Anshar al Islam – Mujahidin al Shabaab menyerang sebuah pangkalan militer Ethiopia di Somalia tengah Kamis pagi dalam serangan terbaru menargetkan tentara asing yang dikerahkan sebagai bagian dari pasukan Uni Afrika di negara itu, para pejuang dan warga setempat mengatakan.

Para mujahid Al-Qaeda tersebut menyerang markas di Halgan di wilayah Hiran, kelompok itu mengatakan dalam sebuah pernyataan yang didistribusikan pada saluran pesan Telegramnya.

Al Shabaab menyatakan bahwa para mujahidnya telah membunuh setidaknya 43 tentara Ethiopia.

Warga di daerah dekat dengan Halgan mengatakan, serangan itu dimulai ketika kendaraan yang dikemudikan oleh seorang pembom pencari syahid meledak, setelah itu mujahidin bersenjata menggempur berusaha masuk ke pangkalan.

“Ada ledakan besar dan baku tembak sengit dimulai,” kata Osman Adan, seorang warga di dekatnya.

Mujahidin Shabaab meluncurkan serangan dengan pola berkelompok setahun yang lalu dan telah menyerbu ke markas operasi yang diawaki oleh pasukan Burundi di Lego pada bulan Juni, tentara Uganda di Janale pada bulan September dan pasukan Kenya di El Adde pada bulan Januari.

Negara-negara yang berkontribusi menolak untuk mengkonfirmasi jumlah korban tetapi diyakini bahwa sejumlah tentara dari Misi Uni Afrika di Somalia (AMISOM) tewas dalam setiap serangan.

Ini merupakan serangan pertama di sebuah pos Ethiopia.

“Pejuang Mujahidin menyerbu basis dan membantai banyak orang Etiopia,” kata pernyataan Shabaab.

Mujahidin al Shabaab keluar secara strategis dari ibukota Mogadishu lima tahun yang lalu tapi terus melakukan serangan reguler pada militer dan rezim pemerintah dalam pertempuran untuk menggulingkan pemerintahan boneka yang didukung oleh internasional.

Kelompok Mujahidin yang merupakan bagian dari Al Qaeda ini umumnya meningkatkan serangannya selama Ramadhan. (Wb/ansharalislam)

Advertisements