SUMPAH SETIA SYAIKH AIMAN AZH-ZHAWAHIRI KEPADA AMIRUL MUKMININ HAIBATULLAH: AL-QAIDAH TETAP JADI PASUKAN THALIBAN!

Al-Qaidah dan Thaliban adalah dua hal yang nyaris tak bisa dipisahkan, sejak dimulainya baiat yang dilakukan syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah kepada Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar rahimahullah. Dan sebagaimana yang diketahui dan tersebar dalam video-video resmi yang diterbitkan oleh Al-Qaidah bahwa di dalamnya syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah menyebutkan bahwa baiat Tanzhim Qaidatul Jihad kepada Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar adalah Baiatul Akbar kepada Imamatul Uzhma, yang tidak lain adalah sebuah Baiat Kekhalifahan, atau Baiat Untuk Menegakkan Kekhalifahan.

Dan demikianlah, waktu pun berlalu dan Al-Qaidah tetap menjadi pasukan berbendera hitam yang setia, di bawah bendera putih kalimat Tauhid yang dikibarkan oleh Imarah Islamiyah yang didirikan oleh Thaliban ini dalam setiap roda jihad yang dilaluinya. Dengan restu dan mandat dari Amirul Mukminin, Al-Qaidah di bawah Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah dan syaikh Aiman Azh-Zhawahiri telah sukses meringankan beban Thaliban dalam menghadapi super power Amerika Serikat. Dengan memindahkan roda peperangan ke jantung negara-negara kafir dan negeri-negeri boneka thaghut yang terjajah di seluruh penjuru dunia.

Amerika pun kehabisan tenaga, lemah dan semakin melemah, hingga Thaliban kembali bangkit dan meraih kekuasaan demi kekuasaan di berbagai propinsi di seluruh Afghanistan. Pada saat yang sama singgasana thaghut dunia mulai berjatuhan dan Amerika jatuh ke dalam jurang kebangkrutan.

Namun demikian, ujian demi ujian yang menjadi warna hidup Mujahidin juga masih menimpa Al-Qaidah dan Thaliban, seiring munculnya pengkhianatan Khawarij Al-Baghdadi yang secara licik membantai Mujahidin dari punggung mereka dan mencoba merampas hak keamiran jihad yang telah lama berada di tangan Imarah Islamiyah. Belum lagi keganasan agama Syiah yang telah terjun untuk ikut membantai kaum Muslimin sejak awal perang Salib modern ini.

Imarah Islamiyah Afghanistan pun menghadapi keinginan buas Amerika yang ingin mempertahankan cengkeramannya di bumi Jihad Afghanistan, setelah sebelumnya Amirul Mukminin Mullah Umar Syahid dalam keadaan ribath dan Amerika sama sekali tidak mampu menyentuh beliau, dan Amirul Mukminin Mullah Akhtar Manshur memegang tampuk kepemimpinan keamiran Imarah Islamiyah. Dengan naiknya Mullah Akhtar Manshur, Al-Qaidah pun dengan sigap segera menyatukan shaf barisan Mujahidin dengan segera membaiat Mullah Akhtar Manshur, melalui Amirnya yang mulia, Syaikh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri.

Akan tetapi, dalam perjalanannya Imarah Islamiyah Afghanistan kembali diuji dengan syahidnya   Amirul Mukminin Mullah Akhtar Manshur dalam perjalanannya untuk meredam kekuatan Iran dikawasan Persia-Hindukush lewat jalur politik. Mullah Akhtar syahid dalam keadaan yang paling mulia, beliau menuju keharibaan Allah ta’ala karena terkena roket hellfire yang ditembakkan oleh pesawat drone Amerika Serikat.

Akan tetapi, umat ini telah belajar, syahidnya seorang pemimpin bukan menjadi sebab berhentinya jihad. Dan kepimpinan Mujahidin di seluruh dunia harus tetap terjaga, maka Dewan Syura Ahlul Halli wal Aqdi Imarah Islamiyah Afghanistan segera menunjuk Sang Ulama Ahlul Hadits Pembimbing Para Thalib, Syaikhul Hadits Haibatullah Akhundzada sebagai Amirul Mukminin Pemimpin Imarah Islamiyah Afghanistan

Sekali lagi, Tanzhim Qaidatul Jihad menunjukkan dirinya sebagai seorang tentara yang setia lagi taat, yang tidak berkhianat lagi menepati janji. Melihat kesungguhan Thaliban dalam menegakkan Syariat, Jihad dan Imamah di atas Al-Qur’an dan Sunnah, maka Al-Qaidah pun kembali bersegera menyatukan shaf dan memperkuat barisan singa-singa tauhid dengan ber baiat kepada Amirul Mukminin Mullah Haibatulah Akhundzada.

