Produk Makanan dan Minuman Israel Yang Beredar Di Pasar Palestina Berpotensi Terkena Racun.

Mansur menegaskan bahwa perang ekonomi yang digencarkan Israel sama bahayanya dengan perang bersenjata selama ini. Menurutnya, setiap hari ada ribuan ton barang khususnya bahan makanan rusak yang dipasok ke pasar-pasar Palestina.

Jalur Gaza – Khalid Mansur Koordinator “Aksi Boikot Produk-produk Israel” memperingatkan adanya kemungkinan pihak Israel meracuni produk makanan yang diproduksinya  sebelum beredar di pasar Palestina. Rencana kotor Israel  ini sebagai realisasi dari fatwa nyeleneh yang dikeluarkan oleh para rabbi (pendeta) Yahudi baru-baru ini.

Rabbi Yahudi sebelumya mengeluarkan fatwa sesat yang membolehkan bangsa Yahudi untuk meracuni, merusak, hingga membunuh bangsa Palestina.

Salah satu fatwa terbaru yang dikeluarkan oleh Rabbi Yahudi bernama Sholomo Melmed adalah bolehnya meracuni sumber air yang dikomsumsi warga Palestina.

Dalam keterangan pers yang disampaikan Mansur, Senin (20/06), menyebutkan bahwa sebagian fatwa ini terbukti sudah pernah dijalankan secara keji seperti membakar hidup-hidup anak-anak Palestina, pepohonan hingga masjid-masjid.

Mansur menegaskan bahwa perang ekonomi yang digencarkan Israel sama bahayanya dengan perang bersenjata selama ini. Menurutnya, setiap hari ada ribuan ton barang khususnya bahan makanan rusak yang dipasok ke pasar-pasar Palestina.

“Realitas pasar-pasar  kita  yang dipenuhi barang produk Israel bukti semakin kuatnya aksi pendudukan disamping upaya untuk terus melemahkan produktivitas pertanian rakyat Palestina,” jelas Mansur.

Ia lebih lanjut menambahkan, apa yang berhasil ditemukan oleh petugas beacukai dan badan pengawasan barang, hakikatnya hanyalah sebagian kecil dari fakta yang sesungguhnya. Barang-barang tersebut berhasil dipasok ke pasar-pasar Palestina oleh sejumlah makelar dan pengusaha pemukim ilegal.

Mansur menuntut kesungguhan seluruh pihak untuk menghadapi tindak kriminal seperti ini yang sejatinya mengancam keamanan negara.

Seharusnya, tambah Mansur, undang-undang tahun 2010 yang disahkan pemerintah Palestina yang  mengatur hubungan interaksi dengan pemukim ilegal kembali diterapkan.

Ia menghimbau agar masyarakat Palestina lebih berhati-hati dalam membeli dan mengkomsumsi produk-produk Palestina. Misalnya  melihat dengan seksama kemasan barang berbahasa Arab yang aslinya adalah berbahasa ibrani, lalu dikemas ulang oleh oknum  makelar dan pedagang Palestina.

Mansur berharap penerapan sanksi menurut undang-undang yang ada, yaitu hukuman penjara antara dua sampai lima tahun bagi pelaku kriminal seperti di atas, dan juga denda sebesar 10 ribu dinar.

Selain itu, pemerintah seharusnya mengumumkan nama-nama pelaku dan berhak menarik surat izin dagang dari orang-orang yang terbukti melanggar.

Sumber: Suara Palestina

Advertisements