Mobil-mobil pada hancur, coretan grafiti anti-Islam tersisa di dinding luar Islamic Center Perth dalam apa yang disebut “kejahatan kebencian”.

Seorang tersangka peledakan bom bensin telah menyerang di luar Islamic Center di kota Perth, Australia, disaat ratusan jamaah sedang melaksanakan shalat Taraweh didalam masjid.

Ledakan di luar Masjid Thornlie pada Selasa malam tidak menyebabkan cedera tapi merusak empat kendaraan, dengan salah satunya benar-benar habis dilalap oleh api, kata polisi.

Coretan grafiti anti-Islam dengan cat-semprot kemudian ditemukan di dinding perguruan tinggi Islam yang merupakan bagian dari Islamic Center tersebut.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengutuk serangan itu, mengatakan Australia memiliki landasan fundamental untuk saling menghormati.

“Saya menyesalkan dan saya tidak bisa mengutuk cukup kuat setiap serangan semacam itu,” katanya kepada stasiun radio 6PR.

“Bom ini diyakini menggunakan accelerant (zat yang digunakan untuk membantu penyebaran api) untuk memulai ledakan,” kata polisi Australia Barat dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

“Masyarakat Perth telah dikunjungi oleh kebencian malam ini,” Yahya Adel Ibrahim, seorang guru di perguruan tinggi Islam, menulis di Facebook.

“Ini, tidak diragukan lagi, adalah tindak pidana kebencian, tetapi adalah tindakan seseorang atau kelompok tidak keseluruhan yang lebih besar,” katanya, mencatat bahwa jamaah tetap di masjid untuk menyelesaikan shalat mereka.

Chris Tallentine, anggota parlemen wilayah lokal, mengunjungi tempat kejadian tersebut dan berkata, “Saya merasa sakit bahwa Anda harus bertahan dari serangan seperti ini. Yang benar adalah bahwa ini adalah serangan terhadap kita semua.”

Pada sensus nasional terakhir di 2011, Muslim terdiri kurang dari tiga persen dari populasi Australia yang secara keseluruhan 24 juta, dengan mayoritas warga negara diidentifikasi sebagai Kristen. (aljazeera/ansharalislam)

Video serangan bom di Islamic Centre Perth Australia:

Advertisements