إن الحمدلله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا. من يهده الله فهو المهتد، ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا. أما بعد،

Ini adalah kisah jihad Tajikistan dan Chechnya dalam kata-kata singkat yang saya urutkan sebagai berikut, bagaimana jihad disana dimulai, dan kebenaran tentang Karamah yang akan kami bicarakan. Saya meminta kepada Allah bahwa rekaman audio ini menyebar diantara persoalan-persoalan umat Islam yang telah saya dengar dan lihat yang meningkatkan Iman dan kekuatan Aqidah serta melihat kepastian bahwa Islam tidak diragukan lagi akan datang dari arah ini, dan kaum Kuffar meskipun semua intrik dan kelicikan mereka terhadap Islam dan Aqidah Islam, ada orang-orang di balik pegunungan ini … di balik ternak ini … di balik peternakan ini yang telah datang mengatakan Laa ilaha dengan darah mereka dan mereka hanya menginginkan tegaknya negara Islam dan Syariah Ar-Rahman.

Allah memberikan kehormatan bukan karena keramahan saya tapi karena kelemahan yang Dia lihat pada saya atau untuk alasan yang saya tidak tahu, saya telah dihormati dengan dapat melakukan jihad di Tajikistan dan Chechnya. Saya ada disana dan melihat orang-orang ini. Saya melihat bagaimana mereka berpikir, bagaimana mereka melakukan jihad dan bagaimana mereka hidup. Mereka bukan orang-orang makmur atau mewah. Mereka adalah orang-orang yang hidup di pegunungan, yang merupakan petani sederhana. Mereka kuat dalam jiwa dan tubuh mereka. Islam bagi mereka adalah semua kehidupan mereka. Islam adalah makanan dan air mereka. Di tanah Arab kita terbiasa untuk hidup tanpa Islam, tapi mereka setiap kali mereka melihat pemerintah datang untuk menghancurkan Islam mereka akan memberontak melawannya dan kita tidak tahu apa-apa tentang hal itu karena media meredupkan segalanya.

Ini menjadikan kesyahidan yang setara sepersepuluh atau seperlima dari populasi mereka. Setiap tahun akan ada tidak kurang dari 50 atau 100 ribu syahid – insya Allah -. Dan kita tidak tahu apa-apa tentang itu! Semua itu adalah untuk Laa ilaha illallah. Mereka memberi dalam satu hari, pada hari Amu Darya – dikaitkan kepada sungai Amu Darya – berasal dari hari-hari yang terkenal, ketika Uni Soviet dibongkar dan umat Islam di Tajikistan bangkit dan merebut negara yang berkuasa selama enam bulan yang dipimpin oleh mujahid – semoga Allah memberkahinya dan meningkatkan karunia-Nya kepadanya – Sayid Abdullah Nuri kepala dari Partai Kebangkitan Islam Tajikistan, dan itu adalah skenario yang sama dengan yang terjadi di Chechnya. Orang ini berdiri dan memimpin negaranya sebagai sebuah negara Islam dan menyiapkan para tentara, sekolah dan pusat-pusat untuk menghafal Al-Quran. Dia menyiapkan segala sesuatu yang ketika musuh menyerangnya mereka menemukan sangat sulit untuk menggulingkannya.

Itu sebabnya ketika ia dipaksa untuk mundur, ia pergi ke Tajik – perbatasan Afghanistan – yang merupakan sebuah sungai yang disebut Amu Darya – ia terkejut bahwa Rusia yang berada di perbatasan memungkinkan dia dan teman-temannya untuk menyeberang. Mereka mengatakan padanya keluarlah dari negeri ini kami tidak menginginkan Anda.

