PENGANTAR

Jihad Syam pada hari ini sangat membutuhkan kesepahaman di atas dasar keislaman dan penyatuan barisan untuk menjatuhkan Basyar, namun itu tidak bisa dilakukan kecuali dengan cara melepaskan segala bentuk fanatisme dan ghuluw terhadap faksi, atau person, atau manhaj tertentu.

Karenanya saya menulis artikel ini untuk mencoba mencapai tujuan di atas, dengan fokus terhadap sisi-sisi syariat dan realita.

SATU
Pada tahun 1407 H, saya bersama dengan sekelompok ikhwah yang berjumlah tidak lebih dari 40 orang mujahid tengah berada di Pegunungan Jaji, tepatnya di sebuah tempat yang diberi nama Al Ma’sadah oleh Syaikh Usamah, saat itu saya berdiskusi panjang lebar mengenai vonis kafir terhadap para penguasa, malam itu Syaikh Usamah mendatangi kami dan menyampaikan nasehat mengenai keutamaan berjihad, ketika usai, beliau berkata tentang diriku: “Engkau harus hati-hati terhadap sifat ghuluw, kami ingin memotivasi para pemuda untuk berjihad.”

Kata-kata tersebut hanya sedikit, namun mampu menciptakan sebuah manhaj jihad di dalam diri saya, ternyata teman-teman melaporkan apa yang telah saya katakan kepada beliau, dan maksud kedatangan beliau adalah untuk hal ini (yaitu mengkoreksi perkataan si penulis – red.) bahkan beliau selalu teringat dengan saya, setiap kali beliau bertemu dengan seseorang dari Al Jauf beliau akan bertanya, apakah di antara kalian ada orang yang pemahamannya ghuluw dan ekstrim.

Bahkan salah satu dari mereka mengabarkan kepada saya bahwa beliau mengajukan pertanyaan yang serupa mengenai diri saya 10 tahun setelah kejadian tersebut!

DUA
Syaikh Usamah ahli di bidang perekonomian, Syaikh Abdullah Azzam pernah meminta pendapat kepada beliau dan Syaikh Abdullah Azzam tidak membantah pendapat beliau, kemudian ketika Syaikh Abdullah Azzam terbunuh, beliau mengumpulkan para ahli syariat untuk mempelajari segala hal dan mengeluarkan keputusan final demi kemaslahatan jihad, dan upaya tersebut tidaklah sia-sia, serampangan dan individual.

Inilah metode Syaikh Usamah, beliau mendahulukan para ahli syariat dan mengambil keputusan setelah mempelajarinya. Metode ini bertolak belakang dengan metode di Iraq, yang mendahulukan para ahli militer dibandingkan para ahli syariat, akibatnya terjadilah penculikan dan banyak kejahatan lain yang hingga kini dapat kita saksikan di realita jihad, dan dapat kita dengar di seluruh kawasan.

TIGA
Pada tahun 1408 H (1987 M – red.), kantor penerimaan tamu Al Anshar dipenuhi oleh para pemuda, beliau berhasil memotivasi para pemuda untuk berangkat berjihad sehingga jumlah mereka menjadi ribuan, di samping itu lampu hijau dari Amerika turut memudahkan kedatangan para pemuda tersebut, dan tidak ada yang memandang bahwa memanfaatkan kondisi ini termasuk tindakan pengkhianatan kecuali orang-orang yang mempunyai pandangan miring, yang beranggapan bahwa keberangkatan para pemuda untuk berjihad adalah sesuatu yang menyakitkan bagi mereka, sebagaimana mereka beranggapan bahwa Syaikh Abdullah Azzam dan Syaikh Usamah berperang membela pihak yang tidak bermanhaj murni dan tidak bertujuan jelas.