Dengan adanya sumpah setia ini, maka jelaslah bahwa pada hakikatnya Thaliban telah berjihad di seluruh penjuru dunia. Adapun Al-Qaidah hanyalah sebuah nama brigade yang berada di bawah panji suci Kalimat Tauhid Imarah Islamiyah. Dan mempertegas sebuah realita, bahwa tanpa meminta dan memaksa kaum Muslimin untuk mengakuinya sebagai Khalifah, Imarah Islamiyah Thaliban telah menjalankan tugasnya sebagai Khalifah kaum Muslimin yang berjihad dalam perang dunia melawan orang kafir dan membela kaum Muslimin.

Berikut ini terjemahan lengkap pernyataan sumpah setia, syaikh Aiman Azh-Zhawahiri kepada Amirul Mukminin Haibatullah Akhundzada, selamat Menyimak!

* * * * * * * * * * * * * * * *

DI ATAS JANJI INI KAMI AKAN TERUS MELANGKAH
Syaikh Ayman Azh Zhawahiri Hafizhahullah

Ungkapan Syaikh Ayman Azh Zhawahiri, amir jamaah Qaidatul Jihad kepada amirul mukminin Maulawi Haibatullah, amir Imarah Islam Afghanistan Hafizhahumallah.

Media Islam As Sahab, Sya’ban – 1437 H.

Bismillah, Segala puji bagi Allah shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah, beserta keluarga, sahabat dan siapa saja yang loyal kepada beliau.

Kepada amirul mukminin Maulawi Haibatullah, semoga Alah menjaga beliau, mendukung beliau dengan kebenaran dan beliau pun mendukung kebenaran itu, dan semoga dengan hadirnya beliau, agama, kitab dan hamba-hamba-Nya yang beriman akan tertolong pula.

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh

Saya berharap semoga Allah memposisikan engkau beserta tentara dan pendukung engkau pada posisi yang disukai dan diridhai oleh-Nya, yaitu posisi yang hormat di dunia dan sukses di akherat, serta mencegah kalian dari segala mara bahaya dan keburukan di dunia dan akherat.

Kami mendapat kabar yang sangat menyedihkan, kita, umat islam, para mujahidin, para muhajirin dan para murabithin telah kehilangan seorang amir Asy Syahid amirul mukminin Al Mulla Akhtar Muhammad Manshur, semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas, serta mempertemukan kita dengan beliau di jannah firdaus al a’la.

Beliau pergi meninggalkan kita dalam keadaan tetap teguh di atas kebenaran sebagai seorang mujahid, murabith, komandan dan amir bagi para mujahidin, hingga beliau bertemu rabbnya dalam keadaan syahid akibat dibom oleh para agresor salibis, maka beliau pun meraih pangkat tertinggi yang senantiasa diharapkan oleh seorang mujahid, yaitu pangkat kesyahidan di jalan Allah.

Beliau meraih pangkat yang tinggi ini setelah menghabiskan umurnya untuk berjihad melawan komunis Rusia beserta antek-anteknya, kemudian melawan salibis Amerika beserta koalisi dan pengikutnya, beliau juga menghabiskan umurnya untuk melakukan amar makruf nahi mungkar bersama amir beliau dan amir kita yang terdahulu, Mulla Muhammad Umar Rahimahumallah, mereka telah berjihad untuk membersihkan Afghanistan dari mungkarnya kezhaliman, kerusakan dan penindasan terhadap kaum muslimin.

Beliau mangkat menghadap rabbnya setelah menghabiskan hidupnya untuk menegakkan dan mengokohkan pondasi-pondasi keimarahan islam dalam melawan musuh-musuhnya dan melawan siapa saja yang menjual dirinya kepada pihak barat dan timur, beliau juga menghabiskan hidupnya untuk melindungi para muhajirin dan kaum tertindas, hal itu terbukti dari sikap beliau dan amir beliau Mulla Muhammad Umar Rahimahumallah yang membela kehormatan seorang muslim, mereka menolak untuk menyerahkan orang islam kepada orang kafir walaupun hanya seorang, mereka tegak laksana gunung dalam menghadapi operasi salibis yang memaksa mereka untuk tunduk kepadanya, namun mereka mengumumkan bahwa mereka tidak akan tunduk kecuali kepada Allah saja, walaupun itu harus mengorbankan jiwa, keluarga, harta dan seluruh kehidupan duniawi mereka, mereka mencontohkan sebuah sikap terhormat kepada sejarah kaum muslimin, bahkan kepada sejarah kemerdekaan di seluruh dunia.