Itu setelah hampir satu bulan jihad yang terus menerus, dia tidak begitu saja melarikan diri seperti itu, itu hanya setelah kehabisan orang dan dana. Setelah satu bulan jihad terus menerus, mereka menggunakan segala sesuatu yang mereka memiliki melawan penjajah, bahkan ketika amunisi habis mereka (menyerang dengan) melemparkan senjata kepada musuh, mereka melemparkan batu bata dan membuat bom Molotov. Mereka melakukan jihad dengan segala sesuatu bahkan mereka menyerang tank tanpa senjata, mengucapkan takbir berharap bahwa Karamah yang terjadi di Afghanistan akan terulang seperti ledakan tank. Tapi Allah ingin memurnikan, menguji dan memeriksa (hamba-hamba-Nya). Itu sebabnya Karamah diberikan hanya kepada mereka yang tabah dan itu terbukti dihadapan Allah bahwa ia berkorban dan dia hanya menginginkan agar hanya Islam yang mengatur hidupnya dan setelah kematiannya. Saya katakan mereka (pasukan Rusia) memperbolehkan untuk orang tersebut dan kelompoknya guna menyeberangi sungai, sehingga mereka menyeberangi sungai itu dengan sendiri-sendiri dan berkelompok diatas kapal yang diberikan kepada mereka oleh pasukan Rusia – dan ini dari keajaiban diatas keajaiban – ketika mereka sampai di tengah sungai – ini adalah hari yang hanya sedikit dari umat Islam tahu tentangnya, Hasbunallahu wani`mal wakil, pasukan Rusia menembaki mereka dengan bom Napalm, Kalashnikov dan setiap jenis senjata yang bisa Anda bayangkan, yang membuat Amu Darya berubah dari sungai menjadi sebuah danau darah , dan tubuh-tubuh perempuan, anak-anak dan orang tua melayang dengan arus sungai yang kuat ke air terjun, Hasbunallahu wani`mal wakil, ada 300 ribu syuhada pada hari itu, sekitar 150 – 300.000 orang syahid dalam satu hari, bahkan dalam satu jam. Dalam satu jam pada hari kesepuluh dari populasi orang hilang dan kita tertidur serta tidak tahu apa-apa tentang itu, Hasbunallahu wani`mal wakil. Jadi orang-orang itu pergi ke Afghanistan, atau lebih tepatnya mereka yang selamat dari kelompok tersebut, ke tanah Takhar di sebuah tempat yang disebut Taluqan.

Disana mereka menyiapkan beberapa kamp untuk para mujahidin, tempat penampungan untuk muhajirin (pengungsi) dan sekolah bagi umat Islam. Dan dia (Sayid Abdullah Nuri) mulai mempersiapkan apa yang dia dapat dari pasukan dan kemudian ia kembali, setelah satu tahun. Dia mengirim para mujahidin kelompok demi kelompok ke tanah jihad untuk melakukan perang gerilya. Mujahidin ini ketika kami datang ke Tajikistan kami menemukan mereka melakukan operasi dan setelah satu atau dua bulan mereka melakukan operasi yang lain. Ketika orang-orang Arab datang, itu seperti harta karun atau barangkali malaikat yang turun dari langit (karena saking gembiranya mujahidin Tajikistan kedatangan bala bantuan pasukan dari mujahidin Arab, ed). Kami mengatakan kepada mereka baiknya ada operasi sehari-hari atau kita akan pergi dan tidak pernah bertemu lagi. Mereka bilang baik, itu akan menjadi operasi sehari-hari, Anda adalah cucu dari nabi Allah dan Anda akan menjadi kemenangan dari Allah.

Dan begitulah, kami pindah dari satu operasi ke operasi lainnya dari satu kemenangan ke kemenangan lainnya. Saya bersumpah kepada Allah bahwa kita melihat karamah. Lima dari kita akan pergi dan menang atas 100 orang dari musuh, saya bersumpah kepada Allah bahwa saya melihat itu dan terlibat di dalamnya. Kami dengan berbekal senjata ringan menggunakannya untuk menghadapi tank dan kendaraan lapis baja.