Syaikh Usamah memanfaatkan lampu hijau dari Amerika dan memandangnya sebagai kepentingan yang saling berkaitan, beliau bepergian ke seluruh dunia memotivasi orang-orang agar berangkat berjihad, dan beliau sempat singgah di Al Jauf para tahun 1408 H (1987 M – red). bahkan Syaikh Abdullah Azzam dan Syaikh Tamim sempat pergi ke Amerika dan Eropa untuk memotivasi para pemuda agar berjihad.

Kepentingan yang sama dengan musuh bukan berarti pengkhianatan, tidak lain tujuannya adalah untuk membatasi jumlah pihak yang dimusuhi.

EMPAT
Dahulu pemerintah Saudi bersedia menampung  para korban luka dari Ma’sadah dan tempat-tempat lainnya di sejumlah rumah sakit di Riyadh, tentu saja ini bukan termasuk pengkhianatan, akan tetapi karena ada kepentingan bersama dengan Saudi yaitu menghadapi Uni Soviet, bahkan Saudi menyediakan tiket pesawat bagi kami dengan harga seperempat dari harga normalnya dengan syarat paspor kami harus difoto, dan ketika terjadi peristiwa 11 September, Saudi mengeluarkan larangan bepergian terhadap 5000 orang yang paspornya telah difoto! Dan setelah 14 tahun mereka akhirnya bisa memanfaatkan foto-foto paspor tersebut untuk melayani kepentingan Amerika.

Semua itu terjadi karena adanya kepentingan bersama antara mujahidin dengan Saudi, dan ini bukan termasuk pengkhianatan. sebelumnya Syaikh Abdullah Azzam dan Syaikh Usamah tidak pernah mengkafirkan para penguasa, sampai Syaikh Usamah muncul di Al Jazeera mengkafirkan siapa saja yang berpihak kepada Bush.

Dahulu bahkan Syaikh Abdullah Azzam sering memuji Syaikh Bin Baaz, sebagaimana beliau juga sering menyanjung Jamaah Islamiyyah (Mesir). Hal ini terekam di dalam kaset-kaset ceramah beliau, khususnya di dalam materi Syarh Surat At Taubah yang beliau sampaikan kepada kami di kamp militer Shada.

Ini adalah metode yang jelas berkenaan dengan meminta fatwa kepada para ulama’ serta tetap menjaga ukhuwah dengan seluruh kelompok dan jamaah yang ada, dan saat ini kita diuji dengan sekelompok orang yang tidak mau menganggap seorangpun bertauhid kecuali mereka saja!!

LIMA
Prinsip Syaikh Usamah adalah fokus terhadap kepala ular, karena dengan memotongnya otomatis semua penguasa-penguasa boneka akan ikut habis, kepala ular di sini adalah Amerika. Prinsip beliau juga adalah tidak terlibat konflik dengan para penguasa arab.

Prinsip ini terlihat jelas melalui peperangan yang beliau lancarkan terhadap Amerika, dan tidak ada pemuda yang keluar dari prinsip ini kecuali setelah Kabul jatuh kemudian para kader jihad terpencar ke seluruh penjuru dunia dan mereka kehilangan kontak dengan Syaikh Usamah, atau kesulitan untuk menghubungi beliau.

Akibatnya muncullah berbagai ijtihad yang tidak sesuai dengan prinsip beliau, Az Zarqawi pun mengirimkan pasukannya untuk melakukan aksi peledakan di Amman, Kuwait dan Dammam, sehingga para penguasa bersatu untuk melawannya dan melawan para kader jihad, dan masyarakat ramai-ramai menyatakan dukungan kepada para thaghut, mereka menyudutkan para kader jihad dan mendukung perlawanan terhadap aksi-aksi peledakan tersebut melalui fatwa-fatwa yang mereka minta dari Syaikh Abdullah As Sa’di dan Syaikh Al Ulwan. Sungguh ini kerugian yang jelas, maka mengapa kita harus mengulang kesalahan yang sama yang dampaknya rakyat akan melawan kita, sehingga kita harus mengulang kembali jihad dari nol? Apakah pengalaman Daish belum cukup bagi kita?

