Aksi serangan penembakan seorang diri kembali berlanjut di AS. Setelah sebelumnya sebuah club kaum homo di Orlando mendapat serangan, kini Virginia Barat pun diguncang “aksi serupa.”

Great Cacapon, West Virginia – Kepolisian AS sedang menyelidiki sebuah “aksi penembakan” yang terjadi pada Senin malam (14/06) di pedesaan Morgan County, Virginia Barat., tetapi rincian tentang insiden tersebut masih belum dijelaskan secara rinci dalam press rilis yang digelar oleh pihak berwenang.

Kantor Kepolisian Washington County Sheriff mengirim beberapa deputi, serta unit komando mobile di distrik tersebut untuk membantu dalam penyelidikan penembakan, kata Sheriff Douglas W. Mullendore.

Mullendore katanya bisa mengkonfirmasi penembakan telah terjadi, tetapi memiliki beberapa rincian lainnya. Dia mengatakan bahwa dia menduga penembak masih bebas dan belum tertangkap di sekitar kompleks hingga pukul 8.30 malam.

“Dan ada kemungkinan ia mungkin datang menuju ke arah daerah Washington County,” kata Mullendore. “Itu sebabnya deputi kami dikirim.”

Seorang supervisor di Unit Tanggap Darurat Washington County mengatakan bahwa kepolisian setempat masih aktif mencari pria bersenjata terduga penembakan tersebut.

“Mereka berburu seseorang,” katanya. “Itu saja yang saya tahu.”

Sebuah helikopter Kepolisi Negara Maryland dikirim ke daerah itu untuk membantu pencarian sebagai pengintai, menurut seorang polisi yang menjawab telepon di barak Hagerstown.

Insiden penembakan yang terjadi di Virginia Barat ini terjadi beberapa hari setelah Amerika diguncang insiden penembakan serupa di sebuah Kafe kaum LGBT penganut ajaran kaum Luth di Orlando, Amerika Serikat.

Lembaga-lembaga Keamanan Amerika Serikat sendiri termasuk FBI hingga saat ini  masih kebingungan mengidentifikasi pelaku aksi penembakan Orlando, Omar Matin (29). Informasi lepas yang beredar di internet menyebutkan bahwa Omar Matin berbaiat kepada IS. akan tetapi, data-data temuan FBI terbaru justru menyebutkan bahwa Omar Matin menyatakan dukungannya secara terbuka kepada Jabhah Nushrah dan menyatakan mencintai dan mengikuti manhaj syaikh Usamah bin Ladin.

Terkait hal tersebut, saluran-saluran twitter dan media-media sosial pendukung Al-Qaidah, yang tersebar di Internet memberikan dukungan luas terhadap serangan penembakan terparah yang terjadi di Orlando tersebut.

Uniknya, sejumlah kantor berita Amerika Serikat yang meliput langsung kasus kejadian penembakan Virginia Barat yang terjadi beberapa waktu paska penembakan Orlando mulai menyebutkan bahwa penembakan di Virginia itu merupakan rangkaian kelanjutan serangan “Serigala Mandiri” atau lone wolf, media-media tersebut merujuk pada rangkaian publikasi yang diterbitkan oleh AQAP Yaman pada awal tahun ini, yang mendorong seluruh kaum Muslimin khususnya di Amerika Serikat untuk menggelar operasi Serigala Mandiri, mereka juga menyebutkan bahwa kasus penembakan kaum LGBT ini juga sangat mirip dengan aksi-aksi yang digelar oleh Al-Qaidah Bangladesh yang masih berada di bawah koordinasi Al-Qaidah Anak Benua India (AQIS).

Hingga saat ini, dilaporkan bahwa gelombang ketakutan dan kecemasan kembali melanda publik Amerika dan tidak ada seorangpun yang merasa aman dari serangan “teror”, yang sebenarnya sekadar pembalasan kecil terhadap pembantaian jutaan kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia oleh Amerika Serikat. (w/ansharulislam.com)

 

Advertisements