Melihat perkembangan terbaru yang terjadi di medan perang, dan adanya serangan agresif dari pasukan rezim dan sekutunya yaitu Rusia dan Iran terhadap pedesaan dan perkotaan di Idlib, dan juga pemusnahan insfrastruktur dan tempat-tempat publik sehingga terjadi kekacauan, serta banyaknya ranjau yang ditanam di jalanan utama dan jalan kecil oleh orang-orang yang lemah jiwanya yaitu orang-orang bayaran rezim, sehingga mengenai warga sipil dan juga mujahidin, maka demi mengantisipasi bertambahnya korban nyawa yang hilang dari pihak sipil, Insya Allah kami siap menjadi tameng dan pelindung bagi warga yang tertindas dan kami siap mengorbankan nyawa dan darah kami demi melindungi agama ini.

Demi terwujudnya komitmen kami ini, maka komando militer Jundul Aqsha wilayah Ariha mengambil keputusan untuk mengosongkan seluruh markas Jundul Aqsha di Kota Ariha dan menutupnya secara penuh demi melindungi nyawa warga sipil dengan tidak menjadi penyebab bagi datangnya serangan terhadap daerah pemukiman penduduk yang aman, karena dengan adanya kami di Ariha, rezim dan sekutunya akan menjadikan kami sebagai alasan untuk menyerang.

22 Ramadhan 1437/27 Juni 2016

Komandan militer Jundul Aqsha wilayah Ariha
Abu Ibrahim

photo_2016-06-30_19-01-40

Advertisements