Sepanjang hidupnya Mullah Akhtar ManshurRahimahullah juga enggan untuk mengakui pemerintahan boneka Kabul, beliau menegaskan bahwa pemerintahan tersebut adalah kepanjangan tangan dan buatan salibis penjajah negeri-negeri Islam, beliau mangkat dalam keadaan sedang memimpin saudara-saudaranya di Imarah Islam, mengurusi urusan mereka, dan memerhatikan kepentingan mereka.

Kemudian Allah menganugerahi beliau kesyahidan setelah beliau menempuh perjalanan panjang kehidupan yang diisi oleh jihad, hijrah, amar makruf nahi mungkar, dan teguh dalam menghadapi kebathilan dan pengkhianatan. Kami berharap semoga beliau termasuk ke dalam golongan yang disebutkan oleh Allah Ta’ala di dalam ayat berikut:

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ (139) إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاء وَاللَّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ (140) وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ (141) أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. [QS Ali Imran: 139-142]

Semoga Allah merahmati amir kami Asy Syahid Al Mulla Akhtar Muhammad Manshur, beliau akan selalu dikenang sebagai seorang mujahid, muhajir, orang yang ber-amar makruf nahi mungkar, dan menolak kezhaliman, kerusakan dan penjajahan.

Kami ridha dengan ketetapan Allah Ta’ala dan percaya dengan ketentuan-Nya, kami memohon agar Dia meneguhkan langkah kami di atas kebenaran dan ketepatan, serta di atas agama-Nya dan sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan di atas jalan jihad, berkat taufiq dan fadhilah dari-Nya.

Demi melanjutkan perjalanan jihad dan berupaya untuk menyatukan barisan mujahidin, serta meneladani para komandan kita yang telah syahid Rahimahumullah, yaitu amir kita singa islam, Usamah bin Laden, dan saudara-saudara kita Abu Mush’ab Az Zarqawi, Abu Hamzah Al Muhajir, Mushthafa Abu Al Yazid, Abu Al Laits, ‘Athiyatullah Al Libi, Abu Yahya Al Libi dan seluruh masyayikh jihad yang tulus berjuang; maka saya selaku amir jamaah Qaidatul Jihad ingin mempersembahkan baiat kami kepada engkau, sebagai bentuk aplikasi dari manhaj Syaikh usamah Rahimahullah dalam mengajak umat islam untuk mendukung Imarah islam dan membaiatnya.

Kami berbaiat kepada engkau di atas landasan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta Sunnah para Khulafa’ Rasyidin Radhiyallahu ‘anhum.

Kami berbaiat kepada engkau untuk menegakkan syariat hingga syariat mampu menaungi seluruh negeri kaum muslimin sebagai sebuah regulator bukan yang terkena regulasi, sebagai sebuah pedoman, bukan yang dipedomani, yang tidak dilecehkan oleh konstitusi manapun dan tidak dibredel oleh acuan manapun.

Kami berbaiat kepada engkau untuk berlepas diri dari segala hukum, pemerintahan, undang-undang, perjanjian dan kesepakatan yang bertentangan dengan syariat, baik itu yang bersumber dari pemerintahan yang ada di negeri-negeri kaum muslimin, maupun yang ada di luar sana mulai dari sistem, lembaga, atau persatuan yang bertentangan dengan syariat, seperti PBB dan lain sebagainya.

Kami juga berbaiat kepada engkau untuk berjihad membebaskan setiap jengkal tanah kaum muslimin yang terjajah, mulai dari Kashgar (RRC) sampai Andalusia (Spanyol), dari Kaukasus (Chechnya) sampai Somalia dan Afrika Tengah, mulai Kashmir sampai Al Quds, dan mulai Filipina sampai Kabul, Bukhara dan Samarkand (Azerbaijan).

Kami berbaiat kepada engkau untuk berjihad melawan para penguasa yang mengganti hukumnya dengan hukum selain syariat, yang mana mereka berkuasa di negeri-negeri kaum muslimin, lalu mereka mengebiri hukum-hukum syariat, mereka memaksa kaum muslimin taat kepada hukum orang-orang kafir, mereka menebar kerusakan dan pengrusakan, mereka membuat kaum muslimin dikuasai oleh sistem murtad dan perbudakan, sistem yang melecehkan syariat dan mengagung-agungkan keyakinan orang-orang kafir dan ajaran filsafat mereka, sistem yang menyerahkan negeri-negeri kaum muslimin dan sumber daya alam mereka kepada musuh-musuh mereka.