Saya berbicara dalam pengantar ini tentang orang-orang Tajikistan dan Chechnya. Kedua kaum ini dari satu asal. Jika bangsa Chechen itu ada satu juta orang, kami menemukan di dalamnya satu juta mujahid. Dalam Tajik kami menemukan banyak orang komunis dan demokrat, tapi orang Chechen ini saya belum pernah melihat sesuatu seperti mereka. Mereka tidak seperti Tajik atau Afghanistan atau apa pun. Orang ini adalah seperti nashid yang mengatakan: “. Sebuah bangsa yang merdeka … Mereka berkorban dan memekikkan takbir … mereka seperti singa yang mengaum Allah Akbar.”

Mereka adalah bangsa yang mengorbankan 300 ribu syuhada ketika mereka hanya berjumlah satu juta saja. Mereka mempersembahkan jumlah luar biasa ini untuk mendapatkan Islam, tetapi apakah Allah memberikan Islam kepada siapa pun dengan begitu saja? Sesungguhnya Allah memberi Islam kepada orang-orang tersebut. Saya meminta kepada Allah untuk memberikan saya Islam.

Ketika Allah memenuhi kemenangan-Nya kepada kita di Chechnya, seorang jurnalis perempuan datang ke salah satu markas dari para komandan mujahidin, saudara Salman Raduyev, dan ia muncul dengannya dalam sebuah wawancara TV, dan ia memiliki TV satelit dan melihat bahwa wawancara itu disiarkan di semua saluran langsung Rusia, dan hampir setengah dari “populasi bumi” menonton wawancara ini. Dia menanyakan satu pertanyaan: “Setelah Rusia mundur dari Chechnya dan mengakui kesalahannya, hubungan damai apa yang ingin Anda buat dengan Rusia?” Dia menjawab: “Penarikan Rusia dari Chechnya adalah sebagai akibat dari jihad kami, tetapi meskipun begitu kami tidak melakukan jihad karena Chechnya, kami melakukan jihad karena Allah. Dan Allah memerintahkan kita untuk melaksanakan Syariah di seluruh bumi dan saya tidak akan beristirahat atau memiliki hubungan damai sampai mereka menerapkan Islam atau kami menaklukan Moskow dan kami menerapkan Syariah di dalamnya.”

Dia berkata kepada mereka: “Yeltsin telah menghancurkan Grozny, dan saya tidak akan beristirahat sampai saya menghancurkan tiga atau sepuluh kota sebagaimana dia menghancurkan Grozny.” Serta dia menambahkan: “dan Yeltsin membunuh saudara dan teman saya, Dzhokhar Dudayev, dan saya tidak akan beristirahat sampai saya membunuh sepuluh orang seperti Yeltsin”. Dia pun berkata kepada mereka: “Allah memerintahkan kami untuk berjihad karena Allah sampai umat Islam aman di negeri mereka, dan sampai wanita serta anak-anak yatim aman, dan sampai saya melihat (hukum) Hudud dari Allah diterapkan di bumi. Sampai itu terjadi saya tidak akan membuat hubungan dengan Rusia sampai saya melihat apa yang saya harapkan. “

Allah telah memberikan kemenangan, anugerah dan kebanggaan kepada orang ini untuk kehormatan, kekuatan dan harga dirinya. Dia adalah seorang pria yang mengambil Islam sebagai harga diri dan meninggalkan semua yang lain, bahkan ia menghinakan yang selainnya. Jadi seluruh dunia berdiri kepadanya dengan segan dan hormat. Dia di akhir wawancara ia berkata kepada mereka: “Penarikan Rusia dari Chechnya adalah bencana pada kami, sekarang di mana saya akan mendapatkan senjata? Ketika saya mulai berjihad saya memulai dengan batu dan bata dan ketika Rusia masuk, semoga Allah menghinakan mereka, saya mengambil dari mereka (hasil rampasan perang/ghanimah, ed) tank, kendaraan lapis baja, bom, senapan dan senapan mesin saya dan memiliki perlengkapan tentara yang saya ambil dari Rusia. Dan jika mereka ingin kembali maka kami siap untuk itu, kami ingin lebih, kita tidak puas dengan 300 ribu syuhada. Kami tidak akan puas sampai kita melihat Moskow dan melihat bendera Laa ilaaha illallah diatas Kremlin.” …. “Ini adalah bangsa yang merdeka … Mereka berkorban dan memekikkan takbir … Mereka seperti singa yang mengaum Allah Akbar.”

