Pada hari Rabu (01/6) milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung oleh angkatan udara Koalisi Internasional menguasai beberapa desa dan peternakan di pedesaan kota Tabka setelah pertempuran sengit terjadi melawan organisasi ISIS.

Kantor media Brigade “Liwa ‘Thuwar Raqqa” mengatakan bahwa milisi SDF menguasai sembilan desa dan tiga peternakan di utara kota Tabka, Desa Raqqa yang berada di bawah kendali organisasi ISIS.

Sementara itu, pesawat-pesawat tempur koalisi internasional melakukan pembantaian terhadap warga sipil di lingkungan Al-Mshalab dalam empat serangan udara menewaskan sepuluh orang dan melukai lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak.

Perlu dicatat bahwa milisi SDF memiliki milisi di Partai Uni Demokratik (PYD) sebagai pasukan militer terbesar di jajarannya telah mengumumkan dimulainya “Pertempuran di Raqqa” untuk mengontrol dan untuk mengusir organisasi ISIS.

Kenyataan di lapangan bertolak belakang dengan propaganda media ISIS yang selalu mendengungkan bahwa wilayah mereka terus meluas dan meluas, namun fakta yang ada “wilayah” mereka dari hari ke hari semakin menciut. Apakah ini sebagai sebuah “khilafah” yang nomaden? (tgr/ansharalislam)

Advertisements