Kami juga berbaiat kepada engkau untuk menolong orang-orang beriman yang tertindas dimanapun mereka berada, kami berbaiat kepada engkau untuk menjalankan amar makruf  nahi mungkar sekuat kemampuan kami, kami berbaiat kepada engkau untuk mempertahankan imarah Islam yang memimpin kami dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kami juga berbaiat kepada engkau untuk menegakkan kekhilafahan yang berdasarkan manhaj nubuwah, yang ditegakkan berdasarkan pilihan dan keridhaan kaum muslimin, menebar keadilan, menjunjung syura, mewujudkan keamanan, membasmi kezhaliman, mengembalikan hak kepada yang berhak, dan mengangkat panji jihad.

Kami berbaiat kepada engkau untuk melaksanakan seluruh agenda tersebut, kami akan mendengar dan menaati selama itu dalam kebaikan, baik dalam kondisi lapang maupun terdesak, susah maupun senang, sekuat kemampuan kami.

Semoga Allah membantu kami untuk menjadi pengikut yang baik, dan membantu engkau untuk menjalankan tugas-tugas yang ada.

Wahai tuan kami amirul mukminin Maulawi Haibatullah Hafizhahullah, sungguh Allah telah memuliakan engkau dan dua pendahulu engkau, yaitu amirul mukminin Mulla Muhammad Umar dan amirul mukminin Mulla Akhtar Muhammad Manshur Rahimahumallah beserta Imarah Islam dengan memberikan kesempatan untuk berjihad melawan Rusia dan antek-antek komunisnya, kemudian Allah menganugerahi kalian kesempatan untuk mendirikan ke-imarahan yang sesuai syariat pertama semenjak Khilafah Utsmaniyyah runtuh, dan tidak ada ke-imarahan yang sesuai syariat di seluruh dunia, kecuali ke-imarahan ini, karena ia didirikan dengan cara berjihad yang tujuannya adalah amar makruf nahi mungkar dan menegakkan syariat, para mujahidin dan muhajirin yang ikhlas dan tulus dalam berjuang berinteraksi dengannya kemudian mereka berbaiat kepadanya.

Baiat juga datang dari imam al mujaddid Usamah bin Laden Rahimahullah, dan beliau mengajak kaum muslimin untuk berbaiat kepadanya, beliau juga mengumumkan bahwa baiat kepadanya adalah merupakan baiat terbesar, dan siapa saja yang berbaiat kepada Syaikh Usamah bin Laden Rahimahullah dan jamaah Qaidatul Jihad maka otomatis ia telah masuk ke dalam baiat terbesar ini.

Kemudian Allah Ta’ala memuliakan engkau dengan memberikan kesempatan untuk melawan operasi salibis, menjaga dan melindungi saudara-saudara kalian para muhajirin, dan mengorbankan jiwa raga dan harta benda demi menjaga mereka. Ini semua adalah keutamaan yang Allah berikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki.

Hari ini saudara-saudara engkau kaum muslimin sedang menghadapi permusuhan internasional yang berupaya untuk memberantas islam dan merusak kaum muslimin yang ada di Kashgar sampai Tangier (Maroko), di puncak pegunungan Kaukasia hingga pertengahan Afrika, musuh-musuh tersebut melihat imarah islam yang posisinya ada di tengah kecamuk perang dan ditimpakan banyak kezhaliman ini sebagai benteng Islam dan tempat perlindungan bagi kaum muslimin, maka mintalah pertolongan kepada Allah Sang Pemilik kekuatan dan keagungan, dan berbaik sangkalah selalu kepada-Nya.

Seberapa besar cita-citamu,  sebesar itu pula yang akan kau dapati
Seberapa besar usaha mencapai kemuliaan, sebesar itu pula kemuliaan yang akan kau dapat

Hal-hal kecil akan menjadi besar di mata orang yang kecil
Dan hal-hal besar akan terlihat kecil di mata orang yang besar

Terakhir saya berharap semoga Allah Ta’ala mengangkat derajat engkau dengan ketaatan kepada-Nya, dengan menegakkan syariat-Nya, menolong para wali-Nya, dan berjihad melawan musuh-musuh-Nya, kami akan senantiasa menjadi tentara dan pasukan engkau.

Maha benarlah apa yang Allah firmankan:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“..Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya...” [QS Ath Thalaq: 2-3]

Saudara engkau:

Ayman Azh Zhawahiri
Amir Jamaah Qaidatul Jihad
20 Sya’ban 1437 H

Diterjemahkan oleh:

Logo AI

Advertisements