Ini adalah bangsa yang Aqidah di dalamnya seperti gunung yang kokoh. Wanita tua ini yang menjadi contoh di negeri ini, yang membunuh anak satu-satunya yang ia cintai yang tidak akan dilakukan oleh ayah dan ibu yang lain, tetapi pada anak ini muncul tanda-tanda mengkhianati para mujahidin. Suatu hari ibunya melihatnya berbicara secara rahasia dengan orang asing, dan dia mendengar anaknya berbicara dengan marah dan menghina (Nabi) Shalallahu `alaihi wassalam, wanita ini tidak datang untuk memberitahu kami dan tidak meminta fatwa syaikhnya, dia tidak pergi ke siapa pun, dia hanya mendengarkan (Nabi) Muhammad Shalallahu `alaihi wassalam di dalam rumahnya. Jadi dia menunggu anaknya yang pengkhianat untuk tidur dan kemudian menusuknya dengan belati. Anak itu terbangun, dan ia sedang sekarat, ia berkata: “Ibu mengapa engkau melakukannya?” ,dia berkata sambil menangis: “Nak, tidak ada orang yang menghina (Nabi) Muhammad Shalallahu `alaihi wassalam dapat hidup di rumah saya.” Wanita tua ini yang tidak tahu apa-apa dari mana dia mendapatkan Aqidah, bahwa wanita yang bekerja di gunung dan melihat antara batu-batu ini tanaman yang bisa makan atau sumur sungai untuk minum dari, dari mana dia mendapatkan bahwa Aqeeda… Bahwa Allah-lah yang memberikan Aqidah yang kuat dan kokoh padanya.

Dan pria muda ini, Safi, yang membunuh ayahnya dan hampir membunuh istrinya. Dia membunuh ayahnya karena ayahnya adalah seorang komunis, sehingga ia membunuhnya dengan senyum di wajahnya mengatakan takbir, dan dia hampir membunuh istrinya tapi kami menyelamatkannya di saat terakhir ketika istrinya ingin seperti semua wanita untuk menjalani kehidupan yang stabil tanpa masalah. Dia berkata kepadanya: “Safi tinggalkanlah senjata dan gunung itu dan ikutlah denganku ke kota untuk hidup dengan damai, dan jika engkau ingin saya untuk berbicara dengan pemerintah mereka tidak akan menyakitimu, mereka hanya menginginkan beberapa nama.” Istrinya bertanya dengan niat yang baik karena 90% dari orang-orang ini tidak tahu apa-apa tentang rincian Islam. Jadi Safi hanya mengangkat pemicu safety senapan dan hampir melepaskan tembakan ke dadanya. Tapi Alhamdulillah kita menyelamatkannya dan mengambil senjata dari lengan Safi dan pergi ke rumah istrinya.

Ini adalah dua contoh sederhana, saya menceritakan mereka untuk menunjukkan bagaimana Aqidah dari orang-orang ini. Dan ada banyak contoh lain.

Sekarang saya akan berbicara dengan Anda tentang Karamah. Saya telah menceritakan pada Anda tentang negeri dan Aqidah dan sekarang saya akan menceritakan pada Anda tentang Karamah. Dan itu akan sangat singkat, saya tidak ingin melebihi sisi pertama rekaman, dan jika itu terjadi maka itu kehendak Allah.

