Kejahatan baru Jamaah Al Baghdadi di Yaman telah menyingkap wajah buruk jamaah tersebut. Pengkhianatan merupakan cara resmi yang mereka pakai untuk menghabisi lawan-lawan mereka.

Seorang staf keamanan jamaah Al Baghdadi cabang Yaman yang bernama Ikrimah Al Adani yang dikenal dekat dengan Nashwan Al Adani (Abu Sulaiman) dan kalangan anggota Daish di Yaman telah melakukan pengkhianatan kepada Syaikh Abu Hajir Al Adani yang dahulu merupakan salah seorang penanggung jawab urusan syariat jamaah Al Baghdadi di Yaman. Dikisahkan bahwa Abu Hajir Al Adani dan sekelompok orang termasuk sejumlah petinggi dan penanggung jawab syariat memutuskan untuk mengundurkan diri dari cabang Yaman setelah ia menyaksikan kerancuan ideologi Abu Bilal Al Harbi dan Nashwan Al Adani serta penolakan pimpinan Yaman untuk tunduk kepada pengadilan syariat.

Abu Hajir mengira bahwa kerusakan hanya terjadi di cabang Yaman saja dan tidak sampai terjadi kerusakan manhaj secara umum pada jamaah Al Baghdadi, baik yang di Syam, Irak, ataupun Yaman, dan kebijakan cabang Yaman tidak lain merupakan implementasi dari manhaj cabang Syam dan Irak.

Merekapun (Abu Hajir beserta barisan sakit hatinya) melaporkan kezhaliman yang ada ke pimpinan pusat jamaah Al Baghdadi di Syam, namun bukannya mendapat keadilan, yang mereka terima justru tamparan keras, tanpa pikir panjang pihak organisasi memecat mereka, jumlah mereka yang dipecat kurang lebih 200 orang.

Mereka yang polos mengira bahwa jamaah ini adalah benar-benar khilafah yang sesuai dengan manhaj nubuwah, yang mana pengaduan dari seorang prajurit mampu menggerakkan khalifah untuk turun tangan mengembalikan hak-hak dia yang terampas. Mereka tidak tahu bahwa perlakuan jamaah Al Baghdadi terhadap prajuritnya hampir sama dengan gaya partai Ba’ts dalam memperlakukan prajuritnya, jika tidak patuh maka siap-siap kepala berlubang ditembus peluru!

Para mantan anggota yang dipecat ini memilih Syaikh Mazhar Al Adani sebagai penanggung jawab syariat bagi mereka. Walaupun pimpinan Daulah telah memutuskan bahwa mereka dipecat dan baiat mereka tidak diterima selagi mereka tidak mau tunduk kepada Nashwan Al Adani dan Abu Bilal Al Harbi, namun Abu Hajir masih meyakini keabsahan kekhilafahan Al Baghdadi!

Para mantan anggota yang dipecat ini pun memutuskan untuk membentuk sebuah kesatuan dan bergerak di lapangan sambil mengaku bahwa mereka berbaiat kepada kekhilafahan yang bahkan tidak lagi menerima dan suka kepada mereka, kekhilafahan yang lebih terobsesi untuk membunuh mereka ketimbang mendengarkan pengaduan mereka.

Di dalam video Fadhihah Tamtsil Al Huliwudi Lijamaah Al Baghdadi (Skandal Proses Shooting Film Ala Hollywood), Abu Atha’ Ash Shan’ani mengatakan bahwa ada seorang penanggung jawab syariat jamaah Al Baghdadi di Yaman yang menasehatinya untuk tidak meledakkan diri di dalam masjid, orang yang dimaksud adalah Abu Hajir Al Adani.

Abu Hajir terbunuh karena ia tidak sadar akan kerusakan agama dan perilaku jamaah ini. Abu Hajir Al Adani adalah penanggung jawab syariat bagi mereka yang membelot dari jamaah daulah, kemarin ia pergi mengunjungi Syaikh Jalal Al Kamiti di Labus, Distrik Yafi. Sialnya rumah itu adalah rumah penampungan bagi anggota jamaah daulah, maka dibunuhlah Abu Hajir ketika ia sedang tidur, ketika penghuni rumah ingin membangunkannya untuk sahur, mereka mendapati Abu Hajir sudah tergeletak bersimbah darah tak bernyawa.

Abu Hajir mengira bahwa ia akan tetap menjadi saudara mereka meskipun ada perselisihan antara dirinya dengan mereka, Abu Hajir tidak sadar bahwa ada timah panas yang sedang mengintai dirinya!

