HAKIKAT KHAWARIJ DALAM SURAT RESMI MAJELIS PENGAWAS SYARIAT DAULAH BAGHDADIYAH

Semakin hari, sepak terjang Daulah Khawarij pimpinan Al-Baghdadi semakin menunjukkan realitasnya sebagai pengusung idiologi dan prinsip hidup Khawarij di muka bumi. Semakin terbukanya kedok mereka sebagai khawarij, bersesuaian dengan kekalahan demi kekalahan yang mereka alami di berbagai tempat, baik di Irak, Suriah, Libya, Somalia, Yaman dan tempat-tempat lain di mana mereka menampakkan diri, sebagaimana yang diinginkan sendiri oleh Sang Juru Bicara Daulah ini si Al-Adnani dalam doanya mubahalahnya yang terkenal.

Akan tetapi, berbagai kenyataan dan realita tersebut seakan-akan tidak pernah bisa menyadarkan para penganut aliran Khawarij ini dan kalangan kaum Muslimin Ahlussunnah yang tertipu oleh topeng khilafah dan sajian video-video dan foto-foto palsu yang menipu di berbagai situs dan saluran internet.

Dan..baru-baru ini, umat Islam kembali dikejutkan dengan sensasi baru Daulah Khawarij ini dengan keluarnya dokumen resmi milik Daulah Al-Baghdadi yang menegaskan sikap mereka untuk mengkafirkan dan menganggap murtad Tandzhim Al-Qaidah Suriah-Jabhah Nushrah dan Mujahidin Ahlu Tauhid Suriah lainnya.

Tentunya pengkafiran terhadap Al-Qaidah itu dengan berbagai alasan palsu dan tuduhan bohong yang menggelikan yang sama sekali tidak pernah dilakukan oleh Al-Qaidah maupun Mujahidin Suriah Ahlu Tauhid lainnya, seperti tuduhan bahwa Al-Qaidah menganut Demokrasi, Al-Qaidah antek Salibis Amerika dan sebagainya.

Hal menarik dari munculnya dokumen tersebut adalah bahwa Daulah akan mengkafirkan dan menganggap murtad anggotanya sendiri yang ragu atau tidak mau mengkafirkan Al-Qaidah Suriah dan Mujahidin Ahlu Tauhid lainnya.

Satu hal yang pasti, keluarnya surat keputusan resmi Majelis Pengadilan Tinggi Daulah Islamiyah Pusat di Suriah nomor N7-12 ini, semakin memperjelas Hakikat Khawarij dan Manhaj Khawarij yang menjadi jati diri Daulah Islamiyah Palsu pimpinan Al-Baghdadi Al-Khariji.

* * * * * * * * * *

DAULAH ISLAMIYYAH – KANTOR PUSAT PENGAWASAN KOMITE SYARIAT

No: 175

Tanggal: 25/08/1437 H–01/06/2016 M

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah saw, wa ba’du:

Allah Ta’ala berfirman:

“dan Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.” [QS Al An’am: 55]

Sesungguhnya tanzhim Al Qaida Suriah (Jabhah Nushrah) dan kelompok-kelompok pendukungnya yang diperangi oleh Daulah Islamiyyah adalah kelompok-kelompok yang menolak dengan kekerasan pemutusan hukum berdasarkan syariat, dan mendukung kaum murtadin yang berupaya untuk membangun Negara Kufur Demokrasi Kerakyatan, memerangi Daulah Islamiyyah yang sudah tidak diragukan lagi telah menerapkan syariat, menghasut orang-orang dengan segala cara untuk memerangi Daulah, dan berusaha untuk mencabut kekuasaannya dari muka bumi untuk menggantikan syariat Allah yang sudah berlaku dengan syariat jahiliyyah dan hukum-hukum positif. Semua upaya ini mendapat sokongan dari operasi Salibis yang juga sedang memerangi khilafah islamiyyah. Perbuatan-perbuatan yang membatalkan keislaman ini terjadi di seluruh kelompok yang mengatasnamakan perjuangannya dengan syariat dan jihad, dan terus dilakukan oleh para murtadin yang memerangi tentara khilafah, mirisnya Jabhah Nushrah tidak meninggalkan mereka, tidak mengumumkan keberlepasan diri dari mereka dan kekufuran mereka, bahkan ia justru bergabung dengan koalisi mereka. Sungguh ini merupakan kegelapan yang bertumpuk-tumpuk.

Daulah Islamiyyah telah mengeluarkan keputusan hukum syariat yang tidak ada keraguan di dalamnya mengenai kelompok-kelompok yang telah disebutkan tadi, bahwa kelompok-kelompok tersebut adalah kelompok-kelompok murtad yang telah mengumumkan kekafiran, dan telah jelas statusnya mengingat hujjah telah ditegakkan, sehingga siapa saja yang tadinya ragu karena tidak mengetahuinya akan sirna keraguannya.

Maka komite pengawas mengeluarkan keputusan dengan nomor N7-12 pada tanggal 8 Rabiul Awwal 1437, yang tidak membenarkan ada seorangpun dari tentara kami yang tidak mau mengkafirkan siapa saja yang kita perangi berdasarkan syariat Allah secara tunjuk hidung (takfir muayyan), barangsiapa kedapatan tidak mau mengkafirkan kelompok-kelompok tersebut maka ia akan diserahkan kepada amir untuk dimintai keterangan mengenai delik yang dituduhkan kepadanya, kemudian ia akan diberi penjelasan mengenai kelompok-kelompok tersebut jika ia belum mengetahuinya, namun jika ia tetap tidak mau mengkafirkan setelah diberikan penjelasan maka ia akan diserahkan kepada pengadilan untuk dimintai bertaubat.

Diterjemahkan oleh:

Logo AI

Advertisements