Jika kalian belum menyaksikan karakter ghuluw Daish dan tingkah lakunya yang membuat kaum muslimin dan orang-orang kafir bersatu untuk melawannya, maka masih mungkin jika kalian dimaafkan, namun kenyataannya saat ini kalian telah menyaksikan penyimpangan dan keghuluwan mereka, maka kalian tidak bisa dimaafkan (jika masih menempuh cara Daesh – red).

ENAM
Banyak dari mereka yang mengaku bermanhaj mencela seluruh ulama yang pro terhadap rezim Saudi, bahkan mereka mencela siapa saja yang tidak mau menyatakan kebenaran di hadapan rezim Saudi, bahkan sebagian pimpinan apabila dikatakan kepada mereka: kami meminta keputusan hukum dari Syaikh Ath Tharifi, maka ia langsung menolaknya, padahal beliau adalah seorang yang dapat diterima oleh banyak kalangan pemuda-pemuda jihad!

Wahai orang-orang yang mengaku bermanhaj.. Syaikh kalian Al Maqdisi sampai sekarang masih berkomunikasi dengan intelejen Yordania melalui Abu Sayaf Muhammad Syalbi untuk memecahkan masalah yaitu: berhenti mengganggu kami, maka kami berhenti mengganggu kalian!

Apakah komunikasi yang dijalin oleh Zahran Aloush, Ahrar Syam dan beberapa kelompok lain dengan Erdogan dan para penguasa negara-negara teluk merupakan suatu pengkhianatan dan tindakan murtad, sedangkan komunikasi yang dijalin oleh Syaikh kalian kalian anggap itu atas dasar kebutuhan mendesak dan darurat???

Apakah komunikasi yang terjadi antara Abu Maria dengan Saad Al Barik lebih berbahaya bagi jihad dari pada berkomunikasi dengan intelejen Yordania? Apakah intelejen Yordania lebih bersih dari pada Syaikh Al Barik? Apakah intelejen Yordania lebih baik dari pada pemerintah Turki? Apakah kepentingan pribadi boleh didahulukan dari pada kepentingan revolusi Suriah? Sungguh aneh cara kalian memutuskan suatu perkara.

TUJUH
Pahami keadaan dengan baik lalu pahamilah hasil akhirnya

Rakyat Suriah telah mempersembahkan 500.000 nyawa untuk revolusi mereka, sedangkan yang dipersembahkan oleh kalangan orang-orang yang mengaku bermanhaj (islam) tidak sampai 10.000 jiwa, namun mereka terlihat getol membicarakan tentang pengkhianatan darah para syuhada!

Basyar belum terguling sampai sekarang, kaum Rafidah masih terus mengepung berbagai kota, dan Rusia terus membombardir seluruh wilayah, namun sebagian orang yang mengaku bermanhaj melakukan aksi penculikan terhadap para pejuang revolusi, pembunuhan terhadap mujahidin dan penikaman dari belakang, bukankah justru seperti ini yang disebut pengkhianatan?

Ketika para ulama dan dai berlepas diri dari setiap kelompok yang membunuh para pejuang revolusi, mengkhianati mereka dan bertingkah laku layaknya anggota-anggota Daish, maka perjalanan jihad akan menjadi benar dan hasil jihad akan dapat dipetik, dengan izin Allah. Di utara Suriah terungkap Jundul Aqsha, dan di selatan Suriah terungkap Harakah Al Mutsanna.

Wahai orang-orang  yang mengaku bermanhaj.. apa yang kalian lakukan secara sembunyi-sembunyi tersebut akan Allah tampakkan, dan ketika itu terjadi maka tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki, seorang mujahid tidak sepatutnya menjadi penjahat atau orang bodoh, seorang mujahid harus pandai mengatur musuh dan mempertahankan diri dari siapa saja yang datang menyerang.