Pasukan intelejen jamaah Al Baghdadi yang bernama Ikrimah Al Adani mendatanginya untuk membuktikan aqidah wala’ wal bara’ ala manhaj Daish yang ia anut, bukan syariat islam, kemudian ia melepaskan beberapa tembakan dari senjata berperedam ke tubuh mantan syaikhnya, Abu Hajir Al Adani untuk membuktikan kemantapan aqidah al wala’ wal bara’ nya.

Saya yakin kalau si pelaku ini memahami bahwa al wala’ wal bara’ itu hanya untuk jamaahnya, dan bukan  seperti yang diajarkan oleh syariat. Seseorang akan dipandang terhormat dimatanya apabila orang itu mengikuti jamaahnya, dan akan dianggap sebagai musuh jika meninggalkannya, walaupun ia mengakui kekhilafahan Al Baghdadi dan mengumumkan baiat kepadanya!

Seseorang berkata kepada saya bahwa kemarin ia mengontak salah seorang pimpinan dari kesatuan para mantan anggota jamaah Al Baghdadi, si pimpinan berkata bahwa sekarang ia baru yakin bahwa mereka adalah khawarij dan kejahatan yang kaum sesat itu lakukan terhadap para mujahidin di Syam adalah benar adanya!

Saya katakan, seandainya dari awal mereka mau mengkaji perkataan dan pendapat para ulama mengenai jamaah ini tentu mereka akan menemukan jalan pintas, sehingga mereka tidak perlu kehilangan seorang sahabat dekat hanya untuk bisa percaya bahwa manhaj kelompok itu melenceng dan sesat.

Jamaah Al Baghdadi telah mengebiri syariat dan mengekang agenda-agenda serta ideologinya, dan siapa saja yang tidak setuju dengan sikap ini, maka pisau tajam akan senantiasa menantinya, sebagaimana yang dinyatakan oleh jubir resmi mereka.

Para pembela jamaah Daulah berusaha membenarkan perbuatan ini dengan dalih bahwa itu adalah ulah oknum dan bukan perintah langsung dari pihak keamanan Daulah. Padahal kenyataannya Jamaah Daulah tidak akan menghakimi pelaku, bahkan pelaku akan mendapat kenaikan pangkat dan dielu-elukan, karena ia telah berani membuktikan aqidah al wala’ wal bara’ menurut mereka.

Sesungguhnya kasus pembunuhan Abu Hajir Al Adani mantan penanggung jawab syariat jamaah Al Baghdadi mengingatkan kembali akan kasus serupa yang dilakukan oleh jamaah Al Baghdadi di Syam sekitar dua tahun silam, yaitu kasus pembunuhan penanggung jawab umum syariat di jamaah Al Baghdadi di Qalamoun, Abu Al Walid Al Maqdisi.

Meskipun korban menyatakan bahwa Jabhah Nushrah adalah kelompok murtad dan ia terlibat dalam penangkapan sejumlah mujahidin, dan menyebarkan rekaman suara yang mengajak untuk berbaiat kepada jamaah Al Baghdadi, akan tetapi 5 bulan setelah itu pandangannya mengenai jamaah Al Baghdadi berubah, kemudian pada pertengahan 2015 ia kembali merilis rekaman berjudul “Isma’uu Minna Wala Tasma’uu Anha” yang berisi pernyataan bahwa dirinya berlepas diri dari jamaah Al Baghdadi, ia juga membeberkan sejumlah penyimpangan yang ada di jamaah Al Baghdadi. Pernyataannya yang terakhir ini telah menghapus seluruh apa yang ia katakan demi membela jamaah Al Baghdadi, sehingga jamaah memandang bahwa ia kini adalah seorang murtad yang harus didor kepalanya.

Maka jamaah Al Baghdadi mengirimkan dua regu untuk menghabisinya, satu regu gagal melaksanakan misinya, sedangkan regu satunya berhasil membunuhnya. Untungnya salah seorang anggota regu itu berhasil ditangkap dan diinterogasi oleh Jabhah Nushrah.

Dan pada hari ini di Yaman kejahatan serupa terulang kembali, walaupun Abu Hajir Al Adani tidak bersalah sama sekali, yang ia lakukan hanya keluar dari jamaah Al Baghdadi cabang Yaman. Pesan kami kepada para mantan anggota jamaah Al Baghdadi hendaknya mereka berfikir menggunakan akal sehat, bukan perasaan dan angan-angan. Mereka harus selalu waspada, karena sewaktu-waktu mereka bisa saja dilahap oleh api para thaghut dan api kaum khawarij.

 

Diterjemahkan oleh:

Logo AI

Advertisements