimi yang melarikan diri ke Turki dan di Azaz (Suriah,red) mereka juga melarikan diri dari pertempuran. Itulah sebabnya penerjemahan dari prinsip pengkafiran terhadap pencoblos pemilu ini telah dimulai dengan operasi di Istanbul, dan kita akan melihat banyak operasi seperti itu ke depannya.
Kami meminta perlindungan Allah.

Orang-orang ini telah berhasil mencapai manhaj Takfir dengan cepat. Butuh bertahun-tahun bagi GIA, untuk mampu mengaktifkan Khawarij di dalamnya dan mulai membunuhi orang, sementara hanya butuh sebulan untuk ISIS mulai membunuhi orang dan mengambil budak, padahal mereka belum menampakkan manhaj Khawarijnya dengan jelas pada saat itu.

Dan sebuah artikel telah diterbitkan oleh seorang bodoh asal Libya yang berjudul “Kebolehan membunuhi orang-orang yang tidak memberikan Baiat ke Khilafah” dan saya menanggapinya pada waktu itu, dengan mengatakan bahwa artikel ini akan menimbulkan pembunuhan masyarakat di jalan-jalan dan masjid-masjid. Saran saya bagi mereka yang masih memiliki sedikit intelektualitas, agar keluar dari anggota organisasi ini, kemudian melarikan diri dengan agamanya untuk menyelamatkan diri sebelum tangan mereka berlumuran darah kaum Muslim.”

 

Diterjemahkan oleh:

Logo AI

Advertisements