Kemudian setelah Basyar jatuh kalian akan tahu apakah kalian membela syariat islam ataukah sistem jahiliyah. Kalian hanya diminta untuk menyayangi rakyat Suriah yang telah digerogoti oleh kelaparan, kemiskinan, pengepungan dan pengeboman, kalian tidak perlu mencela aqidah dan agama mereka serta mengkafirkan mereka, hingga akhirnya bahtera revolusi ini tenggelam disebabkan oleh penculikan-penculikan dan aksi-aksi bodoh yang kalian lakukan. Barangsiapa berlepas diri dari mengkafirkan, menculik dan membunuh mereka, maka ia telah terbebas dari dosa dan selamat.

Berkenaan dengan revolusi Suriah, saat ini kalian sedang dihadapkan pada dua jalan, pertama: hendaknya kalian bersinergi bersamanya maka revolusi akan mendukung kalian dan kalian akan mendukung revolusi, revolusi akan melindungi kalian dan kalian akan melindunginya, keuntungan bagi revolusi akan kalian rasakan juga, kerugian bagi revolusi juga kalian ikut rasakan.

Kedua: kalian mengintai dan menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan pembunuhan, kalian akan membunuh para penyandang revolusi. Namun saat itulah kalian sedang menunggu ajal kalian sebagaimana ajal saudara kalian se-manhaj: Daesh.

Kalian bisa saja menikam dari belakang, mengkafirkan dan mengkhianati kelompok-kelompok revolusi, mungkin kalian mengira bahwa mereka tidak akan tahu, namun kalian akan menyesal atas segala kerahasiaan ini.

Tidak ada ruang dan kesempatan lagi di hadapan kita, kita harus menanamkan kepercayaan antar sesama kelompok perlawanan, atau kita akan termakan oleh ketentuan zaman yang seperti roda yang terus berputar, dan ketika pimpinan tertinggi telah kehilangan kepercayaan terhadap sebagian dari kelompok-kelompok tadi, sebagaimana halnya dengan pimpinan Ahrar Syam yang telah kehilangan kepercayaan dengan pimpinan kelompok yang mengaku bermanhaj, maka kami yakin bahwa bencana di Iraq akan terjadi di Syam, kecuali jika Allah menghendaki ada yang menyelamatkan jihad ini.

DELAPAN
Setiap orang dari kalian memuji-muji Syaikh Al Muhaisini kemudian menyatakan setuju dengan inisiatif beliau. Namun mengapa kalian tidak mau menerima gagasan-gagasan beliau dan orang-orang berilmu yang ada di sekelilingnya?

Ada banyak dalil mengenai persatuan dan ancaman untuk tidak berpecah belah, bangsa-bangsa kafir bahkan telah bersatu untuk memerangi revolusi Suriah, lalu kapan kita akan bersatu kalau tidak sekarang? Kapan kita berhenti memvonis kafir, menuding khianat, mengkotak-kotakkan dan melabeli kelompok-kelompok yang ada kalau bukan sekarang?

Kesempatan untuk bersatu telah ada, agar hasil jerih payah dari jihad ini bisa jatuh ke tangan yang aman, kesempatan ini datang melalui forum majelis syura ahli ilmu di Syam untuk menjadikan seluruh mujahidin sebuah pasukan gabungan dan mengarahkan revolusi yang diberkahi ini kepada solusi-solusi yang memungkinkan.

Saya menduga bahwa yang pertama kali akan menerima inisiatif ini adalah FSA beserta seluruh faksi-faksinya, dan yang pertama kali menolaknya adalah kalangan yang mengaku bermanhaj, apapun itu rupa dan warnanya.

Biarkan realita yang nantinya berbicara apakah dugaan ini salah atau benar.

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. [QS Yusuf: 21]

Oleh: Majid Ar Rasyid Abu Sayyaf

Advertisements