Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) mengungkapkan, dalam sebuah laporan pada hari Minggu (26/06), menewaskan sekitar 12 ribu dan 679 orang di Suriah, karena penyiksaan sejak pecahnya revolusi dan bahkan hari ini, yang menunjukkan bahwa 99% dari mereka tewas di tangan pasukan Assad.

Jaringan itu mengatakan dalam laporan tahunannya, pada kesempatan Hari Internasional Mendukung Korban Penyiksaan: “Laporan ini didasarkan pada output arsip jaringan untuk memantau kasus persisten sejak 2011 sampai sekarang dan Dokumentasi sehari-hari, semua statistik yang terkandung di dalamnya terdaftar dengan nama, foto, tempat dan waktu kematian, atau rincian penahanan.”

Laporan ini menekankan bahwa pasukan Assad “telah menewaskan 12.596 orang, termasuk 160 anak-anak, dan 38 perempuan, sementara catatan laporan kematian 18 orang, termasuk seorang anak dan seorang wanita di tangan milisi “PYD,” dan 29 orang, termasuk seorang anak, dan 13 perempuan, tewas di tangan kelompok ISIS. Semua laporan kematian diatas diakibatkan oleh penyiksaan.

Di sisi lain, jaringan menegaskan bahwa “rezim telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, yang diwujudkan dalam penyiksaan, termasuk kekerasan seksual (pemerkosaan), penghilangan paksa dan pembunuhan.”

Laporan itu juga menyebutkan berbagai perbuatan milisi “PYD” terhadap para tahanan dalam kondisi yang sangat keras, dan melakukan penyiksaan terhadap pihak lain, merupakan kejahatan perang. “

Laporan berdasarkan data yang berhasil dicatat dan dihimpun, tidak termasuk angka-angka kematian akibat penyiksaan yang tidak terdata, yang jumlahnya pasti bisa lebih banyak lagi. (eld/ansharalislam)

Advertisements