Sebuah penyelidikan telah diluncurkan untuk sebuah dugaan pembunuhan 17 warga sipil Irak oleh milisi Syi`ah pro-pemerintah dalam kampanye untuk merebut kembali Fallujah, kata seorang pejabat, Minggu (05/6).

Walikota setempat, Sadoun Shallan, mengatakan: “Sebuah penyelidikan sedang berlangsung atas eksekusi 17 orang dari Fallujah.”

Pada hari Kamis, pemimpin suku setempat menyatakan kelompok Syiah Hashd al-Shaabi telah mengeksekusi 17 warga sipil oleh regu tembak di al-Karma, sebuah kota di timur laut Fallujah.

Shallan mengatakan warga sipil yang mengungsi telah dilaporkan disiksa oleh anggota milisi Syi`ah, yang saat ini berpartisipasi dalam serangan untuk merebut kembali Fallujah dari kelompok khawarij ekstrem ISIS.

Milisi Syi`ah sebelumnya telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia ketika telah merebut kembali wilayah Muslim Sunni dan politisi Sunni telah menyuarakan kekhawatiran bahwa kehadiran milisi Syiah dapat menyebabkan kekerasan sektarian di Fallujah.

Dalam beberapa hari terakhir, video yang menunjukkan tentara Syiah menganiaya warga sipil yang melarikan diri dari Fallujah telah muncul di media sosial. Shallan mengatakan tentara yang tampil dalam video itu telah ditangkap.

“Kami sedang bekerja untuk menghindari terulangnya pelanggaran tersebut,” katanya.

Pada hari Sabtu, Perdana Menteri Haider al-Abadi memerintahkan penangkapan milisi Syi`ah pro-pemerintah yang dituduh melakukan pelanggaran.

Irak telah menderita kekosongan keamanan yang menghancurkan sejak pertengahan 2014, ketika ISIS menguasai bagian utara dan barat negara itu.

Kejahatan dan kebiadaban kaum Syi`ah terhadap umat Islam (Sunni) di Irak dapat meningkat dikarenakan mereka melihat segala aksi kelompok ekstrimis ISIS – yang dikategorikan Sunni – terhadap mereka juga biadab. Maka hal tersebut bisa dijadikan pembenaran oleh Syi`ah untuk melancarkan kekejian mereka terhadap umat Islam di Irak, khususnya di Fallujah. (Wb/ansharalislam)

Advertisements