Penghormatan pertama adalah untuk Utsman Al-Misri. Semoga Allah memberkahi ini, Utsman Al-Misri, ia adalah orang yang berdoa di malam hari dan berpuasa di siang hari, dengan wajah tersenyum, penyayang dan pengasih. Saya bersumpah kepada Allah bahwa ketika Anda melihat dia berperang Anda melihat singa yang mengaum dan ketika Anda melihat dia dengan kaum mukminin, dia memberikannya makanan, merawat anak dan menghibur para ibu yang berduka, semoga Allah merahmati Utsman, ia adalah contoh dari Muslim mujahid. Ia berdoa di malam hari dan berpuasa di hari banyak. Ia hanya tidur dua atau tiga jam semalam ia bangun untuk berdoa. Pada hari dimana dia – rahimahullah – syahid ia berpuasa sehingga Amir mencegahnya pergi, tapi Utsman bersumpah dan berkata: “Aku bersumpah demi Allah bahwa aku akan berbuka puasa dengan kurma di medan perang.” Rahimahullah ia membuka puasanya di Jannah. Orang ini pergi dengan sekelompok mujahidin di antara mereka ada saudara Pakistan yang dipanggil “Zeryani.” Operasi itu membagi dua atau tiga orang di setiap arah, sehingga kedua-duanya dari mereka bersama-sama. Kedua kelompok ini dihantam dengan tembakan RPG, dan RPG digunakan untuk melawan tank. Hantaman ledakan ini menembus Utsman di dadanya dan Karamah pertama adalah bahwa ia bersujud di tanah, ia syahid dengan bersujud.

Karamah kedua adalah ketika kami meletakkannya di tanah kuburan menaburkan tanah pada dirinya, kami menangis, wajahnya terang dan kami menemukannya tersenyum dan mengangkat tangannya seolah memeluk sesuatu ke dada dan bertambah senyumnya. Kami kagum, dan tersenyum serta menangis sampai seorang pria datang kepada kami dari kalangan mujahidin senior para sahabatnya Syaikh Abdullah Azzam dan berkata kepada saya: “Engkau melihat ini untuk pertama kalinya, semua syuhada yang seperti itu, selesaikanlah penguburannya.” Saya berpikir bahwa dia masih hidup tapi ia syahid. Ini adalah Utsman.

Mengenai Zeryani yang bersamanya, roket RPG yang menghantamnya merusak parah tubuhnya dan membuatnya terbantai, tetapi sebagaimana yang disabdakan Nabi Shalallahu `alaihi wassalam bahwa syahid hanya merasakan kematian seperti cubitan. Dia masih bernyawa dan kami berbicara dengannya dan dia adalah orang yang lucu dan membuat kita banyak tertawa. Ketika kita berbicara kepadanya kami berkata pada dia: “Zeryani, Insya Allah engkau akan baik, tidak ada masalah padamu,” Tapi dia melihat pada kita ngeri dan panik karena tubuhnya tercabik dan kita tidak bisa melihat organ tubuhnya secara rinci karena darah yang banyak. Dia mengatakan: “Saudara, saya tidak merasakan apa-apa, berdirikan saya untuk menyelesaikan tugas saya, saya tidak merasakan apa-apa.” Kami mengatakan kepadanya: “Tenanglah, Insya Allah kami akan membawa Anda ke kamp.” Kemudian kami menemukan dia tertawa dan mengatakan kepada kami dengan keras: “Jika Anda melihat apa yang saya lihat Anda akan berharap jika Anda berada di tempat saya. Ini Jannah, ikhwah.” Dan dia melepaskan jiwanya dengan damai tanpa berontak. Saya melihat banyak orang mati dan bagaimana mereka melepaskan nyawanya dengan berontak, tapi syahid itu seperti ia berangkat dengan kehendak sendiri. Dia ingin pergi dan jiwa serta tubuh tidak berontak.

(Bersambung….)

Diterjemahkan oleh: Anshar al Islam

Advertisements