Suka umbar aksi kekejaman, kini ISIS berantakan dihajar Mujahidin Al-Bunyan Al-Marsus.

Pasukan aliansi Mujahidin Misrata berhasil mengambil alih lingkungan sekitar kota Sirte termasuk 700 dan 100 titik strategis di beberapa wilayahnya, dalam sebuah paket serangan terkoordinasi yang menargetkan wilayah yang dikuasai kelompok Khawarij ini. Serangan tersebut berhasil menghancurkan posisi-posisi strategis ISIS di wilayah sekitar kota Sirte, setelah pertempuran sengit yang terjadi lebih dari 1 bulan.

Pasukan koalisi mujahidin Al-Bunyan Al-Marsus, yang merupakan brigade koalisi Mujahidin Libya dari Misrata dan kota-kota di bagian barat lainnya, berhasil meluncurkan serangan ofensif yang menargetkan posisi ISIS di dua lingkungan sekitar kota Sirte pada hari Jumat dinihari (01/07) kemarin dan berhasil memaksa ISIS keluar dari wilayah tersebut. Kembalinya dua area ini ke tangan Mujahidin LIbya, membuka jalan bagi mereka untuk menguasai target selanjutnya yakni Gedung Konferensi Ouagadougou dan Rumah Sakit Ibnu Sina.

Dalam pertempuran sengit lagi melelahkan tersebut, dilaporkan bahwa dua orang Mujahidin syahid dan 38 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagaimana yang dilaporkan oleh Rumah Sakit Pusat Misrata..

Dikabarkan pula bahwa milisi Khawarij ISIS sekarang tengah bersembunyi di Gedung Konferensi Ouagadougou, Rumah Sakit Ibnu Sina dan Universitas Sirte, ketika pertempuran sengit terjadi di sekitar tempat persembunyian mereka. Pasukan Khawarij ini dikabarkan telah terdesak dan tinggal memiliki kekuatan para sniper mereka untuk menahan gerak laju koalisi Mujahidin Al-Bunyan Al-Marsus.

ISIS di Libya dilaporkan mulai menampakkan diri di sekitar Benghazi dan Derna setelah para utusan ISIS Irak dan Suriah mendatangi wilayah itu dengan sejumlah uang yang mereka tawarkan kepada faksi-faksi militer kecil di Libya pada akhir tahun 2014. Hal ini berlanjut dengan perpecahan di kalangan Mujahidin Libya dan munculnya ISIS cabang Libya di kota Derna dan Benghazi.

Akan tetapi, keganasan dan kebiadaban ISIS segera tercium oleh kalangan Mujahidin Islam Libya, yang segera melakukan aksi pembalasan terhadap kebiadaban ISIS yang telah membunuh para ulama dan Mujahidin LIbya, khususnya di kota Derna dan Benghazi.

Perang terhadap ISIS pun dimulai, dan ditandai dengan kemenangan demi kemenangan yang didapatkan oleh Mujahidin LIbya di kota Derna dan Benghazi, hingga ISIS mundur dari dua kota itu dan merapat ke kota Sirte serta menguasainya, setelah mengkhianati dan membantai habis Mujahidin Fajr Libya.

Kini, koalisi Mujahidin Libya dalam wadah Ruang Operasi Bersama, Al-Bunyanun Marsus, telah berhasil menggoncangkan posisi ISIS di kota Sirte Libya, setelah sebelumnya ISIS terusir dengan hina dari kota Derna. (f/lobs/ansharalislam)

Advertisements